The Vampir

The Vampir
Chapter 9


__ADS_3

" Nona Jin apa anda baik- baik saja" ujar Wangji sambil mengguncang pelan tubuh wanita yang saat ini sudah duduk manis di atas sofa.


" ah.. Tuan Lan .. Maaf... mohon maaf kan saya apa saya ketiduran" ujar Wanita ini yang langsung berdiri dan membungkuk meminta maaf pada Wangji.


" Tidak apa"


" Saya permisi dulu Tuan Lan" Ujarnya sebelum dengan segera berlari keluar meninggalkan Wangji yang hanya terdiam.


" Xu Huang" gumam Wangji sebelum ia berbalik menuju jendela, dengan berlahan Wangji membuka jendela ruangannya yang ada di lantai paling atas bangunan ini dan melompat keluar melalui, ia melompat dengan sangat mudah menuju gedung di sebelahnya sebelum ia menghilang begitu saja.


" Wei Wuxian ...oi .. Wei Wuxian !! "


" Ah..i-iya "


" kau ini bagaimana .. sejak tadi kau melamun saja .. apa ada masalah , ayo fokus kerjakan tugas ini" ujar Jiang Cheng kesal menunjuk - nunjuk buku yang ada di badapannya.


" baiklah" ujar Wuxian pelan sebelum membaca buku nya Jiang Cheng dan Nie Huaisang hanya bisa terpaku mendapatkan respon yang demikian dari Wuxian yang biasanya akan protes terlebih dahulu sebelum mau mengerjakan sesuatu .


" Wei Wuxian .. apa kau ada masalah ?"


" Ah..tidak ...tidak ada"


" Kau yakin ?"


" Tentu saja.. aku baik- baik saja" Ujar Wuxian sebelum kembali fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya. Dalam hitungan menit Wuxian menyelesaikan semua tugas yang membuat Jiang Cheng semakin melongo, tidak biasanya Wuxian akan mengerjakan tugas seserius ini terlebih lagi tanpa mengeluh ataupun menjahili dirinya dan Nie Huaisang.


" Xian Xian bisakah kau membantu ku ?" Ujar seorang wanita yang baru saja mendekati mereka Wuxian tersenyun sebelum mengangguk


" aku tidak mengerti yang ini" ujar gadis ini Wuxian langsung menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami Jiang Cheng semakin yakin jika Wuxian ada masalah.


" Wei Wuxian kau yakin, kau tidak ada masalah apapun ?"


" A-Apa maksudmu A-Cheng"


" Kau benar – benar berbeda hari ini aku yakin kau pasti memikirkan sesuatu" Ujar Jiang Cheng menatap Wuxian intens


" Jiang Cheng benar .. apa kau ada masalah Wei Wuxian .. tidak biasanya kau begini, pendiam dan menurut" Ujar Nie Huaisang setuju dengan ucapan Jiang Cheng


" Tidak aku hanya sedang ada sedikit masalah, dan aku rasa aku akan sedikit kewalahan dalam menghadapi masalah ini" Wuxian terdiam sebelum menghela napas panjang " Aku hanya ingin menyelesaikan semua ini sendiri"


" Kenapa kau tidak menceritakannya,  kami pasti akan membantu mu Wei Wuxian" Ujar Nie Huaisang


" Huaisang benar, seharusnya kau segera ceritakan masalah mu pada kami, kami pasti bisa membantumu kok"


" Tidak aku tidak akan melibatkan kalian dalam masalah ini, aku akan berusaha sebaik yang aku bisa jika memang aku tidak bisa apa-apa maka aku akan melakukan hal lain untuk menyelamatkan diriku dari semua ini"


" Kau ini bagaimana ?.. kau itu tidak sendirian Wei Wuxian"


" Tidak .. untuk sekali ini saja biarkan aku sendirian menghadapi masalah ini.. Lagipula aku sedang percaya diri" Ujar Wuxian tersenyum lebar yang membuat Jiang Cheng mendengus pelan.

__ADS_1


.....


