The Vampir

The Vampir
Chapter 13


__ADS_3

Wangji menyusuri lorong yang penuh pilar megah ini dengan terburu – buru, seharunya hari ini ia hanya berada diYiling seharian mengawasi sekitar perumahan dan mengawasi pemuda manisnya yang sekarang tengah menjadi incaran banyak orang, namun ia terpaksa meninggaltan tempat itu dengan berat hati, karena ia diminta kembali ketempat ini. Hanya ada satu hal yang membuat sang kakak memintanya untuk segera kembali seperti ini.


" Tuan Muda anda sudah sampai "


" Hm"


"Anda sudah ditunggu di ruang makan Tuan Muda"


" Baik terima kasih"


Wangji kembali menyusuri rumah besar bak istana ini dengan langkah capat setiap pelayan yang berpapasan dengannya memberikan hormat dengan sangat anggun namun ia hanya focus dengan satu hal segera bertemu dengan kakak dan pamannya dan segera kembali ke Yiling.


" Wangji" ujar seseorang ketika Wangji masuk ke ruang makan


" Paman, Xiong Zhang" Ujar Wangji memberi hormat


" Duduklah Wangji"


Wangji hanya menuruti perkataan sang paman sebelum duduk berhadapan dengan kakaknya


" Jadi apa yang ingin paman bicarakan ?"


" Kita makan terlebih dahulu baru membicarakan hal ini"


Wangji ingin menolak untuk makan dirumahnya ini, tapi karena sang paman sudah meminta mau tidak mau ia hanya bisa menurut. Wangji terus melirik jam tua yang berdiri kokoh diruangan ini, sudah 1 jam ia lewatkan ditempat ini dan ia sudah tidak mau membuang – buang waktu.


" Wangji aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi paman minta kau fokus dulu ke masalah ini.. Lagi pula kau tidak usah menghawatirkan tentang itu dia sudah dijaga oleh banyak orang jadi aku rasa dia akan baik – baik saja" Ujar Qiren sebelum menyesap tehnya.


" Maaf Paman apakah ini masalah Pemburu dan Jin Guangyao ?"


" Hm"


" Wangji apa kau sudah mendengar jika akhir – akhir ini mereka memperketat penjagaan mereka di Yiling, Yunmeng dan juga Gusu, aku takut jika mereka mulai mengendus sesuatu dari mu" Ujar Xichen


" Xiong Zhang tidak usah khawatir, aku akan berhati – hati"


" Hm .. aku tahu kau tidak mudah untuk ketahuan.. tapi ingatlah jika mereka melakukan semua tidakan itu tanpa memandang latar belakang"


" Aku akan menjelaskan semuanya pada mereka jika memang mereka mencurigai Lan maka aku yang akan menyelesaikannya Xiong Zhang"

__ADS_1


" Wangji !" bentak Qiren yang langsung membuat Wangji terdiam " kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan, apa kau kira semuanya akan semudah itu, tentu saja tidak Wangji, bukan hanya mereka yang akan menjadi masalah kita" Ujar Qiren menatap Wangji dengan tatapan tajam.


" Sudah bertahun tahun keluarga kita membantu para pemburu untuk membersihkan para Vampir, yang mereka tahu kita adalah keluarga kultivasi yang diberkati, dan mereka tidak tahu kenyataan bahwa kau juga adalah bagian dari Vampir ingatlah itu, kemampuan mu dan kemampuan Kultivasi yang seharunya seorang kultivator miliki telah bercampur dengan kemampuan Vampir"


" Paman kemampun Wangji tidak seperti kemampuan Vampir.. dia-


" Xichen.. aku tidak ingin mendengar apapun lagi, karena hari ini mereka menanyakan langsung pada ku tentang Wangji dan itu artinya mereka sudah curiga, aku tidak ingin menyalahkan mu Wangji, tapi kau sudah membuat sebuah kesalahan"


