
Wuxian terdiam mendengar penjelasan Wangji, ia tidak bisa percaya begitu saja, walau Wangji memag tidak seperti Vampir yang pernah ia lihat di Film atau dari komik. Tapi apakah mungkin jika sebuah keluarga Vampir ternyata memiliki perusahaan terkenal yang begitu besar. Seperti halnya Lan Wangji dan keluarganya yang merupakan pemilik sekaligus pendiri Lan Group salah satu perusahaan global terkenal yang sudah memiliki puluhan cabang di daratan China.
" Apa kau bercanda ?"
" Untuk apa aku bercanda Wei Ying.. selama puluhan tahun kami berhasil bertahan hanya kerena perusahaan itu, selain itu tidak ada yang pernah curiga terhadap identitas keluarga ku yang kalian sebut sebagai Vampir"
" Lan Zhan apa semua Vampir sama seperti mu ?"
" Aku sudah mengatakan sebelumnya jika aku tidak seperti Vampir yang kau tahu"
"Apa Maksudmu ?"
" Makhluk yang kau sebut Vampir itu adalah makhluk yang tercipta dari mayat hidup, mereka menghisap karena mereka haus akan darah... makanan mereka adalah darah"
" Lalu apa bedanya dengan dirimu Lan Zhan ?"
" Kami sama-sama meminum darah, namun tujuan kami berbeda mereka menghisap darah untuk mengisi perut, sementara aku dan keluargaku menghisap darah sebagai syarat"
" Apa maksudmu ?"
" Darah yang kau berikan memperpanjang umurku... singkatnya aku mendapatkan keabadian dengan meminum darah orang lain bukan untuk mengisi perutku yang kosong. masalah makanan aku bisa menikmati makanan seperti halnya manusia biasa"
" Apa ?!" Ujar Wuxian tercengang " lalu saat itu untuk apa kau menjadikan aku mangsamu ?"
" Malam itu aku tengah terluka jadi.. aku membutuhkan darah untuk mempercepat penyembuhan luka ku"
" Lalu apa bedanya kau dengan Vampir itu ?"
" Kau yakin tidak tahu perbedaannya ?"
" Kau sama saja menghisap darah seseorang bukan"
" Lalu apa yang kau ketahui tentang Vampir ?"
" Ehh.. Mereka itu menghisap darah, takut matahari yang bisa membakar mereka, korban yang mereka gigit akan menjadi seperti mereka.. sejauh ini hanya itu yang pernah aku baca"
" Dan semua itu memang benar apa adanya.. vampir biasa memang takut matahari, setiap korban mereka akan menjadi Vampir. Jauh berbeda dengan clan Lan Anugrah ini membuat kami mendapat keabadian namun syaratnya kami harus menghisap darah guna memperpanjang umur yang akan kami dapatkan, namun kami juga memiliki pantangan tidak boleh membunuh korban kami"
" Gila .. sepertinya otakmu sudah rusak karena sudah terlalu lama bekerja" Ujar Wuxian tertawa menatap wangji yang hanya terdiam.
" Sudahlah kau ini seperti menceritakan dongeng pada anak yang akan tidur"
Wuxian langsung bangkit dari duduknya melangkah menuju jendela besar yang menunjukkan indahnya pemandangan taman lotus yang ada dibelakang rumah ini.
" Lan Zhan.. Apa kau benar-benar mengambil alih perusahaan keluarga ku ?"
" Hm.. perusahaan itu akan menjadi milik mu sepenuhnya setelah kau lulus kuliah" ujar Wangji medekat pada Wuxian yang masih sibuk menatap taman lotus yang ada dihadapannya.
" Kenapa kau membantu ku sampai melakukan hal seperti ini ?"
" Karena ...
Wangji terdiam menatap wajah Wuxian, ya ia memang menyayangi pemuda ini tapi jika ia mengatakan alasan yang sesungguhnya apa pemuda ini bisa menerima ungkapan yang ia katakana, ia merasa bersyukur jika pemuda ini menerima tapi bagaimana jika tidak, apa Wangji masih bisa bertatap muka dengan pemuda yang teramat ia sayangi ini ?.