Waktu serasa begitu singkat bagi Wuxian siang telah berganti dengan malam dan jam diruang utama sudah menunjukkan pukul 21.00 dan ia masih betah berdiam diri ditempat ini bermalas – malasan ditemani Tv yang sejak tadi tidak dihiraukan olehnya, pikirannya melayang entah kemana, ia sudah benar - benar sendirian ditempat ini para pelayan sudah pulang ke rumah mereka masing-masing 30 menit yang lalu.


" Cih.. kenapa dia belum kembali" Ujar Wuxian gusar ia sejak tadi sudah uring – uringan menunggu sosok yang seharusnya sudah kembali sejak 1 jam yang lalu. Ia sangat benci ditinggalkan sendiri, tidak tepatnya ia takut ditinggalkan sendirian entah kenapa ia merasa benar - benar gusar jika berada dirumah ini sendiri itulah sebabnya kenapa Wuxian sengaja menyetel televisinya dengan volume yang tinggi,ia tahu jika diluar sana ada penjaga yang akan selalu menjaga rumah ini tetap aman tapi dia tidak akan masuk kedalam rumah ini karena tugasnya harus memastikan rumah ini tetap maan luar dan dalam.


Wuxian hanya mampu terdiam duduk diatas sofa sambil memeluk kakinya entah kenapa ia merasa benar-benar gusar sekarang semuanya terasa sangat membingungan untuknya, keganjalan dalan hatinya tidak bisa ia hilangkan begitu saja terlebih lagi rasa kesal dan sedih ketika mengetahui Lan Wangji yang sudah menciumnya dan hampir melakukan hal diluar nalarnya sebagai seorang remaja, hal itu hanya karena dirinya dianggap sosok dari masa lalu  oleh Lan Wangji.


'Seandainya aku benar – benar adalah reikarnasi dari Yiling Laozu apa aku bisa bersama dengan Lan Wangji selamanya ?'


" Arrrrggghhh... apa yang sedang aku pikirkan ?" Ujar Wuxian mengacak rambutnya gusar, sungguh ia sendiri bingung kenapa sekarang dirinya malah tertarik pada sosok Lan Wangji,apakah mungkin ia telah menyukai orang yang jelas – jelas adalah seorang pria, bukankah selama ini ia adalah anak normal.


" Ahh.. tidak ..tidak itu mustahil, ayolah Wei Wuxian jangan berpikir yang aneh – aneh, bekerjalah seperti seharusnya jangan memikirkan hal yang aneh seperti ini " gumam Wuxian sambil memukul kepalaya pelan.


Wuxian kembali terdiam menatap jam dinding diruangan ini, Wuxian menghela napas panjang ketika melihat jarum jam yang sudah menunjukkan angka 11, rasa kantuk yang sudah menghapirinya semakin menjadi hingga tanpa sadar ia sudah tertidur diatas sofa.


Tak lama setelah Wuxian tertidur, sosok yang sejak tadi ia tunggu kedatangannya tengah terdiam menatap wajahnya yang nampak begitu damai, Wangji berjongkok dihadapan Wuxian dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya.


" Wei Ying .. apapun yang terjadi aku akan melidungi mu" Gumam Wangji mengelus wajah Wuxian lembut, sebelum ia menggendong Wuxian, membawa tubuh kecil itu menuju kamar.


Wangji langsung membaringkan tubuh mungil Wuxian diatas tempat tidur dan menyelimutinya, dengkuran halus dari pemuda manis ini membuat Wangji kembali tersenyum.


" Hanguang - Jun" Wangji langsung berbalik ketika mendengar seseorang yang memanggilnya sosok pemuda dihadapannya langsung membungkuk hormat sambil tersenyum simpul menatap Wangji yang hanya mampu terpaku


" K-Kau ...


.....


" Lan Zhan" Gumam Wuxian yang langsung bangkit dari tempat tidur, dengan tergesa – gesa ia keluar kamar hingga berlari menuruni tangga sebelum ia terhenti dengan wajah kecewa ketika melihat ruang makan sudah rapi menyisakan 1 porsi roti untuknya saja


" Tuan Muda Wei.. anda sudah bangun" Ujar seorang pelayan yang hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Wuxian sebelum ia berbalik.


