Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Nando dan Sari.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Sudah hampir sepuluh menit perjalanan, Sari dan Nando masih belum sadar jika mereka berdua menaiki mobil yang sama. Walaupun mereka satu arah. Namun, mereka belum ada janjian sebelumnya, jika akan pergi bersama.


"Astaga, kak! Kenapa aku bisa ikut mobil kakak?" ucap Sari kaget setelah dia melihat pemandangan di luar mobil.


"Entahlah, kakak juga tidak tau kenapa!" Nando mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena dia sama tidak sadar, kalau tadi dia sendiri yang menarik tangan Sari masuk ke dalam mobil nya.


"Aa...apa, aku turun di sini saja? Tolong turunkan aku di depan, aku akan memesan taksi." Sari yang merasa malu ingin turun dan menaiki mobil lain.


"Tidak perlu! Sudah terlanjur juga kan? Bukanya tujuan kita ke tempat yang sama? Jadi ikut mobil kakak saja, lagian tidak baik anak gadis naik mobil sendiri di tempat asing seperti di sini. Kita belum tahu bagaimana orang-orang nya." kata Nando mencegah agar gadis itu tidak turun dijalan.


"Em, hm! Baiklah kalau begitu aku ikut mobil kakak saja, sebetulnya aku juga takut bila naik mobil lain." cicit Sari dengan cepat, karena merasa konyol akan kelakuan dia hari ini, yang menaiki mobil seorang laki-laki tanpa di minta oleh empunya mobilnya. Pikir Sari.


Tidak berbeda dari Sari, Nando juga merasa malu. Dia mengira jika Sari sadar saat dia menarik tangan gadis itu ke dalam mobilnya. Padahal Sari tidak sadar sama sekali ketika tangannya di tarik.


"Bagaimana jika kita makan dulu?" ucap mereka secara bersama. Niat hati ingin menghilangkan rasa canggung di antara mereka. Namun bukannya hilang, tapi mereka berdua malah semakin merasa canggung.


"Heem" Nando berdehem agar jantung nya kembali normal sebelum dia kembali melanjutkan.


"Bagaimana jika kita mencari makanan dulu sebelum kita melanjutkan perjalanan? Sepertinya di depan begitu banyak penjual makanan khas pulau ini," ujar Nando menawarkan kembali. Meskipun dia tau jika tadi Sari juga ingin mengatakan itu.


"Iya, tidak masalah! Tadi sebetulnya aku ingin mengajak kakak singah di depan juga. Pasti Ayla senang bila kita datang membawa makanan untuk nya. Karena setahu ku, ibu hamil itu suka dengan berbagai macam makanan." tanpa sadar gadis itu kembali tersenyum membayangkan wajah cubi Ayla.

__ADS_1


Deg...


"Jantung gue! Kenapa bisa begini? Perasaan dari tadi malam menjadi tidak normal seperti ini. Bukan pertanda karena gue menyukainya kan?


Nando melamun melihat ke arah wanita yang berada di sampingnya penuh tanda tanya.


"Kak! Kakak kenapa?" tanya Sari karena Nando melamun melihat ke arah dirinya.


"Agh.Hah, Aa...apa? Kamu tadi bilang apa?" tanya Nando tergagap setelah ketahuan memperhatikan gadis itu.


"Aku bertanya kakak kenapa?" ulang Sari merasa bingung. Biasanya lelaki yang ada di sampingnya ini tidak pernah terlihat seperti orang bodoh. Yang ada dia selalu menampilkan wajah dingin dan cool nya.


"Kakak sedang melihat kam----" Nando tidak jadi melanjutkan ucapan nya, yang hampir saja keceplosan mengatakan sedang melihat Sari.


"Iya! Kakak sedang melihat apa? Aku belum paham?" ulang Sari untuk kedua kalinya.


"Kakak sedang melihat... melihat, makanan apa yang cocok untuk Ayla." elak nya setelah mendapatkan alasan lain dengan berpura-pura melihat ke penjual yang berjejer di sepanjang jalan.


"Budi kita berhenti di depan ya?" Nando langsung mengalihkan pembicaraan mereka dengan meminta anak buahnya mengetepikan mobil.


