
“ Tidak Wangji !.. Jangan lakukan itu”
“ Xiong Zhang.. Aku sudah tidak membutuhkan ini lagi” Ujar Wangji tersenyum tipis sebelum melempar Giok lambang keluarga Lan.
“ Kau !.. aku benar – benar membuatku semakin kecewa” Ujar Qiren dengan wajah merah padam amarah yang sejak tadi berusaha ia bendung kini sudah tidak bisa ia tahan, tampa ragu – ragu Qiren menghunuskan pedangnya pada Wangji yang hanya terdiam menatap sang paman yang sudah tersulut emosi.
“ Jika kau memang ingin mati maka dengan senang hari aku akan membantumu”
“ Paman !” Ujar Xichen yang sudah bingung harus berbuat apa
“ Jadi paman benar – benar ingin membunuh ku ?.. aku tidak menyangka ternyata paman tidak ada bedanya dengan orang – orang keluarga Lan lainnya.”
“ Apa maksudmu hah !”
“ Kalian hanya membuaku merasa semakin terpuruk dengan kata – kata keji kalian semua pada ku, semua yang sudah aku korbankan untuk keluarga Lan, tapi semua itu tidak pernah membuat pandangan kalian berubah. Untuk apa aku melakukan hal tidak berguna lagi, aku akan mengakhiri ini semua paman”
“ Lan Wangji.. kau benar – benar ingin membuang nama keluarga mu”
“ Paman , Wangji aku mohon hentikan ini” Ujar Xichen
“ Kakak.. aku akan mengurus semua ini” Ujar Wuxian pelan sebelum ia maju mendekati Wangji, menurunkan pedang Qiren dengan serulingnya.
“ Paman aku rasa kau tidak perlu melakukan semua ini. Aku akan dengan senang hati pergi dari tempat ini. Kau tidak usah membuang buang tenaga mu paman”
“ Wei Ying.. Aku
“ Sudah kau jangan mengatakan apapun lagi, aku sudah membuat keputusan, kita pergi dari sini”
“ Hmm” Ujar Wangji yang hanya bisa mengikuti Wuxian pergi meninggalkan Qiren dan Xichen.
Xichen terus berusaha menahan Wangji yang sudah semakin jauh namun semua usahanya percuma, Wangji tidak pernah menoleh kebelakang sosok adiknya yang amat ia sayangi kini memilih pergi meninggalkan keluarga yang sudah membesarkannya.
“ ini semua salah paman” Ujar Xichen geram
“ Apa katamu ?!”
“ Jika saja paman tidak berkata seperti itu semua ini tidak aka terjadi”
“ Lan Xichen apa kau juga ingin pergi bersama adikmu ?.. kau lebih mementingkan 1 orang dari pada semua keluarga mu.. apa ku ingin menjadi orang tidak berguna sama seperti dia !?”
“ Kalian bukanlah keluarga, kalian hanya sekumpulan orang tirani.. Wangji satu – satunya kelu-
Xichen tertegun ketika wajahnya terasa perih dan panas, ini untuk pertama kalinya ia ditampar oleh sang paman
“ Berani sekali kau bicara seperti itu !” Ujar Qiren geram
Xichen hanya bisa terdiam sebelum ia pergi meninggalkan pamannya yang marah besar
“ Apapun yang terjadi Sizhui tidak akan pernah aku serahan pada kalian”
…..
Wangji hanya bisa terdiam menatap pemdangan kota di hadapannya, malam penuh cahaya lampu yang indah membuat semua mata terkesima ketika menatapnya, namun tidak dengan Wangji wajahnya yang biasanya minim ekspresi kini tengah menunduk sendu.
“ Lan Zhan.. apa kau baik – baik saja ?” Ujar Wuxian menatap Wangji yang hanya diam sejak tadi, Wangji hanya mengangguk pelan.
“ Apa kau tidak yakin dengan semua keputusan yang kau ambil ?”
“ Tidak aku sudah lelah dengan mereka semua.. aku hanya merasa bersalah pada Xiong Zhan dan Sizhui”
“ Ini adalah keputusan Sizhui sendiri, aku rasa kau tidak usah merasa bersalah.. Apapun yang terjadi dalam keluarga Lan. A- Yuan tetap putra kita” Ujar Wuxian pelan
“ Ya aku rasa ajaran paman benar – benar melekat pada anak itu”
“ Lan Zhan, maaf jika aku mengungkit sesuatu yang tidak ingin kau ingat. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi di keluarga mu setelah aku pergi ?”
