Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Berangkat kerja.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Hari berganti dengan cepat. Tidak terasa hari ini Rian sudah mulai kembali bekerja di perusahaan Erlangga group. Hampir tiga minggu Pria yang sudah mau menjadi seorang ayah itu tidak masuk ke kantor setelah pasca penembakkan itu. Sekarang di meja makan Rian sedang menikmati sarapan bersama istri dan kedua orangtuanya. Rencananya besok pagi dia akan membawa sang istri pindah ke rumah baru yang sudah mereka lihat empat hari lalu.


"Apa kalian tidak bisa tinggal disini saja, Nak? Rumah ini pasti sepi jika kalian sudah pindah." tanya Mama Sonya untuk kesekian kalinya. Wanita paruh baya itu belum rela berpisah dengan anak dan menantunya.


"Rian bukanya tidak mau tinggal disini, Ma. Tapi Rian hanya ingin kembali mencoba membangun keluarga kecil kami. Lagian kan rumahnya tidak jauh dari sini hanya lima belas menit juga sudah sampai." jawab Rian tetap pada pendiriannya. Bukan karena dia tega pada mama nya itu tetapi dia hanya tidak mau kembali mengecewakan mertuanya apabila dia memilih tinggal bersama kedua orang tuanya, sedangkan mertuanya juga ingin mereka tinggal di sana. Biar adil jadi Rian memilih tinggal di rumah sendiri.


"Biarkan saja mereka belajar mandiri, ma. Bila mama merindukan putri kita, mama tingal pergi kerumah mereka kan." kata Tuan Heri membujuk istrinya agar membiarkan anak menantunya menjalani kehidupan mereka sendiri.


"Tapi...Mama hanya! Ya sudahlah kalian boleh pindah ke rumah sendiri. Namun, kalian harus kembali seperti dulu akan menginap di sini bergiliran setiap akhir pekan." Mama Sonya akhirnya mengalah melihat suaminya mengeleng kepala pelan.


"Terimakasih, ma. Jika Ay belum melahirkan kami pasti akan menginap di rumah mama dan bunda bergiliran seperti dulu lagi ya kan, sayang?" Rian menoleh kearah istrinya yang juga sudah selesai menghabiskan sarapan nya.


"Iya, ma. Mama tidak perlu khawatir kami pasti akan menginap disini seperti dulu. Tapi menjelang Ay melahirkan." kata Ayla tersenyum menyakinkan ibu mertuanya.


"Perkiraan dokter tinggal satu bulan lagi? Kemarin waktu Rian kontrol kami juga sekalian memeriksa kandungan Ay, ma." ucap Rian dengan bahagia, membayangkan seperti apa kedua anaknya kemarin saat di lakukan pemeriksaan USG. Selama istrinya hamil baru kemarin lah Rian ikut menemani Ayla periksa kandungan untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Iya benar. Kata Dokter Elida diperkirakan lebih cepat dari perkiraan awal, ma." Ayla menimpali perkataan sang suami.


"Benarkah? Wah mama sudah tidak sabar ingin mengendong mereka. Kamu jangan terlalu lelah, ya sayang. Jangan mengerjakan apapun disini semuanya sudah ada petugasnya masing-masing." wanita baya itu kembali melarang menantunya untuk melakukan pekerjaan seperti biasanya, walaupun hanya membantu menyiapkan sarapan.


"Iya, ma." jawab Ayla singkat.


"Baiklah Rian mau berangkat sekarang, ma, pa, Soalnya hari ini ada pertemuan seluruh staf perusahaan kita." kata Rian mendorong kursi di ikuti oleh Ayla yang akan mengantarkan Rian sampai ke depan tempat dimana Aldi sudah menunggu suaminya.


"Hati-hati ya, Nak. Kamu juga jangan terlalu lelah. Ingat pesan Dokter Jeklin." pesan Mama Sonya setelah Rian mencium tangan dia dan suaminya.


