The Vampir

The Vampir
Chapter 7


__ADS_3

Wangji melangkah memasuki bagunan pencakar langit dihadapannya, setiap pegawai menunduk menyapa kedatang direktur baru mereka ini dengan senang hati, mereka sudah mendengar bagaimana sikap dingin dan disiplin sang direktur.


" Tuan Wangji .. Selamat datang  ujar seorang pria paruh baya  Saya Han, saya adalah sekertaris anda disini" Ujar pria tersebut tersenyum ramah, Wangji hanya terdiam menerima jabat tangan dari pria yang nampak lebih tua darinya ini.


Wangji hanya bisa terdiam menatap semua orang yang menunduk menyambut kedatangannya sebelum ia menuju lantai paling tinggi di gedung ini.


"Tuan, ini adalah ruangan anda" ujar Han menunjukkan sebuah pintu besar yang ada di lantai paling atas satu-satunya ruangan yang ada di lantai ini.


"Paman .. aku bisa mengubah tatanan ruangan ini ?"


" Tentu Tuan, ini adalah ruangan anda sekarang "


Wangji hanya mengangguk menanggapi perkataan Han sebelum ia menatap setiap sudut ruangan, ia akui ruangan ini tidak terlalu rapi ia paling tidak suka melihat banyaknya dokumen dan buku yang diletakkan begitu saja diatas meja, dan ia baru menyadari tempat ini tidak memiliki meja untuk buku-buku.


"Baiklah, aku butuh seseorang untuk melakukan Reparasi"


"B-Baik "Tuan ujar sang sekertaris


Wangji terdiam menatap pemandangan dari jendela besar diruangan ini, ruangan Luas  ini terlihat seperti gudang dimata Wangji sungguh direktur sebelumnya merupakan orang yang sangat teledor, ia yakin jika saat pria itu bekerja ruangan ini akan lebih berantakan. Bahkan tempat duduk diruangan ini terasa sedikit tidak nyaman, berbeda jauh dengan ruangannya di Lan Group.


...........


Hari mulai beranjak sore ketika Wuxian akan keluar dari kelasnya untuk pulang hingga seseorang mencegatnya, Wuxian hanya bisa meruntuk kesal dalam hati ketika tahu itu adalah sepupu babinya Mo Ziyuan yang sudah menghadang didepan kelas bersama ke 5 temannya termasuk Wen Chao. Wuxian merasa muak harus melihat Wajah menjijikkan Wen Chao yang sejak tadi menyeringai dibelakang Mo Ziyuan.


"Wei Wuxian.. aku sudah menunggumu sejak tadi"


" Apa lagi yang kau inginkan Mo Ziyuan ?"


" Tentu saja pembalasan, apa kau kira semua urusan kita selesai begitu saja ?....Jangan Harap ! "


" Pembalasan apa maksudmu ?.. apa yang terjadi padamu dan keluargamu bukan salahku, jika kau tidak suka kau bicara langsung pada Lan Wangji, bukan dengan ku !"


"Diam .. Ikut aku !"


Wuxian berusaha melepaskan diri dari 2 orang yang mengekangnya ini, tapi sayang semua usahanya sia-sia


" Apa yang kalian lakukan dasar tidak tahu malu !" Ujar Jiang Cheng menghadang mereka


Jiang Cheng


" Ayo lepaskan dia !" Ujar Jiang Cheng tidak terima melihat Wei Wuxian yang diperlakukan seperti ini


"Kau tidak usah ikut campur Jiang Cheng.. Apa kau tahu apa akibatnya jika kau berani menentang kami  !" Ujar Wen Chao mengancam Jiang Cheng, memang disekolah ini tidak akan ada yang berani berurusan dengan mereka belima mengingat jika mereka adalah orang-orang kaya terpandang, tapi sekarang Mo Ziyuan sudah bukan lagi orang kaya seperti sebelumnya karena perusahaan yang ia jadikan tameng sudah kembali ke tangan pemilik sesungguhnya, namun masalahnya adalah Wen Chao, anak dari pengusaha kaya raya dari Qishan yang juga merupakan pemilik sebagian saham disekolah ini tidak ada yang berani melawan pemuda ini bahkan para guru selalipun. 


