Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Rian yang payah.


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


.


"Selamat sore, Om, Tante!" sapa seorang wanita cantik kepada Tuan Heri dan Mama Sonya. Setelah menyalimi mereka berdua.


Wanita itu melakukan hal yang sama pada Ayah Ridwan dan Bunda Mirna juga.


"Sore juga Nak!" jawab mereka serempak.


"Oya, perkenalkan ini Anita, Calon Dokter spesialis jantung. Dia yang membantu Nando. Waktu Ayla hampir keguguran." Tuan Heri memperkenalkan Anita.


"Jadi kamu yang sudah menolong putri Tante Nak! Maaf, Tante tidak mengenalimu. Ternyata kamu bukan hanya cantik, tapi juga wanita yang sangat baik." ucap Bunda Mirna yang langsung memeluk Anita.


"Agh.. Tante terlalu memuji! Anita adalah sahabat mereka, Tan. Jadi memang sudah seharusnya Anita membantu mereka." Anita ikut membalas pelukan dari Bunda Mirna.


Setelah melepaskan pelukan mereka. Anita memperhatikan pada kedua pasangan baya itu beserta ada beberapa barang, yang berada di atas bangku tunggu.


"Ini kenapa barang-barang nya di taruh di luar seperti ini. Kenapa tidak di bawa kedalam Tan?" Anita bertanya heran.


Karena tadi dia memang berniat ingin melihat Rian dan bertemu Ayla sekalian. Namun dia malah bertemu para pasangan baya itu menunggu di samping pintu masuk.


"Agh.. ! kami sengaja ingin menunggu disini, sekalian menikmati angin." Tuan Heri sudah menjawab lebih dulu. Karena takut para istri mereka mengatakan jika mereka sengaja menunggu Rian dan Ayla menyelesaikan masalah rumah tangganya.


Kan tidak pantas bagi seorang pemilik Erlangga group harus menunggu seperti anak kecil. Pikir Tuan Heri sendiri.


"Sepertinya kita masuk sekarang saja Mir. Soalnya kita sudah terlalu lama bersantai disini." Mama Sonya mengambil barang-barang yang mereka beli tadi untuk di bawa masuk kedalam.


Lagi mumpung ada Anita, Mama Sonya langsung saja mengajak Bunda Mirna masuk. Karena suaminya tidak akan melarang mereka bila ada Anita.


Karena mereka sudah menunggu di sana kurang lebih hampir dua jam. Namun Tuan Heri dan Ayah Ridwan tetap tidak mengizinkan mereka berdua masuk. Termasuk para perawat yang akan memeriksa keadaan Rian


Ceklek....


Pintu di buka oleh Bunda Mirna dengan pelan. Seolah-olah takut membangunkan Rian. Namun ternyata yang tidur bukan Rian, tapi malah Ayla.

__ADS_1


Karena setelah masalah yang mereka bahas, selesai. Ayla langsung mengatakan kepada Rian, jika dia mengantuk ingin tidur. Lalu Rian pun menyuruh Ayla ikut tidur disampingnya.


Dan hanya beberapa menit saja, Ayla sudah tertidur dengan nyenyak. Apalagi Rian mengelus kepalanya dengan lembut. Tentu saja Ayla akan cepat tidur.


"Ayla tidur?" tanya Bunda Mirna mendekat kearah ranjang dengan langkah dan suara yang pelan.


"Iya Bun! mungkin Ay memang terlalu capek tidak istirahat dengan benar. Apalagi saat dia diculik." Rian kembali mengelus kepala Ayla penuh kasih sayang.


Meskipun kedua orang tuanya sudah masuk. Di tambah lagi dengan Anita. Rian tidak merasa canggung ataupun sebagainya.


Yang ada malah Rian semakin menunjukkan jika dia benar-benar sangat mencintai istrinya itu.


"Nit..! Kamu sudah kembali?" Rian duduk dengan pelan, karena takut Ayla terbangun. Sebab dia baru menyadari bahwa gadis yang berada di belakang Mama Sonya adalah Anita sahabat SMA nya dulu.


"Hem..! Aku baru kembali hari ini! Namun dari bandara tadi, aku langsung kesini. Karena aku ingin melihat keadaan kalian. Dan aku tahu dari Nando, jika kamu kena tembak." ucap Anita menjabat tangan Rian.


"Ini, untuk Ayla! dan semoga kamu cepat sembuh seperti sedia kala." ucap Anita memberikan bingkisan yang dia bawa. Namun Anita menaruhnya di atas nakas samping ranjang Rian.


