
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Di dalam mobil menuju kediaman mereka. Ayla tidak banyak bicara dia hanya diam seperti orang yang lelah. Rian pun tidak banyak bertanya karena dia mengira jika istrinya memang lelah akibat kurang tidur. Entah mengapa sudah tiga hari ini kedua anaknya sangat rewel.
Baby twins sudah pulang lebih dulu bersama kedua neneknya. Saat Rian menebus resep obat untuk istrinya tadi. Makanya mereka berdua bisa santai seperti saat ini.
Hanya enam belas menit. Mobil Lamborghini milik Rian sudah memasuki pekarangan rumah mereka yang sudah di penuhi oleh kerabat dan juga para sahabat dekat mereka. Setelah Rian turun dia pun membukakan pintu untuk sang istri dan membantunya keluar dengan pelan.
"Kalian sudah datang? Nak bawa istrimu ke kamar. Dia pasti sangat lelah biarkan dia istirahat." sambut Bunda Mirna melihat putrinya seperti menahan sesuatu.
Bunda Mirna paham betul dengan sipat Ayla yang selalu memendam masalah sendiri. Maka dari itulah dia menyuruh Rian membawa putrinya untuk istirahat.
"Tapi Bun---"
"Tidak ada tapi-tapian. Istirahat saja acaranya juga nanti malam. Lagian Arsha juga sedang tidur di kamar kalian." selak wanita baya itu.
"Iya baiklah. Tapi Salsa di mana?" ucap Ayla yang hanya bisa menurut.
"Salsa juga ada di kamar, mereka di temani Mama Sonya. Sudah, masuk lihat sana.". titah Bunda Mirna yang juga ingin melihat persiapan untuk acaranya.
Lalu Rian dan Ayla pun langsung masuk ke kamar mereka yang memang berada di lantai bawah.
Ceklek....
"Sayang kalian sudah sampai. Kebetulan sekali mama mau keluar sebentar.' Rian kamu gendong Salsa dulu ya. Mama nya biarkan istrirahat." ucap Mama Sonya yang sudah merencanakan bersama Bunda Mirna agar anak dan menantunya segera menyelesaikan masalah mereka. Walaupun Ayla menyembunyikan masalah itu dari kemarin nyatanya kedua ibunya mengetahui semuanya.
Tidak lama setelah kepergian Mama Sonya. Salsa yang di gendong oleh Rian pun ikut tidur seperti kakak nya. Lalu pria itu menidurkan putri kecilnya di dalam box bayi.
"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Rian mendekati Ayla yang duduk di pinggir ranjang.
"Sayang!" pangil Rian lagi begitu tidak ada respon dari sang istri.
"Agh, iya sayang ada apa?" ucap wanita itu sedikit kaget.
__ADS_1
"Aku yang ingin bertanya kamu sedang memikirkan apa, Hm!" Rian yang tau pasti istrinya tidak baik-baik saja langsung saja menarik kedalam pelukannya.
Tentu saja hal itu membuat Ayla langsung menangis sejadi-jadinya dalam pelukan lelaki yang sudah berhasil membuat seorang Putri Mikhayla Ridwan jatuh cinta. Apalagi bagi Ayla tempat ternyaman nya adalah dalam pelukan sang suami.
"Ayo cerita ada apa? Jangan membuatku takut melihat dirimu seperti ini. Aku tidak ingin kamu memendam masalah sendirian." dengan penuh kasih sayang Rian membujuk sang istri agar mau bercerita ke padanya.
"Apa aku sudah melakukan kesalan yang tanpa aku sadari sudah menyakiti Istriku?" Pria itu melepaskan pelukannya dan menghapus air mata wanita yang sangat dia cintai.