“ Hhmm.. aku tidak ingin mengungkit semua itu, tapi aku rasa kau harus tahu” ujar Wangji pelan
__ADS_1
“ Hari itu setelah hari pemakamamu aku sudah tidak bisa perfikir dengan benar aku .. aku sudah kehilangan akal sehatku ketika aku tahu jika kau meninggalkanku, entah mengapa malam itu tanpa berpikir aku langsung berusaha menyusulmu, maafkan aku Wei Ying.. padahal aku seharusnya berkerja keras untuk putra kita”
“ Lan Zhan..” Gumam Wuxian sendu
“ Setelah itu aku terbangun di atas genangan darahku sendiri, aku kira aku sudah mati hari itu, tapi ternyata, aku sama sekali tidak mengingat anugrah untuk keluarga Lan. Aku hidup kembali dengan hukuman yang harus aku terima karena di anggap menolak anugrah yang diberian pada ku. Semuanya berubah sejak hari itu, aku tidak bisa menikmati hidupku seperti sebelumnya, aku tidak bisa merasa kenyang hanya dengan makan, aku terus berusaha untuk menahan diriku agar tidak meminum darah orang lain. Tapi semua itu percuma, kutukan itu mengubahku menjadi monster aku bahkan sampai membunuh beberapa warga gusu karena kecerobahan ku, aku benar – benar lelah dengan kehidupan ku selama ini. Semua orang mulai memandangku sebelah mata, mereka selalu menghinaku, menyalahkan ku atas kesalahan yang mereka lakukan sendiri, mereka bilang keluarga Lan akan mendapat kesialan jika orang terkutuk seperti ku masih berada di Gusu. Aku selalu menjadi kambing hitam mereka”
“ Lalu apa yang dilakukan oleh kakak Lan”
“ Apa yang bisa ia lakukan ia hanya bisa membelaku, membelaku dengan segala cara memberikan semua yang ia punya demi mempertahankan ku di Gusu, padahal aku tidak menginginkan semua itu, aku ingin segera pergi dari keluarga Lan, jika saja tidak ada Sizhui ataupun Xiong Zhan mungkin aku sudah pergi sejak awal. Bertahun – tahun aku menahan hinaan mereka, aku selalu melakukan semua perintah yang diberikan padaku aku berusaha sebisa mungkin agar tugas ku tidak pernah gagal, namun tetap saja pandangan mereka padaku tidak pernah berubah, aku hanya orang gagal yang tak diharapkan dalam keluarga Lan”
“ Lan Zhan” Gumam Wuxian sendu ia tidak pernah menyangka seorang Lan Wangji yang sangat di hormati Clan Lan kini menjadi hinaan, semua ini karena karena dirinya, jika saja mereka tidak pernah bertemu sebelumnya mungkin kehidupan Wangji tidak akan menjadi seperti ini.
“ Lan Zhan .. maafkan aku..ini semua karena kesalahan ku” Ujar Wuxian sendu
“ Tidak .. jangan berkata seperti itu..selama ini aku selalu merasa jika diriku bodoh telah melakukan hal seperti itu, aku sama sekali tidak ingat tentang pantangan keluarga kami. Aku benar – benar tidak bisa berpikir jernih hari itu dan entah mengapa aku melakukan hal bodoh seperti itu”
“ Lan Zhan aku ingin bertanya pada mu.. jika suatu saat nanti aku pergi apa kau akan melakukan hal bodoh lagi ?”
“ Walaupun aku lakukan aku tidak akan bisa mati bukan, semua itu membuatku kesakitan”
“ Ya aku harap kau tidak melakukan hal seperti itu lagi, aku tidak ingin kau menyakiti diri sendiri seperti ini “
“ Sebenarnya aku tidak benar – benar abadi, jika aku dibunuh oleh orang lain mungkin aku bisa mati”
“ Sudah jangan membicaran hal itu lagi, Kita harus melakukan sesuatu dengan keadaan kita sekarang, aku rasa kita harus kembali ke Yilling, kita bisa tinggal di sana bersama”
“ Tapi bagaimana dengan kuliah mu ?”