" Karena apa Lan Zhan !?" ujar Wuxian heran karena Wangji yang hanya terdiam
" Karena .. Kau sangat mirib dengan seseorang yang aku sayangi"
" Eh.. benarkah ?" Ujar Wuxian penasaran
" Hm .. orang yang sudah aku tunggu selama bertahu-tahun.. aku ingin bertemu dengannya lagi dikehidupanku ini"
" Ehh.. sudah berapa lama kau menunggu orang itu ?" Wangji menatap Wuxian dalam mendengar pertanyaan dari pemuda manis ini
" 2500 Tahun"
" Ahhhh!... lalu umurmu sekarang berapa Lan Zhan ?"
" Entahlah.. aku kehilangan dia saat aku berusian 45 tahun.. dan sudah 2500 tahun sejak kejadian itu berlalu"
__ADS_1
Wuxian langsung terdiam menatap Wangji yang tatapan matanya begitu sendu, entah mengapa matanya terasa panas, ada sesuatu yang membuat jiwanya bergetar.
" Wei Ying ?" Ujar Wangji Khawatir melihat air mata Wuxian yang mengalir membasahi pipinya, " Kenapa kau menangis ?" Ujar Wangji menghapus air mata yang membasahi pipi Wuxian.
" Ah ?..S-Siapa yang menangis ?" Ujar Wuxian heran, namun ia terheran heran ketika menyentuh wajahnya yang basah, dengan segera ia memalingkan wajahnya dari Wangji dan menghapus air Matanya. " Aku.. Tidak menangis" Ujar Wuxian tanpa menatap Wangji yang hanya mamapu terdiam melihat Wuxian yang masih sibuk menghapus air matanya.
" Wei Ying" Ujar Wangji mengelus wajah Wuxian yang membuat ia menatap Wangji " Aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi ... terima Kasih" ujar Wangji tersenyum
yang membuat mata Wuxian berbinar melihat bagaimana menawannya senyumam pemuda yang ada dihadapannya ini. Sebuah rona tipis terlukis di wajah manis Wuxian yang membuat Wangji semakin gemas pada pemuda ini.
.....
Waktu terus bergulir dengan cepat, kini pagi sudah menyinari Yilling namun seorang pemuda manis masih nyaman dalam balutan selimutnya yang hangat. Kicauan burung diluar sana sama sekali tidak mengusik tidurnya yang nyenyak.
" Wei Ying" Ujar Seseorang yang baru saja masuk kedalam kamar, tubuh atletisnya telah terbalut dengan sebuah kemeja rapi dan celana panjang merek ternama berwarna hitam yang membalut kaki jenjang miliknya.
" Wei Ying ayo bangun" ujarnya pelan mengelus sayang surai sang pemuda manis yang masih terbuai dalam mimpi.
" Hm.. 5 menit lagi" ujarnya yang masih malas membuka mata.
" Ayo bangun Wei Ying kau bisa terlambat ke sekolah" Ujarnya lagi
" Hm.. Sebentar lagi Lan Zhan" Ujarnya malas. Wangji hanya bisa menghela napas panjang, Wuxian benar-benar susah dibangunkan.
" Jika kau tidak bangun dan siap-siap sendiri.. apa boleh aku yang menyiapkan dirimu ?" Bisik Wangji tepat disebelah telinga Wuxian yang mebuat mata pemuda itu secara otomatis tebuka lebar.