" Tuan Muda ?"


" Hari ini aku tidak sarapan aku ingin dikamar saja bi" Ujar Wuxian sebelum melangkah malas menuju kamarnya, Wuxian menghepaskan tubuhnya ke atas tempat tidur entah kenapa ia benar – benar tidak ingin melakukan apapun hari ini. Namun sesuatu menarik perhatian Wuxian hingga ia melangkah mendekati jendela, ia termenung heran ketika melihat sosok seorang pria dengan wajah yang sangat mirib dengan lan Wangji tengah berbicara dengan seorang pria tidak tepatnya mereka tengah berdebat diantara pohon – pohon Wuxian hanya bisa mengernyit heran siapa pria yang diajak berdepat dengan sosok itu dan siapa pria dengan wajah mirib dengan Lan Wangji itu, tanpa mau berpikir panjang lagi Wuxian langsung berlari turun dan segera menuju halaman belakang rumahnya.


Wuxian mendekat ke area dimana ia melihat dua sosok pria itu, berharap jika mereka berdua tidak akan menyadari kehadirannya ditempat ini,


" Xu Huang .. kau benar - benar keras kepala" Ujar sebuah suara yang membuat Wuxian semakin yakin jika tengah terjadi sesuatu disini. Wuxian semakin mendekat ke arah suara tersebut , entah kenapa jantungnya terasa terpacu ketika mendengar suara - suara aneh yang timbul entah dari mana, bahkan suara dua besi yang beradu memenuhi gendang telinganya.


" Apa yang terjadi disini" Gumam Wuxian heran ia sudah yakin jika tempat ini adalah tempat ia melihat dua sosok itu tapi kenapa ia tidak menemukan apapun, ia hanya mendengar suara – suara tanpa bisa mengetahui asalnya.


" Tuan Muda Wei !!" Teriak seseorang yang membuat Wuxian langsung menghentikan langkahnya Wuxian terdiam ketika lehernya terasa perih luar biasa dan ia hanya bisa mematung ketika melihat sebilah pedang sudah bertengger didepan leher mulusnya.


" Wei Wuxian apa kau lebih memilih menggali kuburan mu sendiri dengan datang ketempat ini, tapi aku merasa beruntung atas kedatanganmu" Ujar pria dibelakang Wuxian sambil tergelak tawa puas


" Xu Huang . ..jangan sakiti dia" Ujar sosok pria dengan wajah sangat mirib dengan Lan Wangji ini menatap Wuxian dengan tatapan khawatir.


" Lan Xichen .. aku sedang tidak main – main dengan kalian jika kalian masih saja menggangguku aku tidak akan segan – segan menghabisi apapun yang berharga bagi kalian, termasuk pemuda manis kekasih adikmu ini !" Ujar Xu Huang yang membuat Wuxian terpaku

__ADS_1


" Xu Huang .. urusan mu dengan kami dengan GusuLan kenapa kau menyeret orang yang tidak ada sangkut pautnya tentang masalah ini"


" Bukan kah dia sudah menjadi bagian GusuLan sejak dulu.. bahkan adikmu sangat menyayanginya hingga ingin ikut mati bersama dengannya sunguh ironi" Ujar Xu Huang tergelak tawa.


" Kau..


Wuxian semakin tidak mengerti dengan semua ini, kepalanya terasa berat bahkan matanya terasa berkunang – kunang


" Wei Ying" Ujar Wangji yang baru saja mencapai hutan ini


Wangji merasa tubuhnya tersiram air es, bergetar luar biasa ketika metanya menangkap sosok Wuxian yang tengah dikekang dengan sebilah pedang ditelehnya, sementara orang yang dibelakang Wuxian sudah tertawa puas, Wangji mengepalkan tangannya geram ia tidak ingin gagal untuk kedua kalinya melidungi pemuda yang sangat ia sayangi ini, walaupun sosok yang sekarang ini belum mengingat siapa dirinya tapi Wangji tidak peduli akan hal itu.