“ hmm.. Aku bisa kekampus dari Yilling, lagi pula kita bisa meneruskan perusahan ayahku kan Lan Zhan. Bukankah perusahaan ayahku diberikan kepadamu”
“ Hmm .. tapi aku sudah meninggalkan keluarga Lan, aku tidak yakin jika perusahaan itu masih menjadi hak ku”
“ Kau benar, aku lupa jika perusahaan ayah juga dikelola oleh keluarga Lan”
“ Wei Ying, aku rasa kita bisa memulai semua hal dari awal, aku ingin mencobanya” Ujar Wangji yakin yang membuat Wuxian hanya tersenyum setuju pada Wangji yang sudah sangat yakin.
Akhirnya hari itu Wangji membawa Wuxian kembali ke Yiling, bahkan ia tidak menyadari jika mereka diikuti oleh seseorang dibelakang sana. Pagi telah berganti dengan Malam ketika mereka mencapai rumah megah ditengah hutan Yilling, Wuxian langsung melempar tubuhnya yang lelah menuju sofa, tubuhnya terasa hancur karena kelelahan.
“ Sudah berapa lama aku tidak menginjakkan kakiku dirumah ini, aku rasa bibi menjaga rumah dengan sangat baik” Ujar Wuxian tersenyum senang “ Tapi kenapa tidak ada orang ya ?”
“ Semua pelayan sudah pulang, ini sudah tengah malam” Ujar Wangji pelan sebelum mendekati Wuxian
“ Wei Ying.. maaf aku sudah tidak bisa menahannya” Ujar Wangji memelas, Wuxian hanya bisa tertawa geli sebelum ia merentangkan tanggannya meminta Wangji mendekat. Wangji hanya menurut sebelum mendekat dan mulai bekutat dengan bibir ranum pemuda manisnya ini, ******* wuxian membuat Wangji semakin bersemangat menuruni leher mulus Wuxian menebar tanda merah disana sebelum dengan berlahan Wangji menanjabkan keempat taringnya disana.
“ Ahhh.. Lan Zhan” Wuxian hanya bisa mendesah pelan ketika darahnya dihisap ganas oleh Wangji, sensasi panas di leher ini membuatya gila, entah sejak kapan ia malah terangsang dengan semua kegiatan makan malam Wangji.
“ Lan … Zhan sudah..cukup aku tidak kuat lag..ahh .. kau membuatku gila” Ujar Wuxian dengan wajah merah padam.
“ Wei Ying” Ujar Wangji dengan mata mengkilap merah membuat Wuxian semakin memanas, Wangji menjilat sisa darah di bibirnya sebelum ia kembali merunduk menjilati leher Wuxian.
“ Lan Zhan…”
“ Wei Ying kau tegang” Ujar Wangji tepat disebelah telinga pemuda manis ini yang membuat Wuxian semakin malu.
“ Ini semua salah Mu”
“ Aku akan membantu mu” Ujar Wangji mulai membuka satu persatu kancing kemeja
Wuxian, Wangji semakin bersemangat ketika melihat dua tonjolan pink didada Wuxian dengan beringas ia memainkan lidahnya di atas sana membuat Wuxian semakin meronta nikmat dengan ******* manis yang tidak bisa ia tahan.
… PRAAANGG……
Suara keramik pecah menghentikan kegiatan panas mereka, Wuxian hanya bisa terdiam kaku ketika melihat sosok pelayan yang berdiri dengan tubuh gemetar di belakang sana.
“ T-Tuan Muda M-Maafkan saya” Ujar pelayan itu sebelum dengan segera membersihkan Vas keramik yang ia jatuhkan. Wangji hanya diam sebelum menutupi tubuh Wuxian yang bertelanjang dada dengan blazer nya.
“ Kau pelayan baru dirumah ini ?” Ujar Wangji pelan sebelum mendekat pada wanita itu
“ I-Iya Tuan..S-Saya Ling Mei” Ujar wanita itu menunduk
__ADS_1
“ Wei Ying pergi ke kamar.. aku akan menemuimu nanti”
Wuxian sama sekali tidak bisa mengatakan apapun ia langsung menuruti perintah Wangji, pergi meninggalkan Wangji yang masih bicara dengan Wanita itu.
