
" Bagaimana ?"
" Maaf tuan ku.. Xu Huang juga gagal"
" Jadi begitu.. sepertinya Hanguang – Jun benar – benar menjaga pemuda itu dengan baik"
" Sebenarnya Tuan.. Yilling Laozu sudah bangkit kembali"
" Maksudmu ?"
" Reikarnasi Wei Wuxian sudah mengingat semua yang sudah terjadi dikehidupan sebelumnya.. dan karena itulah Xu Huang tidak bisa berbuat banyak.. pemuda itu mengamuk"
" Jadi begitu, setidaknya orang itu sudah mempermudah pekerjaanku" Ujar sosok pria yang duduk nyaman di hadapan bawahannya ini sambil tertawa
" Guangyao .. kita akan bergerak serius sekarang"
....
" Wei Ying bangunlah .. ini sudah siang kau harus segera berangkat" Ujar Wangji mengguncang tubuh pemuda manis yang masih bergelung nyaman dibawah selimut ini.
" Hmmm.. Lan Zhan, sebentar lagi"
" Wei Ying"
" Aisshh.. Lan Zhan cerewet" Ujar Wuxian kesal sebelum menarik selimutnya hingga menutupi kepala.
" Apa kau mau aku yang memandikanmu seperti dulu" Goda Wangji yang membuat wajah Wuxian merah padam sebelum ia segera bangun dari tidurnya
" Lan Zhan mesum !!" teriak Wuxian sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi, Wangji hanya tersenyum melihat pemuda manisnya yang bahkan tidak berubah setelah ratusan tahun.
" M-Maaf tuan .. ada tamu yang ingin bertemu dengan anda" Ujar pelayan agak canggung yang membuat Wangji heran.
" Siapa ?"
" Maaf tuan saya juga kurang tahu siapa, beliau datang dan langsung marah – marah dibawah" Ujar sang pelayan agak takut.
" Hm ..baiklah, aku akan segera turun.. tolong ambil jasku dikamar, dan siapkan semua barangnya aku akan segera berangkat setelah Wei Ying selesai"
" Baik Tuan"
Wangji langsung turun ke lantai satu rumah megah ini, dimana seorang pria yang mengenakan stelan jas mahal itu telah menunggunya.
" Lan Wangji kau ini benar – benar keterlaluan" Ujar pria ini yang membuat Wangji terdiam heran.
" Ada apa Tuan Nie .. kenapa anda datang dan langsung marah marah seperti ini ?"
" Aku sudah mengatakan pada mu sebelumnya bukan jika memang kau ingin bekerja sama dengan mereka kau seharusnya menandatangani kontrak dengan mereka kenapa kau malah menghancurkan semuanya seenakmu seperti itu" Ujar pria ini agak emosi
" Apa kau tahu mereka protes pada ku, padahal kau ini sangat disegani dan disanjung oleh mereka, tapi lihatlah akibat ulah mu semuanya kacau"
" Tuan Nie .. kenapa anda bicara begitu.. aku sudah mengatakan aku tidak suka dengan cara kotrak mereka"
" Lalu kenapa kau tidak mengatakannya dengan baik – baik jangan main pergi begitu saja.. sepertinya aku harus bicara dengan Xichen.. ah tidak lupakan saja, Xichen juga tidak akan mengatakan apa – apa padamu kau itu adik kesayangannya"
" Tuan Nie .. kenapa anda sangat antusias dengan kontrak itu .. tidak biasanya anda begini"
" Wangji kau sendiri yang bilang jika kau ingin mecari seorang dikota ini kan .. dia itu pasti bisa membantumu" Ujar pria bernama Nie Mingjue ini sambil tersenyum menatap Wangji.
" Sayangnya pria itu sudah terlambat aku sudah menemukan orang itu sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota ini" Ujar Wangji yang membuat Mingjue tercengang
" Apa .. tapi bagaimana bisa ?"
" karena aku mencarinya" Ujar Wangji datar yang membuat Mingjue menepuk dahinya sendiri.
" Biklah – baiklah aku mengerti, aku rasa akan jadi masalah besar jika aku memaksamu untuk menyetujui kontrak itu, aku ingin hari ini kita bertemu lagi dengan Tuan Jin dan membicarakan masalah ini baik – baik"
" Itu tidak perlu.. aku tidak ingin bertemu dengannya lagi"
" Apa !.. kau ini
" Lan Zhan" Ujar seseorang yang membuat Mingjue langsung terdiam,
" Wei Ying kau sudah siap ?"
" Hm .. baru saja"
" Ada apa ini ?.. Aiyaa.. Tuan Nie Mingjue" Ujar Wuxian memberikan salam, sementara Mingjue menatap Wuxian heran.
__ADS_1
" Anda pasti lupa saya teman Nie Huaisang .. dulu kita pernah bertemu di sekolah"
" Ahh.. Wei Wuxian" Ujar Mingjue saat mengingat sosok manis dihadapannya ini, Wangji langsung menatap Mingjue dengan tatapan tidak suka.