" Baiklah.. aku bangun" ujar Wuxian sebelum dengan malas melangkah menuju kamar mandi, Wangji hanya bisa terdiam melihat bagaimana pemuda manisnya ini. Ingin rasanya ia melakukan kebiasaanya dulu, memandikan sosok manis ini setiap pagi, namun itu adalah kenangan masa lalu mereka, berbeda sekali dengan keadaan saat ini ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Wuxian segera keluar dari kamar menuju ruang makan " Selamat Pagi Tuan Muda Wei" Ujar beberapa pelayan yang berpapasan dengannya, Wuxian sesekali bercanda ketika menanggapi sapaan para pelayan dirumah ini, sampai ia melihat Wangji yang sudah duduk tenang didepan meja makan menunggu kedatangannya.
" Selamat pagi Lan Zhan"
" Hm .. Pagi"
" Lan Zhan kau yakin akan mengantarku ke sekolah ?"
" Iya hanya saja aku tidak ingin menjadi bahan bicaraan disekolah, bukankah kau bilang jika kau dan kelurgamu cukup terkenal ?"
" itu bukanlah masalah besar Wei Ying.. jika ada yang berani membicarakanmu katakan saja padaku siapa orangnya, aku akan mengurunya untukmu"
" Tidak terima kasih .. justru kau membuatku merinding mendengarnya"
" Makanlah, kita akan segera berangkat" Ujar Wangji yang langsung dituruti oleh Wuxian. Setelah menyelesaikan sarapan mereka Wuxian mengikuti langkah Wangji keluar rumah, ia langsung terpana ketika melihat mobil mewah yang terparkir didepan rumahnya
" Lan Zhan ini mobilmu ?"
" Hm"
" sepertinya keluargamu sangat kaya"
" Masuklah"
Wuxian hanya bisa menurut pada Wangji, ia masih tidak menyangka jika kehidupannya yang penuh penderitaan sudah berakhir, dan sosok yang ada disebelahnya ini adalah sosok yang telah menyelamatkan ia dari kekejaman sang bibi, walaupun ia sudah tahu apa alasan dari sosok ini melakukan semua hal itu untuknya, tetapi Wuxian merasa tidak puas dengan jawaban itu, entah mengapa ia merasa kecewa ketika Wangji mengatakan bahwa ia melakukan semua itu karena ia mirib dengan seseorang yang ia kenal. Entah mengapa Wuxian merasa tidak suka mendengar alasan Wangji, yang semakin membuat Wuxian tidak suka adalah Wangji rela menunggu hingga ribuan tahun hanya demi bertemu dengan sosok itu.
' Tunggu kenapa aku jadi marah.. apa untungnya bagiku ?'
Wangji hanya terdiam heran melihat Wuxian yang mengacak rambutnya gusar.
' tunggu apa yang aku pikirkan, kenapa aku merasakan perasaan yang seperti ini ?'
Wuxian langsung menatap Wangji dengan tatapan Syok sementara yang ditatap hanya terdiam fokus pada jalanan didepannya. Wuxian langsung menggelakan kepalanya kuat-kuat
' Tidak .. itu tidak mungkin... Wei Wuxian sadar.. apa yang sedang kau pikirkan'
" Wei Ying" ujar Wangji yang mebuat Wuxian terjingit kaget
"i-iya ?"
" Apa yang sedang kau pikirkan ?"
__ADS_1
" Ah .. Tidak.. Tidak ada"
Wuxian langsung menatap kearah jendela mobil, tidak ingin menatap sedikitpun pada Wangji.
Tanpa ia sadari ia sudah sampai disekolahnya, mobil Sport Mewah berwarna putih bersih milik Wangji langsung berhenti di depan pintu gerbang sekolah, membuat siswa-siswi yang akan melangkah memasuki gedung menatap kearah mobil dengan penuh tanya, Wuxian menatap sekelilingnya dengan perasaan ngeri, semua orang tengah menatap heran kearah mobil ini.
" Lan Zhan .. jangan berhenti disini, ayo jalan dulu, aku tidak mau diliatin seperti itu oleh mereka" ujar Wuxian
" bukankah ini satu-satunya gerbang sekolahmu Wei Ying ?"
