
Wangji membuka matanya ketika mendengar pintu kamarnya dibuka oleh seseorang, ia tahu itu pasti si pelayan baru
“ Selamat Pagi Tuan.. saya sudah menyiapkan sarapan untuk anda dan Tuan Muda” Ujarnya tertunduk Wangji hanya terdiam menatap wanita sebelum ia mendekatinya
“ ingat apa yag aku katakana kemarin !”
“ Baik Tuan ” membungkuk dihadapan Wangji
“ Pergilah ”
“ saya permisi tuan”
Wangji menyandarkan tubunya di tempat tidur, sejak semalam Wangji merasa ada yang aneh kenapa Bibi Han memasukan pelayan baru tanpa mengatakan apapun padanya terlebih dulu. Selama ini ia sudah memantau keadaan rumah ini dari Gusu, bagaimana bisa ia melewatkan yang satu ini, wanita itu sama sekali tidak pernah terlihat sebelumnya, apa mungkin di baru masuk ke rumah ini saat ia terbaring lemah di rumah sakit ?.
‘ Benar, entah sudah berapa hari aku tertidur di rumah sakit, mungkin wanita itu masuk ke rumah ini saat aku di rumah sakit, tapi kenapa Wei Ying juga tidak tahu mengenai pelayan baru ?. seharusnya bibi han mengatakannya pada Wei Ying jika ia tidak bisa menghubungi ku. Aku harus bertanya pada bibi Han nanti ’
Wangji hanya bisa menghela napas panjang, entah mengapa ia tidak bisa berhenti curiga pada wanita itu.
“ Lan Zhan.. Kau sudah bangun” Gumam Wuxian mengosok matanya pelan
“ Hm. Selamat pagi Wei Ying” Ujar Wangji pelan sebelum meruduk mencium kening Wuxian lembut
“ Aku akan mandi dulu, kau tidurlah lebih lama lagi” Ujar Wangji mengelus kepala Wuxian pelan, Wuxian hanya diam sebelum kembali menarik selimutnya dan kembali tidur
Beberapa menit kemudian Wangji keluar dari kamar mandi, ia hanya bisa tersenyum meluhat Wuxian yang masih tidur nyanyak.
“ Wei Ying.. ayo bangun segeralah mandi aku akan mengantarmu ke kampus hari ini”
“ Hmm. 5 menit lagi”
“ Wei Ying.. kita harus berangkat lebih pagi bukan, Yilling cukup jauh dari kampus mu, bagaimana jika kita terlambat”
“ Aaahhh.. baiklah, aku mandi sekarang”
“ Segeralah turun jika kau sudah selesai kita akan sarapan dulu sebelum berangkat”
“ Iya ”
Wangji langsung keluar dari kamar dan mencari bibi Han, namun entah mengapa ia tidak melihat wanita itu dimanapun.
“ Bi .. apa kau melihat Bibi Han”
“ Maaf Tuan saya rasa dia belum datang”
“ Apa belum datang ?” gumam Wangji heran ia menatap jam tangannya heran
“ ini sudah hampir jam 6, kenapa dia belum datang ?”
“ Maaf, Tuan saya rasa bibi han masih di pasar Tuan”
“ begituya, saat dia datang nanti minta dia menemuiku”
“ Baik Tuan” Ujar pelayan itu sebelum pergi
“ Tunggu Bi, ada yang ingin aku tanyakan pada mu”
“ Ya Tuan”
__ADS_1
“ Gadis yang berjaga disini tadi malam apa dia pelayan baru ?”
“ Apa maksud anda Ling Mei ?”
“ Hm”
“ Iya Tuan.. Gadis itu mulai bekerja disini beberapa hari yang lalu, dia mengganti Bibi Cu yang mengundurkan diri beberapa minggu lalu”
“ Gadis itu apa dia tinggal di desa ini juga ?”
“ Iya Tuan, dia gadis yatim Tuan, saya dengar dia terpaksa mencari kerja karena kakeknya baru saja meninggal, dia tinggal bersama bibi Han karena rumah peninggalan orang tuanya sudah dijual untuk membayar hutang – hutangnya”
“ begitu ya, terima kasih Bi. Kau boleh pergi ”
Wangji hanya bisa menghela napas panjang, mungkin dia tertalu banyak pikiran.
“ Lan Zhan. Bisakah kau mengantarkan aku ke kampus, aku bisa kesiangan jika aku harus menggunkan bus”
“ Hm Tidak masalah, aku akan selalu mengantarmu”
….
“ Jadi Lan Wangji dia pergi dari Gusu ?”
“ Iya Tuan.. dan saat ini dia tinggal dirumah Wei Wuxian di Yilling”
“ Hmm .. baguslah, ini akan menjadi kesempatan bagus untukku.. A-Yu, awasi dia dengan baik aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan jika aku mengambil Wei Wuxian darinya untuk kedua kalinya”
“ Baik Tuan”
“ Kali ini aku tidak akan membiarkan satu orangpun menghalangi rencanaku” Ujarnya sebelum tertawa puas.
“ Tuan Lan .. tuan Su ingin bertemu dengan anda” Ujar seorang pelayan yang membuat Wangji heran, untuk apa sekertarisnya itu datang ketempat ini
“ Biarkan dia masuk”
“ Salam Tuan”
“ Paman Su ada apa ?”
