
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Pagi-pagi sekali Nando sudah berangkat ke Restoran di mana tempat kantornya berada. Hari ini dia akan mengadakan rapat bulanan bersama para Manajer yang mengelola restoran miliknya.
Sedangkan Sari hanya tinggal di rumah. Wanita itu mengatakan akan pergi berkunjung ke rumah Ayla sahabatnya. Padahal yang sesungguhnya terjadi dia sedang merasa tidak enak badan. Namun, tidak mau mengatakan pada sang suami karena dia tahu hari ini Nando sangat sibuk.
Hampir dua puluh menit mobil mewah Nando sudah tiba di parkiran restoran mewah miliknya. Lalu Pria itu turun sambil menyapa para pegawai yang sudah mulai bekerja termasuk juga Dewi. Melihat kedatangan Nando wanita itu sengaja mencari Kesempatan agar bisa dekat dengan sang Bos.
"Selamat pagi Tuan muda." sambut Manager yang mengelola Restoran tersebut, sedangkan para Manajer yang lainnya memang belum pada datang.
"Ya pagi juga semuanya." menjawab sembari tersenyum kecil karena dia memang tidak bisa menunjukkan senyumnya jika bukan pada orang-orang terdekat saja
"Maaf sambil menunggu yang lainnya datang, Anda ingin di buatkan apa Tuan? sang Manejer bertanya karena milirik jam di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul setengah delapan.
"Tidak ada, hanya saja Saya ingin keruangan Saya dilantai atas." seru Nando berjalan mengitari anak tangga agar tiba di ruangan kantornya.
Tiba di sana Pria tersebut langsung saja mulai memeriksa pekerjaannya biar nanti saat seluruh Manajer dari berbagai cabang Restoran miliknya tinggal di samakan dengan yang mereka bawa.
Sampai pada setengah jam kemudian barulah orang-orang yang di tunggu mulai berdatangan dan acaranya pun segera di laksanakan hingga sampai beberapa jam kemudian. "Baiklah Saya rasa hanya ada beberapa kekeliruan, yang lainya sudah cocok."
__ADS_1
"Iya Tuan muda, maafkan kami yang telat memeriksa ulang." Manejer yang merasa bersalah atas kelalaiannya pun meminta maaf.
"Sudah tidak apa-apa, yang penting jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi. Sama... tolong di peketat semua barang-barang yang masuk, sebab ini semua untuk di konsumsi oleh orang banyak" Nando memang ada menemukan ada kelalaian dari para Manajer Restoran nya.
Lama mereka mengadakan rapat tersebut sampai jam menunjukan pukul setengah dua belas siang barulah rapat antar bos dan para Manajer Restoran tersebut berakhir.
Setelah para Manejer itu pulang satu persatu. Nando tinggal sendirian di dalam ruangannya karena dia akan memeriksanya ulang semua masalah yang sudah terjadi.
Tok..
Tok...
Nando melihat kearah pintu lalu berseru. "Masuk!" hanya itulah jawaban nya.
"Permisi Tuan, Maaf Saya hanya di suruh bapak Manejer buat mengantarkan minum dan makan siang ini." Itu adalah suara pegawai perempuan bukan laki-laki. Padahal tadi Nando berpesan agar pegai laki-laki yang mengantarnya jangan karyawan perempuan.
"Dewi! Kenapa malah kamu yang mengantar pesanan Saya?" Pria itu bertanya heran karena dia tadi sudah berpesan tapi kenapa sang Manejer tidak menuruti perintahnya. Pikir Nando menebak-nebak apa yang telah terjadi.
"Maaf Tuan pegawai laki-laki sedang membantu para karyawan memindahkan barang-barang yang baru masuk." menjawab sesopan mungkin agar Nando tidak mencurigai nya.
"Oh baiklah! Kalau begitu taruh saja di sana, setelah itu kamu boleh pergi dari sini." titah Nando kembali lagi melanjutkan pekerjaannya dan tidak melihat kearah wanita itu lagi.
