Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Mereka Dunia Gue.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Tiba dalam ruangannya. Rian langsung saja duduk dikursi kebesaran Presdir Erlangga Group. Tidak lupa dia juga melepaskan jas kerja beserta melongarkan dasi yang tiba-tiba saja terasa mencekik lehernya. Begitu mengetahui kalau sekertaris baru itu adalah Elin membuat mood Rian berantakan begitu saja. Sebab dia tau kalau dari dulu Elin menyukainya hanya saja gadis itu tidak berani karena Rian sudah berpacaran dengan Bela.


"Maafkan Saya tidak mengonfirmasikan dulu saat memilih sekertaris yang baru, Tuan muda." ucap Aldi merasa telah gagal menjalankan tugasnya sehingga membuat Rian tidak nyaman.


"Hm sudahlah semuanya sudah terjadi, ini juga bukan salahmu. Tapi yang salah adalah Mak author kanapa dia memasukan wanita seperti itu. O'ya menjelang dapat sekertaris baru tolong kamu saja yang mendampingi kemanapun aku pergi." seru Rian merasa sedikit kesal pada author nya. Namun, mau bagaimana lagi semua sudah di atur sedemikian rupa.


"Baik Tuan. Kalau begitu Saya akan membacakan jadwal kerja Anda untuk pagi ini." ucap Aldi sudah bersiap-siap ingin membacakan jadwal kerja Presdir nya.


"Tunggu dulu!" cegah Rian sambil mengangkat tangan kanannya keatas. Sehingga membuat sekertaris Aldi sedikit cemas dibuatnya.


"Iya Tuan muda ada apa?" tanya pria jomblo itu kembali menyimpan aipet kedalam saku jasnya.


"Tolong tambahkan jadwal baru. Setelah rapat jadwalku menelepon istriku. Jam makan siang juga jadwalku menelepon istriku dan---" ucapan Rian terhenti karena sudah di jawab oleh Andre yang tiba-tiba sudah masuk kedalam ruangan Rian.


"Dan tambahkan kalau Presdir Erlangga Group sudah bucin akut pada istrinya." seloroh Andre berjalan mendekati sofa dengan satu tangannya dimasukan kedalam saku celananya.


"Cih kalian yang jomblo tau apa tentang bucin akut." kesal Rian karena di ejek bucin akut. Walaupun semua yang di ucap Andre memang benar.


"Jomblo juga gue pernah pacaran nggak kayak Lo sekali pacaran dapatnya cabe-cabean." sergah Andre tidak mau kalah.


"Agh sudahlah bicara sama Lo bikin gue emosi. Ngomong-ngomong acara Nando kan sebentar lagi, Lo mau ngasih kado apa?" Rian sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar Ander tidak mengejeknya apalagi kembali membahas Bela membuat lelaki itu semakin kesal.


"Gue... gue juga belum tau mau ngasih apa," jawab Andre tertawa sebab Rian sudah menanti jawabannya dengan serius.

__ADS_1


"Kurang ajar Lo mempermainkan orang tua." kata Rian melempar Andre dengan buku di meja kerjanya.


"Ha...ha Gue merasa lucu aja lihat muka Lo serius amat. Gue rencananya akan memberikan mereka tiket bulan madu ke luar negeri. Biar mereka cepat produksi anak kembar seperti kalian."


"Eh enak aja si kembar di bawa-bawa. Tapi Lo ada benarnya juga mereka belum nikah sudah ngomongin anak terus." kata Rian ikut membenarkan.


Nando dan Sari meminta si kembar memanggil mereka dengan sebutan ayah bunda. Katanya agar mereka juga memiliki anak kembar seperti Baby Arsya dan Salsa. Tentu saja hal itu menjadi bahan ghibah untuk Rian dan Andre.


"Maaf Tuan muda ini bagaimana apa masih mau di tambah jadwal kerjanya?" suara sekertaris Aldi yang berdiri dari tadi mengingatkan Rian pada pekerjaannya.


"Oh iya aku hampir lupa, Al. Tambahkan jam dua siang adalah jadwal menelepon istriku lagi untuk mengingatkan dia jangan lupa untuk tidur siang."


"Sudah semuanya Tuan muda. Kalau begitu sekarang waktunya kita rapat." Aldi siap pergi dari sana karena seharusnya mereka sudah masuk keruangan rapat sedari tadi. Namun, karena kedatangan Andre dia pun menjadi lupa.


"Kenapa kamu baru mengatakan sekarang.' Agh ini semua gara-gara Lo Ndre." kesal Rian mengambil jas dan memperbaiki dasinya seperti yang di pasang oleh Ayla sebelum dia berangkat.


"Enak saja nyalahin gue. Lo nya yang terlalu banyak buat jadwal. Ayo ah kita keruang rapat sekarang." ajak Andre berdiri karena dia datang ke perusahaan Rian memang untuk menghadiri rapat yang akan di pimpin oleh Rian langsung.