“ Saya hanya ingin menyapa anda, saya dengar anda sudah kembali jadi saya langsung kesini tuan. Sekaligus saya ingin meminta anda menyetujui dokumen dokumen ini”
Wangji terdiam heran mendengar perkataan pria ini, seharusnya dia sudah digantikan oleh orang lain sekarang.
“ Paman aku sudah tidak berhak menyetujui apapun dari kantor, bukankah akan ada yang menggantikan ku hari ini”
“ Apa maksud anda Tuan Muda ?”
“ Aku sudah tidak menjadi bagian dari keluarga Lan lagi, aku rasa paman ku akan mengirim orang lain untuk memimpin perusahaan ini”
“ kenapa anda bisa berpikir seperti itu, bagaimana bisa anda digantikan oleh orang lain jika semua saham di perusahaan ini atas nama anda, tentu saja jika ingin menggantikan ada itu harus atas seijin anda”
“ Apa ?. bukankah saham prusahaan atas nama keluarga Lan ?”
“ Tidak Tuan, semua saham atas nama anda, tuan”
Wangji hanya bisa diam tak percaya, jadi kakaknya membuat perusahaan ini menjadi miliknya secara pribadi, bukan atas nama keluarga.
__ADS_1
“ Tuan Muda .. tuan muda anda tidak apa – apa ?”
“ Hah.. I-Iya.. Mana dokumen yang kau maksud tadi” Ujar Wangji yang mulai focus menatap tumpukan map dihadapannya
….
Dengan malas Wuxian melangkah memasuki kampus, ia tahu pasti akan ada sesutu yang menunggunya hari ini disini.
“ Wei Wuxian !” Ujar seseorang yang membuat Wuxian menghela napas pajang, benarkan dugaannya si babi ini langsung muncul dihadapannya dengan wajah menjijikan.
“ Apa lagi yang kau inginkan ?”
“ Aku sudah pernah mengatakannya padamu bukan, aku tidak akan membiarkan kau hidup dengan tenang di kampus ini”
“ Kau memang membuatku merasa kesal” Ujar Wuxian sebelum menatap Mo Ziyuan malas, namun ia langsung terdiam ketika melihat sosok Jin Ling yang berdiri di belakang Mo Ziyuan.
“ Wei Wuxian aku ingin bicara denganmu” Ujarnya dengan suara kesal Wuxian hanya bisa diam mengikuti Jin Ling yang berjalan menuju halaman belakang sekolah .
“ Kau.. apa hubunganmu dengan Lan Sizhui”
“ Kami hanya saudara, kak Sizhui adalah sepupuku”
“ Omong kosong Sizhui tidak pernah memiliki kerabat jauh, walaupun dia punya pasti itu adalah anak dari Lan Xichen” Ujar Jin Ling menatap Wuxian dengki
“ Aku saudara dari keluarga ibunya” Ujar Wuxian yang membuat Jin Ling malah tertawa sinis
“ Kau benar – benar pintar mengarang, ibu Sizhui adalah seorang yatim, dan ibunya udah meningal sejak Sizhui bayi, apa kau ingin membuatku merasa kesal dengan cerita palsu seperti ini”
“ Kau benar – benar tidak percaya pada ku. tanyakan saja pada Sizhui sendiri” Ujar Wuxian yang mulai kesal.
“ Berani sekali kau menjawab seperti itu, aku dengar kau itu anak tidak tahu malu yang berusaha mencari keuntungan dengan mendekati ayah Sizhui” ujar Jin Ling yang membuat Wuxian tak pecaya, jadi Mo Ziyuan sudah menghasut Jin Ling sampai ke titik ini. sungguh mengesankan bukan dia tahu jika dia tidak bisa mengusik Wuxian sendiri jadi dia mencari cara untuk mendapatkan dukungan orang lain, dasar babi menyebalkan
“ maaf kakak Jin, aku benar – benar tidak ada hubungan apapun dengan kak Sizhui.. Kami hanya saudara sepupu”
“ Kau masih tidak mengaku juga rupanya, jangan salahkan aku jika aku kasar padamu” Ujar Jin Ling sebelum ia mengambil sebuah ember berisi air bekas kain pel
“ Apa yang ingin kau lakukan ?”
“ kau pasti tahu apa yang akan aku lakukan” Ujar Jin Ling sebelum tanpa ragu menyiram Wuxian dengan air itu. Mo Ziyuan langsung tertawa puas melihat bagaimana kotornya Wuxian sekarang, ia merasa puas melihat pemuda tengil ini tidak berkutik di hadapan Jin Ling
“ Mo Ziyuan aku serahkan dia kepadamu sekarang, kau bebas melakukan apapun” Ujar Jin Ling sebelum ia pergi
“ Dengan senang hati”
Mo Ziyuan tertawa puas melihat Wuxian sebelum ia kembali menyiram Wuxian dengan air bau yang entah ia dapat dari mana.
“ Menyebalkan”
“ Heh lihat dirimu dasar payah”
“ Beraninya”
Suara berat itu membuat Mo Ziyuan bergidik ngeri, sementara Wuxian hanya diam menatap sosok yang baru saja datang dengan tatapan berbinar.
“ Kau .. benari sekali “
__ADS_1
...OoOoO...