Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Ingin pulang.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Pagi pun tiba, pasangan suami istri yang baru kembali lagi tidur bersama, setelah sempat terpisah beberapa bulan yang lalu, oleh Mak author.


Tadi malam sudah kembali lagi tidur bersama. Dengan Ayla dalam pelukan Rian. Meskipun di tenggah malam Rian sudah merasa kebas pada sebelah tangannya. Namun tidak sedikit pun dia mengubah posisi tangannya, agar sang istri tidak terbangun dari tidurnya yang terlihat sangat nyenyak.


Yang ada Rian semakin erat mendekap tubuh istrinya itu. Rasa kebas dan nyeri pada tangan dan luka bekas operasinya tidak sebanding dengan sakit hatinya ketika kehilangan Ayla beberapa bulan yang lalu.


Seperti saat ini, Rian sudah bangun dari lima belas menit yang lalu. Namun Rian hanya memandangi wajah Ayla yang terlihat tenang. Sambil tangannya mengelus kepala Ayla dengan sayang.


"Sayang! maaf kan aku yang telat menyadari perasaan ku padamu. Sehingga membuat kamu dan anak kita menderita. Andaikan dari dulu aku sudah menerima perasaan mu padaku. Pasti dari dulu kita sudah hidup bahagia." Rian berbicara dengan suara kecil, agar Ayla tidak mendengar suaranya.


Sungguh rasanya meskipun Rian sudah berulang kali mengatakan kata maaf, dan Ayla sudah memaafkan kesalahannya. Rian tetap tidak pernah bisa tenang. Lalu melupakan kesalahannya begitu saja.


"Setelah aku sembuh dan keluar dari rumah rakit ini, aku akan membawa kalian kerumah kita yang baru. Pasti kamu belum taukan jika aku sudah menyiapkan rumah baru untuk kita tempati bersama si kembar." ucap Rian mencium kening Ayla yang masih menempel pada tubuhnya.


Sampai satu jam kemudian, Rian masih saja larut dengan pikirannya, sambil memandangi wajah istrinya itu. Sesekali dia berbicara dan sesekali lagi dia menciumi kening Ayla. Untuk menyalurkan semua rasa cintanya.


Namun tidak lama setelah melihat pesan yang dikirim kan oleh bunda Mirna pada HP miliknya, yang mengatakan jika sebentar lagi dia akan berangkat ke rumah sakit membawa sarapan untuk mereka berdua. Barulah Rian membangunkan Ayla dengan pelan.


"Sayang! Sayang, ayo bangun! Bunda sudah mengirimkan pesan, katanya sebentar lagi Bunda akan kesini. Ayo bangun, ini sudah jam enam." kata Rian dengan suara lembutnya, bukan suara dingin yang bisanya dia gunakan saat berbicara dengan orang lain.


"Ini sudah pagi? kenapa aku bisa tertidur sampai kesiangan seperti ini." Ayla langsung membuka kedua matanya, setelah Rian membangunkan dia dengan cara mencium pipinya berulang kali.


"Karna aku tidak ingin mengangu tidur mu! sepertinya kamu tidur sangat nyenyak." ujar Rian membelai wajah Ayla yang baru bangun tidur.

__ADS_1


"Benarkah? biasanya aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi ketika tenggah malam! pasti aku tidak bisa tidur. Karna pinggang ku sering terasa panas." keluh Ayla yang memang baru bercerita kepada Rian saat ini.


Karna selama ini meskipun Bunda Mirna ataupun Mama Sonya bertanya padanya. Ayla selalu mengatakan jika dia selalu tidur dengan nyenyak dan tidak pernah merasakan sakit pada pinggangnya.


Itu semua ternyata sengaja Ayla katakan, sebab dia tidak mau menyusahkan pikiran kedua wanita yang sangat dia sayangi itu.


"Tentu saja aku benar, buat apa aku berbohong. Mungkin karna kamu tidur dalam pelukan ku, jadinya bisa tidur dengan nyenyak. Jika tidak percaya coba lihat sendiri jam di ponsel ku ini." Rian memberikan ponsel nya pada Ayla yang masih berbaring bersamanya.


"Eh, tunggu! tunggu, ini infus nya kenapa bisa lepas? siapa yang melepaskan nya!" Ayla bukannya menerima HP Rian untuk melihat jam. Tapi dia pokus pada tangan Rian yang sudah tidak terpasang infus lagi.