"Sekertaris Aldi! Bukankah sekarang waktunya Rian... Agh maaf maksud Saya Tuan muda rapat. Tapi kenapa Anda belum memberi tahu Saya sebelumnya?" Elin mencegat begitu melihat sekertaris Aldi sudah keluar dari ruangan Rian.


"Anda hanya membantu pekerjaan lainnya, Nona. Tuan muda tidak ingin Anda mendampinginya saat rapat. Kalau sudah tidak ada lagi Saya permisi dulu." ucap sekertaris Aldi pergi dari sana dan membiarkan Elin mengerutuk sendiri.


"Sekertaris brengsek berani sekali dia kacangin gue. Awas saja kalo gue berhasil mendapatkan cinta Rian." umpat wanita itu menahan kesal.


Kleeek...


Mendengar pintu ruangan Rian dibuka dari dalam membuat Elin langsung berhenti mengoceh lalu dia memperbaiki tatanan rambutnya mengunakan tangan. Tapi yang keluar pertama bukanlah Rian melainkan Andre lelaki yang juga dia kenal.


"Elin!" seru Andre merasa kaget melihat gadis itu menduduki kursi Emi.

__ADS_1


"Hai Dre lama tidak berjumpa," jawab Elin tersenyum semanis mungkin karena Andre termasuk golongan cowok yang dia sukai. Hanya saja baik Andre, Rian ataupun Nando tidak ada yang menyukainya.


"Ngapain Lo disini? Bukanya ini meja kerja sekertaris Emi?" kata Andre kurang suka pada gadis itu.


"Gue sekarang... kerja di sini buat mengantikan sekertaris Emi selama dia cuti." jawab Elin dengan suara dibuat semanja mungkin.


"Kenapa Lo diam disini?" tegur Rian yang baru saja menyusul Andre dari belakang.


"Gue lagi ngobrol sama Elin. Kenapa Lo nggak cerita dia kerja di perusahaan Erlangga." Andre meninggalkan Elin dan dia malah langsung mengikuti Rian yang lewat begitu saja tanpa melihat kearah sekertaris barunya itu.


"Nggak penting juga gue cerita, emang waktu Lo datang tadi tidak melihat wanita itu?"


"Waktu gue lewat nggak ada siapa-siapa. Ngapain tu cewek pake di terima sih. Lo tau sendiri kan Elin itu nggak ada bedanya sama Bela." seru Andre tidak habis pikir Rian menerima Elin di perusahaan nya.


"Ndre Lo pikir gue tahu dia bekerja disini. Si Aldi yang nerima dia, karena nilainya saat di interviu bagus memenuhi syarat. Lo nggak perlu khwatir dia hanya sementara menjelang Aldi mendapatkan pengantinya. Setidaknya bisa di andalkan saat gue sibuk." Rian berhenti sejenak dan menyentuh pundak sahabatnya. Dia tahu kenapa Andre protes seperti itu karena sahabatnya perduli pada rumah tangganya.


"Baguslah gue hanya khawatir dia menjadi bumerang buat keluarga kecil kalian." ucap Andre yang sangat peduli akan kebahagiaan Rian dan Ayla.


"Thanks ya, Dre. Gue nggak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Coba Lo lihat ini." Rian merogoh saku jasnya dan memperlihatkan foto Baby Arsya dan Salsa sedang melihat kearahnya saat tau papa mereka mengambil foto.



Kedua bayi kembar itu bagaikan mengerti apa yang papanya lakukan.


"Mereka dunia gue, apalagi mamanya. Tidak akan gue biarin siapapun ingin mengangu kebahagiaan keluarga kecil gue." kata Rian tersenyum melihat foto kedua buah hatinya.


Hanya menggigat namanya saja sudah membuat Rian tersenyum bahagia. Semenjak di tinggal oleh Ayla beberapa bulan membuat pria itu benar-benar trauma akan kehilangan. Apalagi sekarang sudah ada tiga orang yang sangat di cinta dan sayangi bisa-bisa Rian gila bila itu sampai terjadi lagi.


"Gue ikut bahagia melihat Lo sama Ayla sudah bersatu. Jadi jaga mereka baik-baik jangan sampai Lo kehilangan mereka untuk kedua kalinya." Andre pun ikut tersenyum melihat foto Baby Arsya dan Salsa yang sudah di anggap nya seperti keponakan sendiri. Dalam satu minggu baik Andre maupun Nando selalu main kerumah Rian hanya untuk melihat Arsya dan Salsa karena mereka begitu menyayangi kedua bayi kembar itu.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang ayo kita masuk pasti mereka semua sedang menunggu kita." ajak Andre kembali melanjutkan langkah kaki menuju ruangan rapat, dan diikuti Rian di sampingnya.


__ADS_2