"Iya baiklah Tuan kalau begitu Saya permisi dulu, selamat menikmati." berjalan keluar dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Nando pun kembali memeriksa pekerjaannya. Setelah kurang lebih lima belas menit, barulah dia berdiri dan menuju Sofa tempat makanan dia tadi di sediakan. Lalu karena sudah lewat jam makan siang dan sudah lapar Nando menghabiskan makan dan minuman yang sudah dia pesankan langsung pada Manejer nya. Hanya saja yang mengantarnya Dewi bukan seperti perintah nya. Lagian tidak mungkin Dewi berani melakukan sesuatu di Restoran miliknya.
Pria itu tidak merasa curiga dengan alasan wanita tersebut karena pasokan barang-barang untuk keperluan Restoran memang akan datang setelah jam makan siang. Namun, setelah dua puluh menit, tepatnya saat dia kembali menyelesaikan pekerjaan agar cepat pulang dan menemui istrinya. Rasa kantuk tiba-tiba saja datang menderanya.
"Hooam! Kenapa rasanya aku ingin tidur tumben sekali. Apa karena sudah lama tidak bekerja seperti ini." bertanya pada dirinya sendiri dan berusaha menahan rasa kantuk tersebut. Tapi tidak tahunya sepuluh menit kemudian Nando sudah tidur dengan pulas di kursi kerjanya.
Saat dia tertidur pintu ruangannya kembali terbuka kecil dengan senyum bahagi tersemat di ujung bibir nya. "Ah Anda benar-benar sangat tampan Tuan Nando. Tapi sayangnya Anda sepertinya terlalu susah untuk di dekati dengan cara baik-baik." ucap Dewi berjalan mendekati Nando.
Ya perempuan itu adalah Dewi. Dia mencampurkan obat tidur pada salah satu makanan yang Nando makan. Tadi sebetulnya Manejer sudah menyuruh pegawai laki-laki yang mengantarkan makan untuk bos nya.
Hanya saja si pegawai tersebut di cegah oleh Dewi dan mengatakan kalau dia yang di suruh mengantikan, kerena pasokan barang-barang untuk di masak sudah datang tiga mobil di gudang belakang. Makanya juga sang Manejer tidak tahu kalau pegawai yang dia suruh tidak jadi mengantarkan makan dan minuman untuk Nando.
"Tenang saja Tuan, Saya hanya ingin mengambil beberapa poto dan memberikan hadiah untuk istri Anda yang sok cantik itu." senyum menyeringai kembali wanita itu tampilkan. Sambil dia mengancingkan kembali kameja putih yang Nando pakai. Tidak lupa dia juga memberikan setempel listip nya pada bagian dalam kameja Pria tersebut agar tidak dicurigai oleh pemiliknya.
Setelah berhasil menjalankan misinya. Dewi buru-buru keluar dari dalam ruangan tersebut seolah-olah tidak terjadi apa-apa. sebelum keluar wanita itu juga menghapus data CCTV yang memang tersimpan di dalam ruangan Nando juga.
Hal seperti ini sudah biasa Dewi lakukan, untuk bisa tidur dengan ayah dari putrinya pun dia melakukan hal serupa. Hanya saja kepada Nando dia cuma mengambil beberapa foto dan meningalkan jejak listip nya pada kameja Pria tersebut agar berjalan sesuai rencananya.
"Hoam! Ini sudah jam berapa? kenapa aku tidur lama sekali." seru Nando menguap sambil melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.
Tadi saat Nando tidur, Manajer sudah datang kesana untuk mengecek kenapa sang bos tidak keluar-keluar dari siang. Biasanya tidak pernah seperti itu. Namum, melihat Nando tidur dengan nyenyak membuat dia kembali menutup pintunya dan keluar lagi.
"Jam lima! Ya Tuhan pasti istriku sangat khawatir ini. Aku kan sudah berjanji akan mengabarinya." dengan buru-buru Pria tersebut mencari kontak mobil dan menyambar handphone yang berada di atas meja kerjanya. Lalu setelah itu Nando langsung pergi dari sana untuk menemui istrinya yang berada di rumah dan menjelaskan kalau dia tertidur saat sedang bekerja.
__ADS_1