Ayla belum menjawab karena bingung ingin memulai dari mana. Semenjak dari rumah sakit wanita itu memendam pertanyaan yang selalu menganjal di hatinya. Namun, dia tidak ingin keluarga mereka tahu bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
"Aku ini adalah suamimu, apapun itu aku mohon beri tahu aku bila itu bersangkutan dengan ku. Jangan kamu pendam sendiri, tidak baik bila kamu sampai setres karena memiliki masalah yang di pendam. Coba lihat Arsya dan Salsa apa kamu tidak kasihan pada anak kita. Mereka pasti ikut merasa apa yang mamanya rasakan." jelas Rian dengan lembut agar kata-katanya tidak menyakiti Ayla.
Walaupun Rian baru menjadi ayah beberapa hari ini. Tapi dia sudah tau banyak tentang perasaan istri yang baru melahirkan. Mereka akan mudah tersinggung dan tidak boleh setres. Dua kalimat itu selalu di katakan oleh papanya.
"Jika kamu belum siap maka jangan dulu di ceritakan. Tapi ketahuilah apapun yang ada di dalam pikiran mu. Bila itu bersangkutan dengan ku, tolong percayalah bahwa aku sangat mencintaimu." ujar Rian kembali mengulangi kata yang sama.
"Tidak, aku akan mengatakan sekarang!"
"Baiklah itu lebih baik! Ayo baring lah di pahaku. Aku ingin mendengar istriku menceritakan masalah nya." dengan pelan Rian merebahkan tubuh sang istri agar baring di atas paha nya.
"Hari itu aku tidak sengaja mendengar pembicara kamu dan kak Andre. Aku dengar kamu menanyakan keadaan Bela kan padanya?" lirih Ayla yang tetap masih merasakan sakit saat suaminya menanyakan keadaan wanita yang pernah menjadi kekasihnya.
"Sayang maaf, maafkan aku! Aku---" Rian berhenti ingin mengatakan yang sejujurnya atau tidak.
"Maaf buat apa? Jadi benar kalau kamu masih mengkhawatirkan wanita itu?" sergah Ayla yang kembali duduk seperti tadi. Jangan lupakan air mata yang tadi sudah kering, sekarang keluar lagi.
"Sayang! Tolong dengarkan aku dulu ya! Ayo sini aku akan menceritakan semuanya tapi kamu harus berada dalam pelukan ku." bujuk Rian yang baru menyadari jika Ayla sedang cemburu.
Setelah Ayla kembali masuk dalam pelukannya barulah Rian mulai bercerita. Sambil menciumi kepala istrinya berulang kali. Dengan sikapnya Rian menunjukan bahwa hanya Ayla lah wanita yang dia cintai.
Flashback on...
"Wah, wah, wah! Ternyata kalian ingin bahagia di atas penderita ku?" suara cempreng Andre sudah memenuhi kamar rawat Ayla.
"Kak Andre!" sambut Ayla tersenyum bahagia melihat Andre datang menjenguk nya.
"Kalian ini nggak tau tempat selalu bermesraan." canda Andre yang langsung mendekati box bayi Arsha dan Salsa.
__ADS_1
"Uuuuh gemes banget liat keponakan Om. Syukurlah kalian berdua mirip Mama Ayla tidak mirip papa kalian." ucap lelaki itu dengan gemas. Tanpa memikirkan Rian yang sudah menahan kesal mendengar ucapannya.
"Dre jangan di gangguin, anak gue baru tidur." kata Rian memarahi Andre agar tidak menggangu kedua bayi kembar nya.
"Alah ngomong aja, Lo takut mereka bangun karena ingin bermesraan sama mamanya." cibir Andre langsung berhenti menarik-narik hidung Arsha dan Salsa. Meskipun masih bayi, kedua anak Rian memang memiliki hidung yang mancung sama seperti dirinya.
"Ay selamat ya, semoga cepat sembuh. Maaf kakak nggak bawa apa-apa soalnya tadi begitu ketemu Om Heri sama Om Ridwan, kakak langsung kesini. Tapi kamu tenang saja kakak sudah menyiapkan hadiah untuk si kembar." ucap Andre memberikan selamat.
