
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Katanya kangen Mama juga, tapi meluk nya ke Papa semua?" ucap Ayla pada kedua anaknya yang sekarang sedang berada di pangkuan suaminya semuanya.
"Kangen Mama malahan paling banyak, tapi sekarang mau sama Papa aja." yang di jawab oleh Salsa.
"Sama Mama satu gih... Mama nya cemburu ni." canda Mama Sonya seperti biasanya. Hal yang membuat mereka terkadang menjadi tertawa, karena si kembar kadang-kadang seperti memiliki dendam khusus pada Rian.
Soalnya apabila ada Rian , mereka selalu bermanja dan memintan sang papa untuk memenuhi keinginan keduanya. Namum, bila sedang bersama mamanya, mereka menjadi anak-anak yang sangat mandiri tidak cengeng dan tidak pernah banyak maunya.
"Tidak apa-apa biar Papa mereka tahu susahnya menjadi orang tua. Agar nanti setelah mereka besar, dia semakin menjaga kedua anaknya, karena Opa tidak mungkin bisa selalu menjaga mereka terus-menerus." meskipun lewat candaan seperti itu tapi Tuan Heri sedang memberi nasihat untuk putranya.
"Papa tidak perlu khawatir, apa yang pernah terjadi membuat Rian juga tidak sembarangan memilih rekan kerja dan bisa percaya begitu saja pada orang-orang yang tidak dekat dengan kita." jawab Rian yang memang sudah banyak belajar dari musibah yang pernah menimpa keluarganya.
"Apa kalian akan kembali kerumah sakit lagi hari ini?" kata Mama Sonya mengubah topik pembicaraan antara suami dan anaknya.
"Iya, tapi sore saja, nanti malam tidak menginap lagi, karena orang tua Sari akan tiba pagi ini. Apa Mama dan papa akan berangkat sendiri?" Rian menatap ibunya yang duduk di sofa bersama sang istri.
"Iya kami akan kerumah sakit jam sepuluh nanti. Kalau sore tidak enak sama Om Hermawan dan Tante Susi." jawab wanita baya tersebut yang memang tadinya ingin berangkat bersama anak nya. Namun, karena besan nya akan melihat pagi ini, jadinya mereka juga mengubah waktu nya.
"Tidak apa-apa, kami sore saja sekalian membawa si kembar. Hari ini aku sangat mengantuk ingin istrirahat." ujar Rian sambil menguap berulang kali.
"Apa hari ini kamu tidak berangkat ke perusahaan?" tanya Tuan Heri pada Rian setelah mendengar kalau anaknya ingin istrirahat.
"Tidak Pa! Biar Aldi saja yang mengantarkan pekerjaannya ke sini." dari tadi malam Rian memang sudah memberitahu Aldi bahwa hari ini dia tidak akan ke kantor.
"Kalau begitu istrirahat saja tapi setelah sarapan. Sebentar lagi makananya juga sudah di siapkan oleh Mbok Ira." Mama Sonya ikut menimpali.
Hanya mengobrol begitu saja ternyata tidak terasa menghabiskan waktu hampir setengah jam. Hujan pun sudah berhenti dan di luar juga sudah mulai terang burung-burung sudah mulai berkicau pertanda pagi sudah menyapa seluruh penduduk bumi.
"Kalau begitu Ay kembali ke kamar dulu ya, Ma, Pa." ucap Ayla ingin membersihkan dirinya sebelum mereka sarapan pagi. Dia memang tidak permisi pada Rian lebih dulu, karena sang suami sedang menuruti kemauan kedua anaknya yang minta di temani bermain.
"Pergilah! Kami juga akan kembali ke kamar. Bawa istrirahat dulu, Nak. Kamu tadi malam pasti kurang tidur." tahu menantunya yang tidak banyak bica wanita baya tersebut langsung menyuruh untuk istirahat, sebab terlihat jelas mata Ayla menghitam seperti Panda.
Ayla pun hanya tersenyum sebelum pergi ke kamar mereka yang terletak di lantai atas, Kamar yang sama seperti saat awal mereka menikah.
"Apa mama anak-anak sudah kembali ke kamar?" tanya Rian baru kembali ke sana setelah membantu anaknya mencari mainan yang mereka sukai.