"Baik, Pak," jawab singkat anak buahnya yang di pangil Budi.


"Kamu turun lebih dulu ya? Pilih saja makanan apa saja yang baik untuk ibu hamil dan juga untuk kita. Nanti kakak akan menyusul ke dalam. Sekarang kakak igin menelpon orang tua kakak sebentar, soalnya tadi kakak belum sempat mengabari mereka." kata Pria itu memperlihatkan layar ponselnya. Dan Sari pun melihat nya, ternyata benar jika lelaki itu sedang menghubungi kontak mama nya.


"Oke, jika begitu aku duluan. Kakak tidak perlu buru-buru." Sari pun keluar lebih dulu dari mobil, lalu dia pun berjalan masuk ke sebuah toko makanan yang lumayan besar. Di toko ini terdapat berbagai macam makanan khas pulau itu.


Cukup lama Sari berkeliling sendiri melihat makanan yang akan di belinya untuk Ayla dan juga mereka berdua. Namun, tidak lama setelah itu barulah Nando menyusul dia masuk ke toko itu.

__ADS_1


"Apa kakak sudah selesai meneleponnya?" Sari bertanya setelah Nando ikut berjalan di samping nya.


"Sudah! Kakak hanya memberikan kabar saja, takutnya mama kakak khawatir." ucap Nando mengambil alih keranjang kecil yang di tenteng oleh Sari.


Melihat tindakan Nando yang spontan mengambil alih keranjang di tangannya. Membuat jantung wanita itu berdetak lebih kencang. Bagaimana tidak, saat Nando mengambil keranjangnya tadi, tidak hanya jari tangan mereka yang bersentuhan. Namun, posisi mereka hampir saja seperti orang yang hendak berpelukan. Dapat Sari cium bau parfum dari tubuh lelaki tampan itu masuk kedalam hidungnya. Sehingga membuat jantung nya berdebar kencang.


"Sar, kita akan membeli apa lagi?" suara lembut Nando menyadarkan Sari dari pikiran Traveloka nya.


"Kita akan membeli apa saja. Yang penting agak banyak agar bisa di bagikan pada para pelayan juga." ujar Sari sudah kembali lagi mengambil makanan lalu di masukan ke keranjang yang Nando bawa.


"Ternyata dia memiliki hati yang baik juga. Dia sama seperti Ayla dan Nesa, di sela kegiatan yang mereka lakukan, tetapi mereka masih sempat memikirkan para pelayan. Perbedaannya gadis ini bar-bar sekali. Masa iya tadi dia langsung mengatakan jika dia sempat berpikir kalau aku sedang memperhatikan nya, meskipun dugaannya benar."


Tanpa sadar Nando sedikit menyugikan senyum dan sudah kembali lagi memuji gadis yang dari tadi malam sudah mengacaukan pikiran nya. Padahal saat bersama Ayla saja dia tidak seperti ini.


Sewaktu masih kuliah dulu, Nando, Andre dan Rian memang sudah di gilai oleh para gadis di universitas Erlangga. Namun selain Nesa dan Ayla, tidak ada satu orang gadis pun yang bisa menarik perhatiannya seperti saat ini. Biasanya ketika bertemu Sari, dia tidak pernah merasakan apapun. Bahkan saat Ayla di rawat, mereka berdua sering pergi mencari makanan ke luar. Tapi tidak ada perasaan yang aneh seperti saat ini.


"Kak ini sudah banyak, ayo kita ke kasir." ajak Sari yang sekarang bergantian menyadarkan Nando dari pikirannya yang masih menduga-duga tentang perasaannya saat ini.


*BERSAMBUNG*.....


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya kakak raeder tersayang semuanya 🤗 Untuk beberapa bab memang masih menceritakan kisah Nando dan Sari. Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena insha Allah nggak banyak ko', hanya dua bab lagi selesai. Setelah itu baru kita lanjut ke kisah bbg Rian dan Ayla.


Untuk yang masih selalu setiap, terimakasih banyak.🙏🙏😘😘😘


__ADS_2