
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
"Ri...! aku ingin lebih dari ini." pinta Bela dengan napas yang sudah tidak beraturan, dan melepaskan sejenak pagutan mereka.
Lalu belum sempat Rian menjawabnya, Bela sudah kembali lagi menyatukan pangutan yang mereka lakukan tadi.
Ciuman dari Bela, ternyata kembali lagi membuat Rian melupakan masalah dalam rumah tangganya. Dan melupakan Ayla yang sedang merayakan ulang tahun di panti asuhan tanpa kehadiran nya.
Yang hanya dihadiri oleh keluarga dan para sahabatnya dan sahabat dari Rian saja, sebab kedua orang tua Rian memang tidak bisa datang. Karna mereka sedang berada di luar negri, untuk memeriksa kesehatan Mama Sonya.
Jadi mereka tidak tau, jika Rian tidak ikut merayakan ulang tahun Ayla. Tapi tuan Heri sudah tau apa saja yang terjadi pada anak dan menantunya, jika itu terjadi diluar rumah yang Ayla dan Rian tempati.
Karna terlalu Menikmati ciumannya, membuat Rian ikut memejamkan mata dengan tangannya yang sudah kembali menyentuh tubuh Bela.
Namun semua itu tidak lama, karna Rian langsung mendorong tubuh Bela dengan kasar, agar menjauh dari tubuhnya. Yang juga dibagian atas sudah dibuka oleh Bela.
Karna tiba-tiba saja Rian membayangkan wajah Ayla yang selalu tersenyum bila melihatnya. Sehingga dia tersadar dan mendorong tubuh Bela.
"Kenapa sayang? kenapa kamu tiba-tiba mendorong tubuh ku!" sentak Bela yang kesal. Karna semua yang sedang dia nikmati tadi, buyar begitu saja. Yang Bela rasakan sekarang hanya perasaan marah, karna di perlakukan seperti itu.
"Maaf kan aku Bel.., aku tidak bisa melakukannya!" ucap Rian sambil berdiri dan mengambil bajunya yang sudah ada di lantai.
"Kenapa kamu tidak bisa melakukannya? kita ini pasangan kekasih yang saling mencintai Ri. Jadi hal wajar bila kita melakukannya."
"Tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang Bela! pakailah pakaian mu. Dan sehabis itu kamu pulang, aku ingin sendiri." pinta Rian dengan tegas, agar Bela segera pergi dari apartemen nya.
Karna Rian takut, jika dia tidak bisa menahan hasratnya. Untuk menyentuh Bela lebih dari sekedar ciuman saja.
__ADS_1
"Iya, tapi kenapa kita tidak bisa melakukannya sekarang Rian? bukannya kita juga akan segera menikah. Jadi tidak ada bedanya kita melakukan sekarang atau nanti." tuntut Bela kesal, sebab semua penolakan dari Rian, terjadi karna adanya Ayla diantara hubungan mereka berdua.
Padahal yang Bela tau, waktu itu Ayla mengatakan kepada nya. Jika Rian melakukannya dengan Ayla setiap malam. Karna menurut pengakuan Ayla juga, Rian itu sangat tangguh jika mereka sedang berhubungan.
"Karna aku lelaki beristri Bela. Aku masih menjadi suami Ayla. Jadi aku mohon! agar kamu mengerti posisi ku." seru Rian membantu memakai baju Bela yang tadi sudah dia lepas.
"Tapi kamu sudah melakukannya dengan Ayla kan? Lalu kenapa kamu menolak melakukannya dengan ku?" tanya Bela sambil menagis.
Pertanyaan dari Bela, benar-benar membuat Rian kaget. Karna yang tahu jika dia sudah melakukannya dengan Ayla. Hanya dia dan Ayla sendiri yang tahu.
"Kenapa kamu diam? Jadi benar, kalau kamu memang sudah melakukannya dengan wanita murahan itu? apa kamu mencintai dia! dan tidak mencintai aku lagi hah? ayo jawab Rian" tangis Bela semakin menjadi.
"Bela, aku bisa menjelaskan semuanya! aku memang sudah melakukannya dengan Ayla. Tapi itu semua terjadi, karna di malam ulang tahun Eka. Ada seseorang yang ingin menjebak ku dan dia memberi ku obat perangsang." Rian yang langsung memeluk Bela untuk menenangkan dan memberikan pengertian.