"Terimakasih! padahal kamu sudah mau datang saja, sudah cukup Nit. Tidak perlu repot-repot seperti ini."


Setelah mengatakan itu, Anita duduk di salah satu sofa yang ada disana. Lalu Anita pun duduk di samping Bunda Mirna.


Ini adalah ruang VIP tempat Rian dirawat y



"Bagaimana keadaan kamu sekarang? sepertinya sangat baik ya. Apalagi Ayla sudah memaafkan kamu seperti ini." Anita tersenyum bahagia.


Karena Anita memang tau, jika hubungan Rian dan Ayla begitu banyak mendapatkan ujian. Melihat mereka bisa seperti sekarang. Tentu Anita ikut merasa senang.


"Kamu benar sekali, keadaan ku jauh lebih baik. Setelah Istriku ini mau memaafkan semua kesalahanku! Oya Nit, mau berapa lama kamu disini?"


"Kenapa? Mungkin satu minggu." jawab Anita melihat kearah Rian yang terus mengelus rambut Ayla. Agar Ayla tidak terbangun mendengar suara mereka.


"Tidak ada, Aku hanya ingin mentraktir mu! Jika aku sudah sembuh. Bukankah aku sudah berjanji padamu waktu itu!" Rian yang memang pernah berjanji kala pertama kali, dia mengetahui berita kehamilan Ayla, dari Anita.

__ADS_1


"Dan terimakasih kamu sudah membantu menjaga istri dan anak ku waktu mereka dirawat di sini. Semuanya berkat kamu dan Nando, sehingga aku bisa bersama dengan mereka."


"Tidak perlu berterimakasih kepada ku! orang yang paling berjasa itu Nando, bukan aku. Oya kata Nando tadi, dia sedang menjemput tunangannya di bandara. Mungkin sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini." ucap Anita yang sudah tau, siapa tunangan Nando yang sebenarnya.


"Benarkah?" Rian melihat kearah Papa dan mertuanya. Yang berada di sofa satunya lagi. Entah apa lagi yang di bahas oleh kedua orang tua itu.


"Heem, benar! untuk apa aku berbohong. Apa kamu belum berbaikan dengan nya?"


"Entahlah! dia sendiri yang memutuskan persahabatan kami. Pas disaat Ayla di rawat di rumah sakit ini. Setelah dia memukulku secara membabi buta, dia mengatakan itu, lalu langsung pergi." Rian malah sedikit tersenyum saat mengatakan itu.


Karena ternyata selama ini Nando benar-benar memperlakukan Ayla seperti adik perempuannya sendiri. Berbeda dengan ucapannya pada Rian, yang akan merebut Ayla, bila Rian menyia-nyiakannya.


"Itu karena dia sangat menyayangi istrimu. Lagian salah kamu sendiri yang menyembunyikan semuanya dari orang lain. Akhirnya bukan hanya Ayla yang menjadi korban, tapi dirimu sendiri juga." ucap Anita mengelengkan kepalanya. Karena merasa keputusan Rian benar-benar konyol.


"Apakah kamu sudah mengenal tunangan Nando?" tanya Rian setelah dia meminum obat yang diberikan oleh Mama Sonya.


"Tentu saja sudah! kami sudah beberapa kali bertemu." jawab Anita yang tidak mau memberitahu Rian siapa tunangan Nando.


"Siapa gadis itu? yang sudah membuatnya jatuh cinta. Aku kira dia benar-benar akan merebut istriku. Lalu menikahinya! karena setahu ku. Dia sudah lama menyukai Ayla." keluh Rian yang tetap merasa cemburu.


"Kamu ini sangat payah! jika nando mau, tentu dia sudah merebut istrimu sejak lama Ri. Iya kan, Tante!" Anita meminta pendapat dari Mama Sonya. Karena Bunda Mirna sedang pamit ke kamar mandi.


Dari tadi memang Mama Sonya hanya diam menyimak percakapan Anita dan Rian saja.


"Iya, kamu benar sayang. Rian memang sangat payah. Dia hampir saja, membuang berlian demi batu kerikil. Untung saja, Nak Nando tidak merebut istrinya." Mama Sonya membenarkan, jika anaknya itu memang sangat payah dalam urusan perasaan.


Berbeda bila dalam mengurus perusahaan. Rian malah lebih ahli dari pada Papa nya.


Ceklek....


Nando dan tunangannya yang datang berkunjung.


Mendengar pintunya dibuka. Sontak Rian pun melihat kearah pintu dan.


Deg....

__ADS_1


BERSAMBUNG......😂


__ADS_2