" Wangji kenapa kau bisa bersama dengannya ?"
" Dia pacarku" Ujar Wangji pelan yang membuat Nie Mingjue langsung ternganga tidak percaya.
" Apa kau sehat ?"
Wuxian langsung memukul Wangji pelan melihat ekspresi Nie Mingjue yang menatapnya tidak percaya
" Dia hanya bercanda Tuan Nie.. D-Dia memang suka mengatakan humor yang tidak lucu" Ujar Wuxian sambil tertawa canggung
" Tidak .. tidak mungkin selama bertahun – tahun aku kenal dengan Xichen aku tidak pernah melihat seorang Lan Wangji bercanda seperti itu, semua yang dikatakan olehnya adalah kebenaran" Ujar Mingjue tercengang.
" Aku harus segera pergi ke kantor" Ujar Mingjue sebelum lari meninggalkan ruang utama rumah ini.
" T-Tunggu Tuan Mingjue" Ujar Wuxian berusaha menyusul namun ia tidak bisa mobil pria paruh baya itu sudah melewati gerbang rumahnya dengan sangat cepat.
Wangji hanya tersenyum puas ketika melihat Wuxian yang menatapnya kesal
" Lan Zhan kau ini ada – ada saja, kenapa kau bilang begitu, bagaimana jika dia salah paham dengan ku, bisa – bisa Nie Huaisang menyebar gosip tidak benar di sekolah"
" Kau tidak usah khawatir.. lagi pula saat Nie Mingjue seperti ini dia akan sangat sensitive "
" Kenapa kau sangat yakin seperti itu ?"
Wangji hanya tersenyum tipis pada Wuxian yang membuat pemuda bewajah manis ini menatap Wangji heran.
" Sudah ayo kita sarapan" Ujar Wangji yang hanya dituruti oleh Wuxian.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, mereka berdua langsung meninggalkan rumah, seperti biasa Wangji akan mengantarkan Wuxian menuju sekolah sebelum ia berangkat ke kantornya.
" Woii.. Wei Wuxian" Sapa seseorang yang membuat Wuxian menghentikan langkahnya
" Jiang Cheng"
" Kau ini bagaimana.. dari kemarin aku berusaha menghubungi mu tapi nomermu terus saja sibuk.. katakan apa saja yang kau lakukan kemarin malam" Ujar Jiang Cheng menuding Wuxian.
" Aku hanya dirumah.. memangnya ada apa Jiang Cheng .. apakah terjadi sesuatu yang penting" Ujar Wuxian tertawa sambil merangkul pundak Jiang Cheng.
" Aiiyaa.. kau galak sekali A- Cheng"
" Aku sedang serius jangan bercanda Wei Wuxian"
" Memangnya ada apa sih .. sampai kau serius begitu"
" Hari ini ada mayat ditemukan dengan keadaan yang sangat misterius di kota Yiling"
Wuxian langsung terdiam mendengar perkataan Jiang Cheng.
" Katanya keadaan mayat pria ini sangat aneh"
" Aneh bagaimana ?"
" Seluruh tubuh pria ini pucat pasi, bahkan bibirnya membiru, seperti tidak ada darah dalam tubuhnya,dan dari hasil pemeriksaan memang korban dikatakan meninggal karena kehabisan darah .. Tapi pria ini tidak mengalami luka sedikitpun ditubuhnya"
" Lalu ?"
" Katanya sampai sekarang kematian pria ini masih tidak diketahui penyebabnya, dan anehnya kasus seperti ini ternyata bukan hanya terjadi di Yilling saja.. ada banyak daerah yang pernah melaporkan kejadian seperti ini sebelumnya" ujar Jiang Cheng ngeri
" aneh bukan" Ujar Jiang Cheng bergidik ngeri namun lawan bicaranya hanya diam saja dibelakang sana
" Woii.. Wei Wuxian kenapa kau malah melamun disana !"
" Aahh..I-Iya" Ujar Wuxian sebelum menyusul Jiang Cheng
....
Wangji terdiam menatap langit yang mulai memerah diatas sana, ia hanya terdiam menatap orang – orang yang mulai keluar dari bangunan besar dihadapannya ini.
" Eh lihat bukankah itu Lan Wangji" Ujar 2 orang wanita yang kebetulan lewat dihadapannya, Wangji hanya diam mengambil ponselnya memainkan benda pipih itu agar dua orang wanita ini tidak mendekat.
" Maaf.. boleh kami mengobrol sebentar"
" Tidak" Ujar Wangji dingin yang membuat kedua wanita ini langsung cemberut
__ADS_1
" Kenapa begitu kami hanya ingin kenalan kok.. Siapa tau kita bisa menjadi rekan"
" Benar Tuan Lan .. kami ini penggemar berat mu .. sungguh sebuah keberuntungan besar bagi kami bisa melihat mu di Yunmeng.. apa yang sedang anda lakukan ditempat ini"
Wangji hanya diam membiarkan kedua wanita ini heboh.