"Apakah itu benar? kamu tidak berbohong kan? kamu hanya mencintai aku kan?" tanya Bela beruntun dan sedikit merasa lega. Karna ternyata semua yang Ayla katakan ternyata bohong.
"Iya, aku tidak berbohong padamu. Jika kamu tidak percaya, maka tanyakan saja pada Aldi. Dan tentu saja aku hanya mencintaimu." jawab Rian yang melepaskan pelukannya dengan perlahan dan menghapus air mata di pipi Bela.
"Tentu saja bisa, jika itu yang membuatmu percaya, maka aku akan tinggal disini dan juga akan memblokir nomor nya." kata Rian yang mengambil handphone nya dan langsung memblokir nomor Ayla di depan Bela.
"Terimakasih sayang aku mencintaimu!" ucap Bela merasa bahagia. Karna hari ini, dia sudah menang banyak dari Ayla.
Dengan begitu, sama saja dia sudah berhasil menyingkirkan Ayla dari kehidupan Rian, dengan waktu lebih cepat.
"Tapi, aku juga punya satu permintaan padamu, aku hanya minta, kamu tidak mengangu nya di manapun kalian bertemu. Kamu bisa kan, untuk tidak menggangu nya juga."
"Tentu saja aku bisa melakukannya, asalkan kamu tidak melangar janjimu padaku." jawab Bela yang menyetujui permintaan Rian. Lagian kenapa juga dia mengangu Ayla. Bila dia sudah mendapatkan Rian pikir nya.
Setelah melakukan kesepakatan yang saling menguntungkan menurut mereka berdua. Bela akhirnya mau pulang. Sedangkan Rian tinggal di apartemen nya.
Sesuai janjinya tadi dengan Bela, yang tidak akan kembali kerumah nya dan Ayla. Karna menurut Rian sendiri, itu juga keputusan yang bagus. Agar dia tidak menyakiti Ayla lagi.
__ADS_1
🍃
🍃
Sementara itu, setelah merayakan ulang tahunnya bersama para sahabatnya tadi, Ayla pergi berbelanja keperluan mereka dan susu ibu hamil untuknya terlebih dahulu.
Dan setelah itu, Ayla baru kembali kerumah. Begitu tiba Ayla langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum istirahat. karna sekarang, jam sudah menunjukan puku setengah delapan malam.
Lima belas menit. Ayla sudah keluar dari kamar mandi. Dan langsung mengambil pakaian tidur untuk nya.
Setelah itu Ayla langsung memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Ranjang yang malam ini terlihat lebih luas dari biasanya. Karna biasa selalu ada Rian disana.
Mengigat Rian, Ayla langsung mencari handphone nya, untuk melihat. Apakah Rian ada menelpon atau mengirimkan pesan untuk meminta maaf padanya.
Namun setelah Ayla lihat, jangankan menghubungi ataupun mengirimkan pesan padanya. Ternyata malah nomornya sudah di blokir oleh Rian.
Ayla tau karna dia sudah tidak bisa lagi melihat kapan terakhir Rian online. Merasa kurang yakin jika nomornya sudah di blokir, Ayla langsung mencoba menelpon dan mengirimkan pesan.
Dan ternyata semuanya benar, jangankan datang untuk meminta maaf. Ternyata Rian malah memblokir nomor nya. Sehingga membuat Ayla tersenyum miris memikirkan nasib dan kebodohannya.
Yang masih mengharap kan, Rian akan datang memeluknya untuk meminta maaf. Dan mengatakan jika dia akan memilih Ayla bukan Bela. Tapi sayangnya, itu hanyalah hayalan Ayla saja.
"Ternyata kamu benar-benar memilih nya Ri...! kamu membuang kami hanya karna kamu melihat aku menyakiti Bela. Padahal kamu tidak tau apa sebenarnya yang terjadi. Kamu hanya mendengarkan sebelah pihak." lirih Ayla yang menagis dalam kamar yang terlihat sunyi malam ini.
Karna biasanya, kamar itu selalu ramai akan canda dan tawa yang mereka lakukan.
"Kamu memilih wanita ular itu dan membuang anak mu sendiri..! jika itu keputusan mu, maka baiklah aku akan pergi bila waktunya sudah tiba."
Karna terlalu lama menangis, akhirnya membuat Ayla tertidur sendiri.
__ADS_1