"Sudah Mama yang menyuruhnya karena wajahnya terlihat sangat lelah."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kami juga akan kembali ke kamar sekarang.' Kakak sama princes ikut Papa ke kamar ya. Biar Oma dan Opa juga istirahat." ajak Rian pada kedua buah hatinya yang sudah memegan mainanya masing-masing.
"Iya Pa!" sahut keduanya secara serempak. Lalu ketiganya pun berpamitan ke lantai atas.
Setelah anak dan cucunya sudah kembali ke kamar mereka. Mama sonya dan Tuan Heri pun juga kembali ke kamar mereka sendiri. Subuh ini pasangan tersebut tidak bisa tidur, karena tangisan Salsa yang takut dengan suara hujan.
Cek..lek...
"Diam jangan bersuara kita lihat mama sedang ngapain. Takutnya mama sedang tidur." bisik Rian pada kedua anaknya.
"Oke Pa! Tapi kalau mama tidak tidur kita mau ngapain aja hari ini?" tanya si kecil Arsya ikut berbisik juga.
"Em... nanti kita pikir mau ngapain."
Dengan langkah pelan ketiganya masuk kedalam kamar karena mengira kalau Ayla kembali lagi tidur. Namun, begitu masuk dan tiba di samping ranjang tidak ada siapa-siapa.
"Pa... sepertinya mama lagi mandi. Kan ada bunyi airnya." Arsya menunjuk kearah kamar mandi yang terdengar suara air be gemericik.
"Hem benar! Kalau mama tidak mau tidur lagi, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan saja." tiba-tiba Rian memiliki ide ingin pergi keluar bersama keluarga kecilnya.
"Hole... hole... kita jalan-jalan! Apa kita mau pergi melihat adek kecil juga?" tanya Salsa meloncat girang di atas tempat tidur kedua orang tuanya.
"Tentu saja, biar sore nya baru papa istrirahat dan kalian berdua tidak boleh mengangu tidur Papa, karena sebagai membayar keamanannya kita pergi jalan-jalan." ucap Rian langsung tertawa. Setelah dia pikir-pikir percuma juga diam di rumah karena kedua anaknya pasti tidak akan membiarkan dia istrirahat begitu saja.
"Ada berita apa sampai membuat prinses Mama kegirangan seperti ini. Hem!" karena mereka asik tertawa sampai-sampai tidak sadar kalau orang yang sedang mereka tunggu sudah keluar dari kamar mandi.
"Benarkah? Kenapa Mama tidak diberitahu lebih dulu ya?" berpura-pura sedih di hadapan putrinya untuk melihat reaksi kedua anaknya.
"Papa!" bukanya menjawab sendiri, tapi keduanya malah menunjuk pada papa mereka yang tergelak mendengar jawaban anaknya
"Pa ayo bilang ke Mama, kenapa Mamanya belum di kasih tahu?" desak Arsya yang sekarang sudah bergelayutan manja pada sang ayah.
"Kan Papa tadi juga tidak ada pikiran mau mengajak jalan-jalan. Rencananya mau tidur, tapi setelah di pikir-pikir percuma saja karena kalian berdua pasti tidak akan melepaskan Papa begitu saja." Rian menarik gemas pipi anak sulungnya dan juga memberikan ciuman dimana-mana sehingga membuat Arsya tetawa.
"Ha... ha... Arsya hanya bercanda tidak serius. Iya kan, dex?"
"Iya Pa... kami hanya bercanda." jawab Salsa langsung saja membela kakak nya.
"Sudah, sudah! Kalau mau pergi jalan-jalan, cepat mandi sana." Ayla menjadi penengah untuk ketiga nya.
"Tidak menunggu lama si kembar langsung pergi ke kamar mereka untuk mandi sendiri seperti beberapa Minggu terakhir ini. Baik Salsa ataupun Arsya memang sudah belajar mandiri sendiri walaupun hanya sesekali saja. Selebihnya masih di mandikan oleh Ayla ataupun Rian sendiri.
"Sayang kenapa pagi ini kamu cantik sekali?" kebiasaan Rian yang selalu memuji istrinya.
__ADS_1
"Em... kenapa ya? Entahlah mungkin karena aku memang sudah cantik dari dulu. Hanya saja kamu telat menyadarinya."
"Muuah! Aku rasa juga seperti itu. O'ya kita mau jalan-jalan kemana?" tanya Rian setelah mencium pipi dan bibir istrinya.
"Terserah kemana saja. Kenapa harus mengajagak jalan-jalan? Bukanya kamu ingin istrirahat dan nanti sore baru kita pergi ke rumah sakit?"