" Lan Zhan" Ujar seseorang yang membuat Wangji langsung menatap kearah dimana seorang pemuda manis melangkah mendekat.
" Wei Ying" Ujar Wangji yang langsung tersenyum sebelum menarik tangan Wuxian dan membukaan pintu mobil untunya.
" T-Tunggu dulu Tuan Lan.. kenapa kau pergi begitu saja" Ujar salah satu wanita yang mendekatinya sejak tadi namun Wangji masih tetap hanya diam menganggap mereka berdua tidak ada.
"Lan Zhan jangan begitu"
" Tidak apa Wei Ying.. aku merasa terganggu dengan mereka jadi biarkan saja"
" Kau ini. Walaupun begitu kan kau bisa bicara baik –baik katakan kalau kau sedang sibuk kan bisa" Bisik Wuxian yang membuat Wangji menghela napas panjang.
" Baiklah"Ujar Wangji sebelum menutup pintu mobilnya
" Maaf nona – nona saya sedang sibuk jadi saya permisi dulu"
" Tuan Lan .. kami hanya ingin berfoto sekali saja dengan mu bagaimana.. kami mohon"Ujar mereka memelas.
" Maaf nona saya sedang buru – buru"
" T-Tunggu Tuan Lan kami mohon sekali saja, kami mohon Tuan Lan" Ujar mereka menghadang Wangji yang sudah akan pergi
" Baiklah cepat" Ujar Wangji singkat sebelum kedua wanita ini langsung merapat pada Wangji dan mengambil foto.
" Sudahkan" Ujar Wangji sebelum ia pergi
" Terimakasih banyak Tuan Lan" Ujar kedua wanita ini yang bahkan tidak ditanggapi oleh Wangji ia hanya diam masuk ke mobilnya dan pergi.
" Kau memang sangat terkenal ya" Ujar Wuxian terkekeh pelan
" Wei Ying" Ujar Wangji tidak suka.
" Aku hanya bercanda jangan marah"
" Aku tidak suka dengan kebiasaan orang sekarang .. aku sering diminta berfoto dengan mereka, biasanya hanya anak dari pegusaha yang merupakan rekan bisnis yang meminta tapi sekarang, ada cukup banyak orang yang seperti itu" Ujar Wangji datar yang membuat Wuxian tertawa pelan.
" Jadi kau ini tidak tahu kenapa mereka melakukan itu, kau ini benar – benar cuek ternyata... kau ini sangat terkenal di media sosial tahu"
" Membosankan"
" Mereka sangat memuja seorang Lan Wangji kau memang hebat, tapi kau pasti tidak menyadari jika salah satu kariawan diperusahaan mu juga sangat tergila – gila pada mu hingga ia membuat akun untuk membagikan foto – foto mu" Ujar Wuxian yang membuat Wangji menatap pemuda manis disebelahnya ini dengan tatapan tidak percaya.
" Dasar kurang kerjaan .. siapa orang nya ?"
" Aku lupa, nanti kita lihat, kalau tidak salah aku pernah membuka akun itu"
Wangji hanya mendengus pelan mendengar cerita Wuxian tidak heran jika akhir – akhir ini ada banyak remaja yang bertemu dengannya malah teriak – teriak tidak jelas, tapi Wangji tidak mau ambil pusing tentang hal itu.
" Akan aku blokir semuanya"
"Kau ini .. tidak heran semunya memujamu Lan Zhan .. Lihatlah betapa tampannya dirimu" Goda Wuxian sambil tertawa.
" Wei Ying"
" Baiklah.. baiklah aku bercanda"
Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di rumah, Wuxian langsung turun dari mobil ketika wangji menghentikan mobil mewahnya itu.
" Paman tolong masukkan" Ujar Wangji pelan
" Baik Tuan " jawab sang pelayan sebelum wangji melangkah memasuki rumah menyusul pemuda manis yang mendahuluinya masuk ke dalam rumah megah ini.
Wangji langsung terdiam ketika melihat suasa rumah yang sangat sunyi, Wuxian pun hanya mematung diruang tengah, sedangkan para pelayan berdiri kaku menatap nanar pada sesuatu yang ada ditengah ruang utama.
" Wei Ying ?" Ujar Wangji heran, Wangji langsung terdiam kaget ketika melihat bagaimana mengerikannya ruang utama saat ini.
" Apa yang terjadi ?!" Ujar Wangji agak membentak, sementara Wuxian hanya bisa diam, kakinya terasa lemas dan bergetar hebat.
" Lan Zhan" Ujar Wuxian parau
" Wei Ying ... Wei Ying"
__ADS_1
...OoOoO...