“ Ling Mei.. Lihatlah aku”
Pelayan itu hanya bisa mengikut perintah tuannya menatap mata merah Wangji dengan wajah tertegun. Wangji hanya menyeringai membuat Gadis ini semakin gemetar ketakutan
“ Ling Mei”
“ Dengarkan aku, aku tidak suka dengan orang yang tidak mengikuti perintahku, jika kau berani mengatakan sesuatu pada orang lain aku tidak akan segan segan padamu” Ujar Wangji menatap gadis ini tajam mebuatnya semakin gemetar ketakutan sebelum dengan segera berlutu dihadapan Wangji
“ Aku akan menuruti semua perintah Tuan.. aku tidak melihat apapun, aku tidak akan mengatakan apapun pada orang lain, saya mohon jangan sakiti saya Tuan” Ujarnya menangis dikaki Wangji
“ Aku tidak akan menyakitimu, selama kau ingat menutup mulut”
“ Baik Tuan.. saya akan selalu mengingat itu”
“ Bagus. Kembali ke kamarmu”
“ B-Baik Tuan”
Wuxian hanya bisa termenung dipinggir tempat tidurnya, apa yang akan ia katakan pada gadis itu besok, jika sampai semua pelayan di rumah ini tahu mungkin ia akan dalam masalah, apalagi jika sepupu gendutnya tahu ia akan memjadikan ini semua sebagai bahan untuk menghancurkan reputasinya di kampus.
“ Sial” Gumam Wuxian kesal
“ Wei Ying”
“ Lan Zhan.. apa saja yang dikatakan oleh pelayan itu ?” Ujar Wuxian yang langsung menghampiri Wangji
“ Kau tidak usah khawatir ia tidak akan mengatakan apapun besok”
“ Apa yang kau lakukan padanya ?”
“ Tidak ada, sudah kau tidak usah memikirkannya, lebih baik kita istirahat dan bangun pagi – pagi besok”
“ Tapi Lan Zhan bagaimana jika dia mengatakan sesuatu pada orang lain.. bagimana jika dia mengatakan sesuatu pada bibi Mo”
“ Wei Ying.. kau tidak usah takut, lihat saja besok, dia tidak akan mengatakan apapun”
“ Kenapa kau begitu yakin” Ujar Wuxian kesal melihat sikap Wangji yang dengan santainya ganti baju.
“ Ya seperti yang aku bilang tadi, dia tidak akan mengatakan apapun” Ujar Wangji lagi sembari memilih Baju untuk Wuxian
“ Kau selalu saja begitu.. apa kau mengancam gadis itu ?”
“ itu adalah cara yang paling mudah bukan”
“ Kau becanda kau benar – benar mengancamnya”
“ Kau tidak usah khawatir dia tidak akan berani mengatakan apapun, jadi untuk sementara kau tidak usah bertemu dengannya dulu, kau pasti masih merasa canggung dengannya buka”
“ tentu saja aku canggung di melihatku melakukan sesuatu denganmu itu sangat memalukan”
“ Apa kau semalu itu, jika orang lain tahu hubungan kita ?” Ujar Wangji agak sedih yang membuat Wuxian langsung terdiam sebelum mendekati Wangji dan memeluknya erat
“ Lan Zhan tidak begitu maksudku, aku hanya tidak suka jika sampai bibi mo tahu dia itu wanita yang menerikan kau tahu kan”
“ Hm.. sudah jangan bicarakan ini lagi ayo kita tidur” Ujar Wangji sebelum dengan telaten mengganti pakaian Wuxian dengan Piyama.
Wangji hanya tersenyum ketika melihat Wuxian mengulurkan tangan meminta Wangji tidur di sebelahnya, ia langsung menurut melopat ke arah Wuxian membuat pemuda manis itu tertawa senang.
“ Wei Ying” Gumam Wangji sebelum mengecup kening Wuxian lembut
“ apapun yang terjadi aku akan selalu bersama mu”
“ Hm.. aku juga akan selalu bersama mu.. aku menyayangi mu Lan Zhan”
__ADS_1
...OoOoO...