" Xu Huang .. jangan sentuh dia"


" Hanguang - Jun .. aku hanya ingin agar kau menuruti semua perkataan ku maka dia kan baik baik saja bagaimana ?"


" Wangji" Ujar Lan Xichen berusaha memberikan Wangji peringatan agar berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak


" Xiong Zhan" Lan Xichen hanya bisa mengehela napas pasrah melihat tatapan sendu sang adik yang sudah sangat putus asa.


" Hanguang-Jun jangan berusaha untuk mendekat ataupun memangil pedang mu atau kepalanya akan terputus"


Wangji hanya bisa mengepalkan tangannya erat, merasa geram namun tidak mampu melakukan apapun.


" Kemudian Hanguang - Jun silakan segel kekuatan mu sendiri"


Wangji hanya bisa menatap tajam pada Xu Huang, sementara Wuxian menatap Wangji sendu


" Jangan Lan Zhan" Ujar Wuxian yang sudah hampir menangis, Wangji hanya bisa menggeleng pelan sebelum menyegel kekuatannya sendiri, Lan Xichen hanya mampu menghela napas berat ia benar – benar geram pada sosok pria licik dihadapannya ini.


" Lan Xichen apa yang kau lakukan ?..cepat segel kekuatanmu juga"


" Kau" Ujar Wangji geram namun ia langsung terdiam ketika melihat pedang yang kembali menekan leher Wuxian hingga meneteskan darah, Lan Xichen hanya bisa menurut melakukan apa yang telah dilakukan Wangji sebelumnya, namun Xichen langsung terhenti ketika melihat tubuh Xu Huang terlempar begitu saja.


" Wei Ying" Gumam Wangji terkejut ketika melihat kilat mata Wuxian yang sudah berubah dari sebelumnya, dengan sekejap Wuxian sudah tidak lagi berada dalam kukungan pria bernama Xu Huang ini, tubuh Xu huang sudah terhempas entah kemana oleh energi merah yang mengerikan.


Wuxian menatap ke arah Xu Huang dengan pandangan marah, matanya mulai berkilat merah sebelum ia mengangkat tangannya hingga energi merah legam mengikat tubuh Xu Huang, mengangkatnya diatas udara sebelum kembali menghempaskan tubuh itu keras keatas tanah.


" Wei Ying!!" UjarWangji yang langsung mendekati Wuxian yang sudah mencekik teher Xu Huang, laki – laki paruh baya itu hanya bisa meronta ketika energi mereh yang bahkan tidak bisa ia lawan ini mencekik lehernya.


" Wei Ying hentikan" Ujar Wangji berusaha mengehentikan Wuxian namun Wuxian hanya diam menatapnya tajam dengan mata merahnya " Wei Ying sadarlah" Ujar Wangji menguncang tubuh Wuxian pelan. Namun Wuxian hanya diam sebelum menghempaskan Wangji yang membuat Wangji melangkah mundur.


" Wangji , Tuan Muda Wei belum sadar sepenuhnya kita harus melakukan sesuatu agar ia tidak lepas kendali" Ujar Xichen sebelum ia membantu adiknya melepaskan segel yang Wangji aktifkan di tubuhnya sendiri. Wangji berusaha mendekai Wuxian yang masih di kelilingi oleh energi merah mengerikan namun ia lagsung melangkah mundur ketika energi itu berbalik menyerangnya.


" Wei Ying !!" Ujar Wangji berusaha menghentikan Wuxian yang semakin mengeratkan cekikannya di leher Xu Huang, hingga terdengar suara tulang patah dari sana, sosok Xu Huang sudah lenyap menjadi abu. Lidah Wangji terasa kelu ia tidak mempu bersuara sedikitpun hingga jantungnya terasa berhenti berdetak ketikaWuxian berbalik dan menatapnya.


" Wei.. Ying..."


...oOoOo...

__ADS_1


__ADS_2