" Wen Chao kau- "

__ADS_1


" Jiang Cheng" ujar Wuxian menggeleng pelan pada sahabatnya ini, ia tidak ingin jika Jiang Cheng juga mendapat masalah dari permasalahan ini. Jiang Cheng bingung harus bagaimana dilihat dari manapun jika ia melakukan kesalahan ia bisa saja ditendang dari sekolah ini. Akhirnya Jiang Cheng hanya mampu terdiam memandang Wuxian yang ditarik paksa oleh gerombolan Mo Ziyuan, apa yang harus ia lakukan sekarang ?.


" Wei Wuxian !" Ujar Mo Ziyuan menampar wajah Wuxian keras ketika mereka sampai di halaman belakang sekolah " dengarkan aku baik-baik…aku tidak akan pernah membiarkan kau hidup dengan tenang "


" Ziyuan...aku sudah mengatakan sebelumnya.. jika kau tidak terima kau katakan saja langsung pada Lan Wangji "


" Tutup mulutmu itu !" Ujar Mo Ziyuan mencengkram wajah Wuxian keras sebelum sebuah tamparan kembali mendarat di wajah Wuxian.


" Ziyuan sudah hentikan ..biar aku yang menghadapi ini" ujar Wen Chao mendekati Wuxian yang masih dikekang oleh 2  siswa yang menjadi bawahan Wen Chao


" Wei Ying.. aku tidak akan menyakitimu jika kau bersikap baik di hadapanku " ujar Wen Chao mengelus wajah Wuxian lembut " lihatlah ini wajah manismu penuh tanda kemerahan, sungguh sangat disayangkan" ujarnya yang terus mengelus wajah manis Wuxian


" Aku bisa memberikan kehidupan mewah padamu tanpa takut disiksa oleh si gendut ini"


" Wen Chao!!!" Ujar Mo Ziyuan geram


" Diam ..selama ini aku ikut dengan mu hanya karena untuk main-main saja, tapi saat ini aku sudah menemukan hal yang lebih menyenangkan dari pada menyiksa sepupumu ini.. aku lebih suka menjadikan dia sebagai milikku dan membuat ia melayani setiap keinginan ku" ujar Wen Chao tersenyum senang yang membuat Wuxian terkejut


" Kau sama gilanya dengan si gendut ini Wen Chao" cibir Wuxian


" Wei Ying..kau hanya perlu menuruti setiap keinginanku maka kau bisa menikmati kemewahan yang sama seperti ku... bagaimana ?" Ujar Wen Chao kembali mendekati Wuxian, namun Wuxian langsung meludah ke wajah Wen Chao sambil tersenyum puas.


" Kau !!!" Ujar Wen Chao geram sebelum menampar Wuxian keras namun Wuxian langsung tertawa melihat bagaimana merahnya wajah si tuan muda manja Wen Chao


" Kurang ajar !!!" Ujar Wen Chao sebelum kembali mengangkat tangannya untuk memukul Wuxian, namun sebelum Wen Chao menampar Wuxian tangannya ditahan oleh seseorang yang membuat Wuxian terkejut melihat sosok yang tengah menahan tangan Wen Chao.


" Siapa kau ?!" Ujar  Wen Chao menatap sosok yang masih menahan tangannya, namun bukan dilepaskan sosok itu malah meremas tangan nya keras membuat Wen Chao menjerit kesakitan sementara Mo Ziyuan sudah pucat melihat sosok yang baru saja datang.


" Lepaskan !" Ujar Wen Chao yang membuat sosok itu menghempaskan Wen Chao hingga ia tersungkur keatas tanah.


" Lan Zhan" Ujar Wuxian ketika melihat Lan Wangji mendekat, mengelus wajahnya yang memerahWuxian hanya bisa terdiam melihat bagaimana sendunya raut wajah Wangji, sebelum Wangji menggendong dirinya Bridal.


" L-Lan Wangji " Ujar Mo Ziyuan yang sudah berkeringat dingin melihat mengerikannya aura Wangji


" Aku sudah mengatakan hal ini sebelumnya padamu, Mo Ziyuan, Jika Kau berani menyentuh Wei Ying Lagi maka aku tidak akan mengampunimu "  Ujar Wangji penuh penekanan yang membuat Mo Ziyuan semakin gemetar ketakutan.