"Mana bisa aku istrirahat bila mereka tidak ikut tidur. Tahu sendiri keduanya tidak mau jauh bila aku ada di rumah." jawab Rian yang sudah memeluk tubuh sang istri dari belakang.
"Mungkin mereka juga takut kehilanganmu. Aku kadang merasa iri melihat kedekatan kalian karena gara-gara dirimu mereka melupakan aku."
"Apa kamu sedang cemburu?" bertanya di iringi tawa.
"Tidak, mana mungkin aku cemburu. Sudah cepatlah mandi. Aku akan melihat anak-anak." kata Ayla melepaskan tangan Rian yang masih melingkar pada perutnya lalu setelah memberikan ciuman juga untuk sang suami Ayla langsung berlari keluar dari kamar tersebut sambil tertawa.
"Aku semakin mencintainya." ungkap Rian berbicara melihat punggung Ayla yang pergi ke kamar sebelah untuk melihat anak mereka.
...****************...
Di rumah sakit Central Medika semuanya sedang berkumpul termasuk Rian dan keluarganya. Ayah Ridwan dan Tuan Heri pun masih berada di sana. Untung saja kamar rawatnya seperti rumah berukuran sedang. Jadi tidak masalah meskipun orang banyak.
Canda dan tawa memenuhi ruangan tersebut yang membuat semakin ramaiah adalah suara dari anak Andre dan Rian. Tau kalau Rian kembali lagi ke rumah sakit nya, siang bukan sore. Andre pun ikut memajukan waktunya lebih cepat.
Biar bisa berkumpul bersama yang lainya. Sedangkan Rian belum jadi pergi jalan-jalan, rencana sehabis dari rumah sakit barulah mereka akan pergi untuk mencari hiburan buat kedua anaknya.
"Pa, Ma! Adek nya kita bawa pulang saja ya?" tanya Salsa yang tidak mau jauh dari bayi Aditya.
"Eh tidak boleh sekarang, karena adek nya masih kecil. Nanti saja setelah dia besar seperti adek Ale." ucap Aya memberikan pengertian pada si bungsu.
"Nanti ya prinses, nungu adeknya besar dulu." Rian pun ikut membujuk putri manja nya.
Permintaan Salsa tentu saja membuat mereka semakin tertawa bahagia, pasalnya gadis kecil itu mengancam akan pindah ke rumah ayah dan bundanya bila tidak boleh di bawa pulang.
"Akhirnya perjodohan yang kita buat tidak sia-sia Rid. Kedua anak kita sudah hidup bahagia. Walaupun di awal putri kita harus menderita karena kebodohan anak ku." ucap Tuan Heri pada sahabat sekaligus besan nya. Saat ini mereka duduk berdua di sofa yang lain.
"Benar sekali, semoga saja kedua cucu kita tidak mengalami hal yang sama seperti kedua orang tuanya." do'a Ayah Ridwan tersenyum pada anak dan cucunya.
TAMAT.
.
...Sebuah kesabaran pasti akan berbuah manis apabila kita bisa sabar menanti saat itu tiba, karena tidak semua do'a yang langsung kes saat kita memintanya....
...Sesungguhnya tahun ini kita berdo'a agar Allah memberikan kita rejeki untuk membeli satu buah mobil. Tapi do'a tersebut tidak di kabulkan oleh yang kuasa, maka janganlah pernah bersuuzon padanya. Karena bukanya do'a mu tidak terkabul, akan tetapi yang seharusnya dirimu mengalami sebuah kerugian yang sama nilainya dengan harga mobil. Sudah Allah selamatkan dari musibah tersebut....
__ADS_1
...Memaafkan seseorang dan menerima nya lagi bukanlah sebuah kebodohan, ikuti kata hati kita sendiri jangan mengikuti permintaan orang lain. Mereka hanya memandang, sedangkan kita yang menyandang, berat ataupun ringan nya suatu beban tersebut tentu kita lebih tahu.🤗...
Salam manis buat kalian semuanya, terimakasih sudah mengikuti karya receh Mak author sampai akhir. Cerita TACDS sudah habis ya, tapi akan ada extra part kisah si kembar. Namun, hanya tinggal beberapa episode lagi. Jadi jangan lupa untuk di baca juga😂 Peluk jauh buat semuanya 😘 😘😘😘