" Maaf paman aku tidak pernah tahu jika pria itu ada disana, salain itu aku tidak pernah menunjukkan kekuatan ku sepenuhnya"


" Kau bisa menghabisi Vampir itu tanpa Bichen tentu saja kau menggunakan kemampuan yang kau dapatkan dengan menghisap darah manusia"


" Paman aku –


" Ya aku tahu jika kau melakukan itu bukan untuk mendapatkan kekuatan, tapi ingatlah hal itu juga berpengaruh dengan energi mu, jika seperti ini terus kau tidak ada bedanya dengan Wei Wuxian"


" Paman sudah cukup aku mengerti kenapa paman berkata demikian, tapi ingatlah paman Wangji terpaksa melakukan semua itu, paman sangat tahu bagaimana keadaan Wangji jika dia tidak meminum darah, dan aku rasa semua itu sangat berbeda dengan Vampir pada umumnya, Wangji tidak pernah membunuh seseorang"


" Aku tahu itu.. aku sangat mengerti itu hanya saja aku merasa sangat kecewa dengan mu Wangji, hanya karena pemuda tengil seperti dia kau melakukan hal bodoh seperti itu, seandainya saja kau –


" Paman !" ujar Xichen agak emosi, ia paling tidak suka jika pamannya ini membahas tentang alasan Wangji melakukan ini semua, ia paling tidak suka jika Wangji harus dipandang rendah bahkan oleh pamannya sendiri


" Paman sudah cukup aku mohon, jangan membahas ini lagi, aku tahu apa yang dilakukan Wangji dimasa lalu adalah sebuah kesalahan besar, tapi aku mohon jangan menyalahkannya terus menerus... Paman seharusnya kau mengerti bagaimana sakitnya Wangji, dan bagaimana menderitanya Wangji.. Dia hanya sulit menerima kenyataan ini" Ujar Xichen pelan yang membuat Wangji memalnigkan wajahnya dia sudah tidak ingin mengingat masa kelamnya itu.


" Wangji ... jangan menunduk seperti itu, angkat kepala mu" Ujar Xichen tegas yang membuat Wangji hanya menurut " Paman .. kenapa setiap kau marah pada sesuatu kau selalu membawa Wangji di dalamnya kau bahkan mengingung adik Wei, bukankah dulu paman menerima adik Wei apa adanya, bahkan paman sudah menyayanginya karena dia sudah melahirkan seorang cucu yang sekarang sangat membanggakan untuk mu.. apa Paman sudah lupa bagimana paman mengantar kepergian adik Wei dengan-


" Xichen !.. Sudah cukup .. jangan membuat ku semakin marah"


" Paman.. kau merasakan bagaimana sedihnya ditinggalkan oleh adik Wei, paman seharusnya mengerti bagaimana terpuruknya Wangji saat itu" ujar Xichen pelan yang membuat Qiren menghela napas panjang.


" Baiklah Xichen aku mengerti .. Wangji maafkan paman, paman hanya tidak mengerti harus bagaimana, aku hanya..


" Tidak .. paman jangan meminta maaf padaku"


" Wangji .. aku hanya .. hanya" gumam Qiren pelan, ia tidak mampu mengatakan apapun dihadapan keponakannya ini, Wangji hanya bisa diam ketika melihat Paman nya memalingkan Wajah berusaha menghindar darinya.


" Dengar Wangji aku tidak ingin hal seperti ini terlulang lagi jadi ku mohon berpikir dengan baik sebelum kau mengambil tindakan"


" Baik paman" Ujar Wangji menunduk hormat

__ADS_1


" Wangji, kakak ingin agar kau hati – hati saat berada diluar rumah, jangan sembarangan menggunakan kemampuanmu, jika memang sangat mendesak gunakan bichen saja untuk pergi kesuatu tempat.. mungkin itu sedikit sulit tapi ini demi kebaikanmu"


" Baik Xiong Zhang aku mengerti"


" Tunggu kita belum selesai bicara" ujar Qiren ketika melihat Wangji berdiri dari duduknya.