" Siapa kau  hah ? " Ujar Wen Chao yang kembali menyerang Wangji, dengan sebelah tangan Wangji menahan tangan Wen Chao dan mencengkramnya kuat yang membuat Wen Chao berteriak kesakitan


" Sudah Lan Zhan, hentikan" Ujar Wuxian yang masih dalam gendongan Wangji  "Dan bisakah kau menurunkan ku ?.. aku tidak apa-apa  " Ujar Wuxian yang membuat Wangji terdiam  "Aku mohon "


Akhirnya Wangji hanya bisa menurut dengan berlahan Wangji menurunkan Wuxian dari gendongannya. Wuxian hanya mendengus pelan melihat Mo Ziyuan yang sudah berlari menjauh diikuti oleh Wen Chao dan teman-temannya setelah melempar sumpah serapah pada Wangji.


" Lan Zhan .. ayo kita pulang " Ujar Wuxian tersenyum manis pada Wangji


" Baiklah "

__ADS_1


Semua mata langsung memandang kearah Wuxian dan Wangji yang berjalan gagah disampingnya, para gadis bahkan berteriak histeris melihat Tuan Muda Lan itu melirik tajam pada mereka.


" Sepertinya kau begitu terkenal dikalangan para Wanita " Ujar Wuxian dengan nada agak tidak suka


" Tidak Juga, aku tidak pernah tertarik pada mereka "  Ujar Wangji pelan, Wuxian hanya bergumam mencibir perkataan Wangji.


Akhirnya setelah beberapa menit kemudian mobil mewah Wangji memasuki wilayah hutan pribadi keluarga Wei, Wuxian hanya terdiam menatap setiap pohon yang mereka lewati.


" Wei Ying " Ujar Wangji yang membuat Wuxian memalingkan pandangannya


" Apa yang kau pikirkan ?"  Wuxian langsung terdiam mendengar pertanyaan Wangji


"Apa maksudmu ?"


"Wei Ying .. kau sedang sedih karena itu aku pikir kau sedang memikirkan sesuatu " Ujar Wangji yang membuat Wuxian bungkam, sejak kapan pria ini bisa mengetahui apa yang ia pikirkan.


"Haha .. kau ini ada  ada saja Lan Zhan , aku hanya sedang tidak menyangka jika semuanya sudah berakhir "Ujar Wuxian yang membuat Wangji tersenyum


"Wei Ying, aku akan selalu bersamamu" Ujar Wangji yang membuat Wuxian tersenyum manis.


Tak lama kemudian rumah megah ditengah hutan ini mulai terlihat, Wangji langsung terdiam menatap rumah entah kenapa perasaannya kurang nyaman. Mata Wangji menatap setiap sudut halaman rumah ada sesuatu yang aneh disini.


" Lan Zhan apa yang kau lakukan ?" Ujar Wuxian heran melihat Wangji yang masih terdiam dihalaman rumah


"Wei Ying segeralah masuk kedalam" ujar Wangji yang membuat Wuxian semakin  heran


" Kau ini kenapa ? " Ujar Wuxian kembali melangkah mendekati Wangji


" Wei Ying " Ujar Wangji yang langsung melesat mendorong tubuh Wuxian hingga ia menindih Tubuh ringkih pemuda manis ini.


"Apa Yang-


Wuxian menatap ngeri ketika melihat sebuah anak panah menancab ditanah tepat ditempat ia berdiri tadi


"Lan Zhan !" Ujar Waxian khawatir ketika Wangji langsung pergi begitu saja mengejar sosok yang tadi sempat Wuxian lihat bersembunyi dibalik pohon


"Apa yang terjadi ? " Gumam Wuxian bingung. Akhirnya Wuxian langsung masuk kedalam rumah dengan perasaan Was-was ia tidak mengerti kenapa ia bisa menjadi sasaran dari seseorang, ia tidak tahu apa kesalahan yang ia lakukan hingga ia menjadi sasaran orang. Wuxian hanya bisa mondar mandir diruang utama rumahnya ini, bahkan hingga para pelayan pergi meninggalkan Wuxian sendirian dirumah ini sosok Lan Wangji belum juga kembali , perasaan Wuxian semakin tidak karuan siapa sebenarnya orang yang menjadikan ia sasaran anak panah itu.


"Lan Zhan" Gumamnya sebelum duduk menyandarkan tubuhnya di sofa, entah kenapa hatinya berkata ini bukanlah masalah yang sederhana .


"Lan Zhan" Ujar Wuxian ketika mendengar suara pintu utama dibuka oleh seseorang. Wuxian terkejut bukan main ketika melihat bagaimana keadaan Wangji yang baru saja masuk kedalam rumah.


"Lan Zhan !"


...OoOoO...

__ADS_1


__ADS_2