
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, namun Ayla masih engan beranjak dari tempat tidur. Dan malah dia berbalas pesan dengan Vino sahabatnya. Yang mengatakan, jika dia akan datang pada Sabtu sore.
Itupun jika tidak ada halangan. Karna Sari katanya juga mau ikut, untuk merayakan ulang tahun Ayla. Sebab memang sudah yang ke empat kali sekarang, mereka merayakan ulang tahun Ayla bersama dengan Vino.
Karena jika Sari dan Ayla, memang sudah lama berteman. Namun jika dengan Vino, hanya dari awal mereka kuliah saja kenalnya.
Sampai setengah enam sore, barulah Ayla berlalu kekamar mandi untuk membasuh mukanya terlebih dahulu. Sebelum turun kelantai bawah.
Tiba didalam dapurnya, Ayla mengambil semua barang-barang yang akan dia masak. Untuk makan malam mereka nanti.
Karena biasanya, meskipun Rian pulang larut malam. Tapi dia tetap akan makan malam dirumah. Jadi mau tak mau, Ayla Ingin memasak sendiri.
Namun baru saja dia ingin memulai pekerjaan nya, tapi perutnya kembali lagi bergejolak ingin muntah, seperti tadi siang.
Lalu Ayla cepat-cepat berlari ke wastafel untuk memuntahkan cairan yang keluar dari mulutnya. Karena tadi siang juga, dia muntah sampai hanya mengeluarkan air saja.
"Oooeek oooeek.." Ayla yang kembali muntah-muntah, sampai dia tidak memiliki tenaga untuk berdiri, bila tidak bertahan pada tembok.
"Ada apa dengan diriku? apa jangan-jangan, memang benar perkataan pegawai Apotik tadi." ucap Ayla yang bersandar di tembok untuk menahan tubuhnya yang bergetar dan mengeluarkan keringat di pelipis maupun di tubuhnya.
Tadi siang, ketika Ayla kembali lagi ke Apotik yang dia datangi beberapa hari lalu.
Flashback...
"Selamat siang Nona! ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang pegawai disana, yang bertulis nama tag nya Heni.
"Siang juga! saya ingin membeli obat asam lambung. Atau obat masuk angin." jawab Ayla singkat.
__ADS_1
"Apakah Nona belum sembuh juga? bukannya Nona adalah...! Nona yang juga membeli obat masuk angin waktu itu?" tanya nya sambil mengingat-ingat wajah Ayla yang sempat menjadi pembicaraan mereka. Karna kecantikan dan keramahan nya.
Ayla pun tersenyum dan mengangguk membenarkan. Karena waktu itu, Ayla juga membeli obat oles untuk menghilangkan rasa sakit kepalanya yang terasa pusing. Namun waktu itu Ayla datangnya pagi, sebelum berangkat ke kampus.
"Maaf Nona, jika saya boleh tahu, apakah dari saat Nona membeli obat oles waktu itu, Nona belum sembuh juga? tanya si pegawai.
"Belum, malah rasanya bertambah parah saja, mungkin asam lambung saya, juga kumat." Ayla yang menjelaskan lebih detail sakitnya.
Sehingga membuat si pegawai tersenyum seraya berkata.
"Maaf, saya rasa Nona bukan masuk angin ataupun asam lambung nya yang sedang kumat."
"Lalu, saya sakit apa? jika bukan sakit itu." tanya Ayla merasa heran. Karena biasanya, bila dia muntah-muntah. Cukup membeli obat masuk angin yang oles saja.
Setelahnya akan sembuh sendiri, begitu pula asam lambungnya. Tinggal minum obat asam lambung, maka juga akan sembuh. Pikir Ayla.
"Sekali lagi maaf Nona! jika saya lancang. Apakah Nona ini sudah memiliki suami? jika memang sudah, saya rasa Nona sedang hamil muda. Bisa jadi Nona sedang masa yang disebut morning sicnknees." terang si pegawai yang memang sudah sedikit paham masalah ibu hamil. Karna mereka juga pernah sekolah di bagian Apoteker.