"Ini aku lepas sendiri, air nya sudah mau habis, jadi ku lepas saja sekalian. Karna para perawat tidak akan bisa masuk kemari, bila aku belum memberikan izin mereka buat masuk." jelas Rian yang memang sudah melepaskan infus di tangannya semenjak dia bangun subuh tadi.


"Kenapa dilepas! kamu kan belum sembuh sayang! jika sampai dokter tau, pasti mereka akan memarahiku yang sudah membiarkan kamu melepas nya." kata Ayla langsung duduk dan menyelimuti tubuh Rian dengan selimut lagi.


"Tidak akan ada yang berani memarahi Nyonya Rian Erlangga. Lagian aku sudah sembuh, bagaimana jika hari ini kita pulang kerumah Mama saja. Aku sudah tidak betah tinggal di sini." Rian malah melepaskan selimut nya kembali.


"Mana bisa seperti itu, kamu ini habis di operasi. Luka bekas operasi nya juga belum sembuh." kata Ayla memperingati Rian.


Namun ketika Ayla ingin berbicara lagi, pintunya sudah di ketuk dari luar oleh Bunda Mirna. Karna jika itu Aldi ataupun pengawal, maka mereka tidak akan berani.


"Itu pasti Bunda sayang! tadi Bunda sudah mengirim pesan, katanya Bunda sudah mau berangkat kesini. Kamu sambut Bunda ya! Aku ingin ke kamar mandi." Rian sudah turun dari atas ranjang tanpa bantuan dari Ayla. Karna dia sangat bersemangat agar cepat sembuh dan bisa menjalani hari-hari bersama Ayla dan kedua anaknya nanti.


"Apa kamu kuat berjalan sendiri saja?" Ayla tiba-tiba merasa khwatir melihat Rian seperti orang yang sudah sembuh.


"Aku bisa berjalan sendiri, jangankan ke kamar mandi. Mengendong kamu saja aku sudah bisa. Cepatlah buka pintunya, kasian Bunda menunggu pintunya di buka." setelah mengatakan itu dengan tersenyum Rian langsung berjalan dengan pelan masuk kekamar mandi.


Karna dia memang sudah dari tadi menahan untuk buang air kecil. Sementara itu, Ayla berjalan kearah pintu untuk mempersilahkan Bundanya masuk. Meskipun pintunya tidak di kunci, bunda Mirna juga tidak mau membuka pintunya begitu saja.


Ceklek...

__ADS_1


Ayla membuka pintunya dengan lebar.


"Bunda, maaf! Ayla baru bangun!" kata Ayla sedikit tersenyum malu.


"Tidak apa-apa! kalian memang butuh istirahat. Kemana suamimu Nak? ini kenapa infus nya sudah di lepas?" tanya Bunda Mirna yang sudah berjalan masuk dengan rantang makanan di tangannya.


"Iiitu..! infus nya sudah dilepas oleh Rian sendiri Bun, sekarang dia sedang ke kamar mandi." Ayla semakin salah tingkah, karna takut jika Bundanya berpikiran yang bukan-bukan.


Meskipun wajar bila mereka melakukan hubungan suami istri, apalagi mereka berdua baru kembali bersama.


Namun yang membuat tidak wajarnya karna Rian saat ini sedang masa pemulihan.


"Kenapa kalian berdua ceroboh sekali, main lepas segala tanpa menunggu dokter Jeklin datang. Untung ini di dunia halu, karna di dunia nyata, tidak ada orang baru tiga hari di operasi bisa sembuh dalam seketika." Bunda Mirna menarik nafas panjang. Memikirkan kecerobohan anak dan menantunya.


Meskipun Ayla tidak tau ketika Rian melepaskan infus dari tangannya. Tapi menurut Bunda Mirna, mereka berdua sama-sama ceroboh dalam hal ini.


*BERSAMBUNG*....


.


.


.


.


Buat kak Nafisah dan kak FE tolong kirim nomor aktip nya ya. O'ya dalam beberapa bab kedepan, akan ada bab membahas Bela dan bagaimana Nando bisa bertunangan dengan Sari ya. Karna nggak mungkin kan Bela nya langsung hilang gitu aja.😅 Dan Nando bisa bertunangan dengan Sari.🤣


Dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗

__ADS_1


Terimakasih 😘😘😘


__ADS_2