" Wangji duduklah dulu ini masalah Jin Guangyao, aku yakin kau harus mendengarnya ini demi adik Wei" Ujar Xichen yang membuat Wangji langsung menurut


" Jadi Wangji apa benar pemuda itu adalah reikarnasi dari Wei Wuxian ?"


" Hm"


" Aku ingin kau benar – benar menjaganya kali ini walau bagaimanapun dia tidak seperti Wei Wuxian yang dulu tubuhnya masih terlalu lemah, dan Jin Guangyao memanfaatkan itu semua untuk memburunya, kau tahu pria itu sudah kita cari selama bertahun tahun namun tetap saja tidak berhasil sedangkan sekarang dia sudah begerak secara terang – terangan jadi aku rasa dia akan segera muncul" Ujar Qiren yang langsung dijawab anggukan oleh Wangji.


" Wangji aku tidak ingin masa lalu terulang lagi, jadi aku ingin agar kau tidak memaksakan dirimu, terlebih lagi melakukan hal hal bodoh, aku hanya mengkhawatirkan kalian" Ujar Qiren yang membuat Wangji terdiam sebelum ia menduk


" Baik Paman Wangji mengerti"


" Jangan pergi dulu setelah ini anak itu akan segera kembali.. dia sangat ingin bertemu dengan mu" Ujar Qiren yang membuat Wangji terdiam


" Baik paman"


Hari beranjak semakin sore ketika Wuxian menginjakkan kakinya ke dalam rumah, hari ini ia merasa agak kecewa ketika tahu orang yang menjemputnya bukalah Wangji.


" Selamat datang Tuan Muda Wei" ujar para pelayan ketika Wuxian memasuki rumahnya


" Hm.. Bibi apa Lan Zhan sudah pulang"


" Maaf Tuan Muda, Tuan Lan belum kembali sejak pagi tadi"


Wuxian langsung tertunduk lesu mendengar jawaban dari pelayannya ini, ia merasa begitu kecewa hari ini Wangji pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun padannya, bahkan pria yang sangat ia sayangi itu belum juga kembali hingga hari sudah sore seperti ini.


" Lan Zhan kemana kau pergi" Gumam Wuxian sebelum ia mengambil handphone nya dan kembali berusaha menghubungi Wangji namun nomornya masih tidak aktif, ingin rasanya Wuxian membanting benda ini karena kesal. Wuxian langsung melempar handphonenya keatas tempat tidur sebelum melangkah menunju kamar mandi ia hanya berharap bisa bertemu dengan Wangji jika memang ia tidak bisa menjeput tak apa tapi setidaknya Wangji menjawab telepon darinya dan mengatakan keberadaannya saat ini dimana itu saja sudah cukup.


" Lan Zhan menyebalkan" Gumam Wuxian yang masih mengguyur tubuhnya dibawah Shower menikmati setiap tetes air yang membasahi kulitnya sebelum ia menatap kearah pintu kamar mandi ketika mendengar suara langkah kaki.


" Lan Zhan" ujar Wuxian namun tidak ada jawaban dari luar, dengan berlahan Wuxian mematikan Shower mengambil sebuah handuk sebelum ia melangkah keluar kamar mandi, ia hanya terdiam heran ketika melihat kamarnya kosong.


" Lan Zhan " Ujar Wuxian melangkah keluar kamar mandi namun tidak ada seorangpun dikamarnya ini. Tak lama setelah Wuxian keluar kamar mandi suara benda terjatuh terdengar dari dalam sana, dengan berlahan Wuxian melangkah masuk ke kamar mandi memeriksa setiap sudut disana namun ia tetap tidak menemukan apapun.

__ADS_1


" Hmm.. Lep.. Hmm"


...OoOoO...


__ADS_2