" Iya aku tahu tahu itu .. aku bisa turun disebelah sana, dan kembali ke sini dengan jalan kaki "
" Itu tidak akan terjadi" ujar Wangji sebelum ia turun dari mobilnya" Wuxian berusaha menarik kembali Wangji agar kembali kedalam Mobil namun ia terlambat Wangji sudah keluar dan melangkah menuju puntu disebelah Wuxian, Wuxian semakin ngeri ketika melihat bagaimana para gadis histeris melihat Wangji bahkan ada yang sampai meneriakkan namanya.
" Ayo Wei Ying" ujar Wangji mengulurkan tangan pada Wuxian ketika ia sudah membukakan pintu untuk pemuda manisnya ini, Wuxian semakin meruntuk atas sikap Wangji yang memperlakukan dirinya bagai seorang tuan putri.
Wuxian akhirnya segera turun dari mobil mewah Wangji, berusaha menghindari tatapan heran siswa-siswi yang ada disekolahnya.
" Aku akan menjemputmu nanti, tunggu aku disini" ujar Wangji
" T-Tidak usah.. aku rasa kau perlu waktu untuk fokus dengan pekerjaan mu, aku bisa pulang sendiri"
" Tidak apa.. aku akan menjemputmu nanti" ujar Wangji menelus kepala Wuxian singkat sebelum ia masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Wuxian yang masih menatap kepergian Wangji.
" Wei Wuxian !" ujar Jiang Cheng menghampiri Wuxian
" Pagi Jiang Cheng"
" Wei Wuxian .. Kau.. bagaimana bisa kau kenal dengan Lan Wangji ?"
" Eh ?.. Kau tahu soal Lan Zhan ?" Ujar Wuxian yang membuat Jiang Cheng tercengang ia langsung menarik Wuxian menuju kelas mereka yang masih cukup sepi
" Kau memanggilnya seperti itu .. sebenarnya sedekat apa kalian berdua ?"
" Entahlah aku sendiri tidak tahu"
" Kau ini bagaimana"
"apa dia setenar itu ?"
" Tentu saja apa kau tidak tahu Lan Group perusahaan Global terbesar yang dibangun oleh keluarga kaya raya Lan Qiren bersama kedua keponakannya, Lan Xichen dan Lan Wangji... Lan Xichen merupakan penerus utama perusahaan didampingi oleh adiknya Lan Wangji, mereka berdua dikenal dengan Duo Jade GusuLan" Jelas Jiang Cheng yang membuat Wuxian melongo
" ternyata kau hobi juga ya dengan hal seperti ini"
" Maksudmu ?"
" Bukankah kau membaca semua itu dari majalah ?" Ujar Wuxian menggoda Jiang Cheng
" Kau Kira itu hanya tertulis dimajalah, kau bisa melihat semua informasi mereka di internet bodoh !"
" Ehhh.. Aku tidak tahu itu" ujar Wuxian tersenyum meledek yang membuat Jiang Cheng geram hingga ia menjitak kepala Wuxian pelan, sementara yang dijitak hanya cengengesan.
" Lalu bagaimana bisa kau kenal dengan nya ?"
" Ah .. dia itu datang begitu saja kerumah ku dan mengambil alih perusahaan ayahku sepenuhnya"
" Apa !?"
" Dia juga yang mengusir bibi dan sepupu babiku dari rumah, dan sekarang ia juga yang mengantar ku ke sekolah"
" Apa kau salah makan sesuatu hingga otakmu rusak ?"
" Hei apa maksud perkataan mu itu A-Cheng ?"
" Dengar dia itu terkenal dengan sifat dingin, minim ekspresi dan disiplin keras pada orang lain.. bagaimana bisa ia bersikap baik padamu tanpa alasan ?"
" Ya anggap saja aku beruntung" uja Wuxian nyengir, Jiang Cheng terdiam mendengar ucapan Wuxian, Jiang cheng hanya bisa menghela napas lega setidaknya sekarang tidak akan ada yang menyakiti Wei Wuxian lagi.
...OoOoO...
__ADS_1