Melihat Ayla nya malah bengong, si pegawai itu, kembali lagi menjelaskan, agar tidak salah asal-asalan menebak juga.
"Baiklah, kalau begitu saya mau beli alat tes kehamilan saja dulu." Ayla yang sudah kembali pada rasa kagetnya tadi.
"Iya, silahkan Nona mau alat yang mana?"
"Saya mau semua alat ini. Agar hasilnya nanti bisa memuaskan saya." jawab Ayla sedikit merasa bahagia, jika benar di dalam perutnya sekarang, sudah ada bayi, anaknya dan Rian.
Anak dari laki-laki yang dia cintai. Antara rasa takut dan bahagianya, lebih besar rasa bahagia yang Ayla rasakan sekarang.
Takutnya, bila Rian tidak mengakui anak mereka. Namun bahagianya, meskipun Ayla tidak bisa memiliki Rian. Tapi setidaknya, Ayla memiliki kenangan terindah pada pernikahannya.
Setelah sadar dari lamunannya tadi. Ayla langsung mengelus perutnya yang masih rata, dengan kedua telapak tangannya.
"Sayang, apa benar jika kamu sudah ada disini..! apa sekarang aku benar-benar sedang hamil? Ya Tuhan, semoga saja ini benar." tangis Ayla langsung pecah, saking merasa bahagia nya. Jika dia benar-benar sedang mengandung saat ini.
Setelah itu, Ayla menghapus air matanya dan dia, buru-buru lagi kembali ke lantai atas, tempat kamar tidur mereka. Lalu mengambil alat tes kehamilan yang tadi disimpan nya dengan rapi.
__ADS_1
Dengan tangan sedikit gemetar, Ayla mengambil alat itu dan membawanya masuk kedalam kamar mandi, untuk melakukan pengetesan.
Dan sudah ada sepuluh menit kemudian, yang terdengar hanya suara Ayla yang menangis. Ayla menangis karena merasa bahagia, ternyata tebakan pegawai tadi siang benar. Jika dia sedang mengalami
morning sicnknees.
"Ternyata benar, jika aku sedang hamil. Ternyata di dalam sini, sudah ada anak ku!" Ayla kembali menangis bahagia.
"Sayang...! terimakasih karena kamu sudah hadir di dalam perut mama! apapun yang akan terjadi nanti. mama tidak perduli, asalkan kamu selalu sehat di dalam sini."
Ayla kembali lagi melihat semua alat tes kehamilan, yang dia gunakan tadi, sebelum kembali menyimpan nya.
Karna Ayla belum ingin memberi tahu Rian malam ini.
Tapi setelah hari ulang tahunnya nanti, Ayla ingin membuat kejutan untuk Rian dan kedua orang tua mereka.
Ini mak author punya sendiri ya 😂
***************
Setelah menyimpan alat itu kedalam laci. Ayla bukannya kembali ke bawah buat memasak, tapi malah sebaliknya. Ayla langsung memesan makanan lewat diliveri, melalui handphone nya saja.
Karna jangan kan untuk kembali memasak, membayang kan saja. perut Ayla sudah mau muntah lagi.
Dan akhirnya sambil menunggu kedatangan pesanannya dan Rian dari perusahaan. Ayla memilih untuk melihat-lihat keterangan ibu hamil, melalui handphone.
Karna ini adalah anak pertama nya, jadi Ayla ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya nanti, yang belum diketahui jenis kelaminnya.
Rencananya nanti, untuk pemeriksaan pertama. Ayla ingin Rian yang menemaninya periksa.
Jadi sebisa mungkin, menjelang beberapa hari kedepan. Ayla akan menyembunyikan kehamilan nya dari siapapun. Terkecuali kepada para raeder yang sudah membaca.
Karna, tidak bisa Ayla pungkiri, bila mereka akan membicarakan kehamilan nya. Apalagi, berkat dukungan atau suport dari mereka semua lah. Mak author mau melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ......😂