"Hadiah apa, kakak sudah datang saja Ay sudah senang. Yang penting do'a nya buat si kembar." jawab Ayla yang memang tidak mengharapkan hadiah untuk kedua anaknya. Kecuali do'a terbaik.
"Eh tidak bisa sayang dia harus memberikan si kembar hadiah paling mahal." selak Rian ikut menjawab.
"Ckckck! Dasar Lo bapak serakah. Dengerin tu mamanya aja cuma minta do'anya. Harta sendiri nggak akan habis sampe cucu Lo juga." Andre tukang debat tentunya tidak akan mau kalah.
"Eh yang dari Om nya bedah lah. Kalo dari gue bukan hadiah, emang seluruh harta gue buat merek---"
"Sayang sudah jangan berdebat lagi. Aku mengantuk."potong Ayla agar Rian dan Andre berhenti berdebat.
"Maaf sayang! Kamu tidur saja ya. Aku sama Andre duduk di sofa biar tidak mengangu kalian. Bila ingin sesuatu pangil saja aku" setelah mencium kening istrinya Rian pun mengajak Andre pindah ke sofa yang tidak jauh dari tempat Ayla.
Ayla yang memang mengantuk langsung tertidur tapi tidak nyenyak karena merasakan bekas operasi nya terasa ngilu, sebab obat bius nya sudah mulai hilang. Sayup-sayup dia mendengar Rian menanyakan keadaan Bela mantan kekasih nya. Meskipun tidak jelas tapi Ayla tau saat menanyakan keadaan Bela. Rian menghela nafas panjang.
"Jadi bagaimana keadaan Bela saat ini?" tanya Rian pada Andre.
"Kata Om Heri setelah di kejar oleh pengawal yang berjaga di depan dia berlari keluar. Lalu karena takut tertangkap dia merampas paksa mobil yang berhenti di depan lobi rumah sakit ini. Namun, dia membawa mobil nya sangat kencang sehingga terjadi kecelakaan dan diapun meninggal di tempat." terang Andre juga tidak menyangka kalau Bela sampai senekat itu.
Hari ini Bela mendatangi rumah sakit untuk mencelakai Ayla. Tapi sayang niat nya gagal karena di depan pintu tempat Ayla berada ada delapan orang penjaga khusus yang di siapakan oleh Tuan Heri dan Ayah Ridwan.
Dari sanalah Ayla mulai merasakan cemburu. Ayla pikir Rian masih mencintai mantan kekasihnya. Berhubung masih di rumah sakit wanita itu hanya bisa memendamnya sendiri. Padahal dia hanya mendengar saat Rian menanyakan keadaan Bela saja.
Flashback off
"Jadi seperti itulah ceritanya. Demi Tuhan aku hanya mencintaimu. Percayalah aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku tidak mau bercerita kepadamu karena aku tahu kamu adalah wanita yang baik. Aku tidak mau kamu memikirkan masalah yang tidak penting." seru Rian setelah menceritakan semuanya.
Ada rasa lega juga yang dia rasakan setelah menceritakan pada istrinya. Rian sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menutupi masalah apapun dari sang istri. Hanya saja dia tahu Ayla adalah wanita berhati lembut makanya masalah Bela dia pendam sendiri.
"Bagaimana dia bisa kabur dari tahanan? Bukanya di sana penjagaannya sangat ketat?" tanya Ayla yang sudah berhenti menangis setelah Rian menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Dia kabur bukan dari penjara. Tapi dari rumah sakit. Dia berpura-pura sakit dengan bantuan dari maminya dia bisa kabur dan berniat ingin mencelakai keluarga kita. Untungnya dia ketahuan dan mengalami kecelakaan yang menewaskan nyawanya." kata Rian merasa tenang karena Bela sudah meninggal dunia.