Rian pun hanya menjawab dengan tersenyum pesan dari wanita yang sudah melahirkan nya dua puluh empat tahun lalu. Senyuman yang sekarang semenjak kembali bersama Ayla sudah terlihat lagi.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya! Aku pasti sangat merindukanmu. Ingat pesan mama, kamu jangan mengerjakan apapun. Aku tidak mau kamu kelelahan." Rian memeluk istrinya sebelum masuk kedalam mobil. Tiga minggu selalu bersama wanita yang di cintai membuat Rian berat untuk meninggalkan nya meskipun hanya berangkat bekerja.


"Sayang anak-anak papa, papa berangkat bekerja dulu. Kalian jangan nakal dan membuat mama kesusahan. Jika kalian ingin sesuatu tunggu papa pulang dari kantor."


Cup...


Rian mencium perut istrinya seolah-olah sedang mencium kedua buah hatinya. Entah sejak kapan lelaki dingin seperti kutub Utara itu bisa bersikap romantis seperti saat ini. Sampai-sampai Aldi yang melihat langsung mengambil poto untuk di abadikan kejadian langka bos nya itu.


"Iya pa, papa tidak perlu khawatir, kami akan menjaga mama. Tapi papa juga harus berjanji tidak akan nakal bila jauh dari mama, kami." ujar Ayla menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Sayang! Aku tidak akan pernah menduakan, mu lagi. Jadi jangan berkata seperti itu, aku tidak sanggup mendengar nya. Percayalah kamu adalah segalanya bagiku, aku sangat mencintaimu." kata Rian yang memang tidak sanggup mendengar pesan istrinya meskipun niat Ayla hanya ingin menirukan anak mereka. Tapi karena perbuatannya Rian malah merasa jika Ayla belum percaya pada cintanya.


"Aku hanya bercada sayang, aku percaya kamu tidak akan menduakan aku lagi." seru Ayla balas mengengam tangan suaminya.


"Sekarang ayo berangkat lah, jika terus seperti ini kamu tidak akan jadi bekerja." Ayla memberikan tas kerja Rian yang di bawa oleh nya tadi.


"Hm, baiklah! Aku berangkat kerja dulu ya? Aku mencintaimu! Jika aku punya banyak waktu, makan siang aku akan pulang." kata Rian mencium kening istrinya setelah Ayla juga mencium punggung tangannya.


Lalu setelah itu barulah Rian masuk ke dalam mobil dan menyuruh Aldi menjalankan mobilnya. Walaupun berat Rian harus tetap bekerja atas permintaan Ayla sendiri. Wanita itu tidak mau karena dirinya Rian tidak bekerja dan melimpahkan beban perusahaan kepada mertuanya lagi. Al hasil Rian tidak jadi berhenti meskipun hanya menjelang istrinya selesai melahirkan.


"Al, apa semua berkas untuk rapat nanti sudah kamu siapkan?" tanya Rian sambil memeriksa pekerjaan melalui HP nya.


"Sudah tuan, semuanya sudah saya siapkan kemarin bersama Emi." jawab sekertaris Aldi sambil terus mengendarai mobil.


"Baguslah jika begitu. Nanti aku ingin waktu jam makan siang bisa pulang untuk makan siang bersama Istriku. Jadi kamu majukan saja jam nya, setengah jam lebih cepat." perintah Rian agar dia memiliki waktu untuk pulang ke rumah.


"Baik Tuan muda. O'ya saya hampir lupa, jika kemarin siang Nyonya Sanjaya datang keperusahaan ingin bertemu dengan Anda." ucap Aldi memberikan laporan.


"Apa! Mau apa dia menemuiku?" Rian langsung menyimpan HP nya kedalam saku jas karena mendengar nama Sanjaya mendadak dia menjadi tidak fokus.


"Entahlah, tapi saya rasa dia ingin meminta Anda membebaskan anaknya." tebak Aldi yang tahu kelicikan keluarga Sanjaya.

__ADS_1


"Ciih... Itu tidak akan pernah terjadi. Sampai kapanpun aku tidak akan membantunya. Tolong kamu beri perintah pada keamanan agar tidak membiarkan dia mendekati perusahaan lagi." tegas Rian yang sudah tidak mau berhubungan dengan keluarga Sanjaya.


BERSAMBUNG......


__ADS_2