
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
Setelah dirawat tiga hari di rumah sakit. Dua hari yang lalu, Ayla baru diperbolehkan pulang. Tapi dia tidak memulai aktivitas diluar rumah dulu.
Selama dua hari ini, Ayla pergunakan waktunya untuk istirahat saja. Karna rencananya, pagi inilah, Ayla baru mau kembali masuk kuliah.
Dan dia sekarang sudah ada satu orang pelayan wanita yang bernama Susi, yang ditugaskan langsung oleh tuan Heri untuk mengurus dan menjaga Ayla ketika berada di dalam rumahnya.
Karna jika diluar, akan ada pengawal yang menjaganya. Meskipun mereka tidak pernah bertatap muka langsung dengan Ayla. Namun mereka tahu apa saja dan kemana Ayla pergi.
Tok....Tok....
"Non..! ini mbak, apa non sudah bangun?" pangil Susi mengetok pintu kamar Ayla.
"Iya, mbak, aku sudah bangun. Ini sedang bersiap-siap. Tunggu sebentar." sahut Ayla dari dalam. Yang sedang mempersiapkan apa saja yang akan dibawanya.
"Sayang hari ini kita mulai lembaran baru ya! tolong bantu mama, agar mama mampu menahan semua sakit yang sudah papa kalian berikan. Apapun akan mama lakukan, demi kalian kesayangan mama." Ayla berbicara sendiri sambil tersenyum dan mengelus perutnya.
Lalu Ayla mengambil Tas miliknya dan berjalan kearah pintu.
Ceklek....
Ayla membuka pintunya. Dan melihat jika Susi masih menunggunya didepan pintu.
"Wah non cantik sekali..! sini non barang-barang nya, biar mbak yang bawa turun." seru mbak Susi langsung mengambil barang yang akan Ayla bawa.
Ayla memang tidak menolak bantuan dari wanita yang baru berumur empat puluh tahun itu. Yang memang ditugaskan untuk membantu Ayla.
Karna jika sampai terjadi sesuatu pada Ayla dan kandungannya. Maka Susi sendirilah taruhan nya. Apalagi jika semuanya terjadi atas kelalaiannya, bisa-bisa Susi akan dimasukkan kepenjara oleh tuan Heri.
Tiba di bawah. Ayla langsung mengajak Susi duduk di meja makan, untuk sarapan bersama. Meskipun awalnya Susi sudah menolak. Tapi akhirnya Susi pun mengalah, dan ikut sarapan bersama majikan nya itu.
__ADS_1
Tiiiiiin....
Suara klakson mobil Nando yang sudah datang. Karna mulai pagi ini, dia akan menjadi sopir untuk Ayla.
"Itu pasti kak Nando, mbak aku berangkat dulu ya! terimakasih susu dan sarapannya." ucap Ayla berdiri mendorong kursi yang dia duduki.
Dan dia pun langsung keluar, untuk menemui Nando yang menunggunya di dalam mobil.
"Apa kakak sudah sarapan? jika belum, biar aku pinta mbak Susi untuk membuat bekal. Agar nanti bisa kakak makan." tawar Ayla yang baru duduk di dalam mobil, karna Nando sudah lebih dulu membukakan pintu mobil untuk Ayla masuk.
"Tidak perlu, kakak sudah sarapan dirumah. Pasang dulu sabuk pengaman nya, biar aman." kata Nando yang menyuruh Ayla memakai sabuk pengamannya.
Lalu Ayla langsung memakai sabuk pengaman nya. Dan kembali terlintas dalam pikiran Ayla. Jika dia lupa memakai sabuk pengaman, pasti Rian akan selalu memakaikan untuk nya dan berkata.
"Lain kali, pakailah sabuk pengaman lebih dulu. Apalagi bila aku tidak ada disamping mu.".
Kata-kata itulah yang selalu Rian ucapkan.
"Ay kamu kenapa? apa kamu merasakan sesuatu?" tanya Nando sedikit khawatir.
Nando yang sedikit mengerti, mulai menjalankan mobil mewahnya membelah jalanan ibukota. Yang terlihat ramai apabila di pagi hari seperti sekarang.
"Apa kamu ingin sesuatu? jika kamu ingin sesuatu, maka katakan kepada kakak ya! jangan kamu tahan." tanya nya lagi.
'Tidak kak, terimakasih. Aku masih kenyang sekarang. Tapi jika nanti siang, iya aku ingin menikmati jus jeruk buatan anak ibu kantin." ucap Ayla tersenyum malu.
Sehingga membuat Nando tidak tahan untuk mengacak rambut Ayla. Karna menurut nya, Ayla sangat menggemaskan.
Hampir dua puluh menit. Mobil mereka sudah tiba di parkiran. Yang terlihat sudah di padati oleh kendaraan yang lainnya juga.
"Apa kamu sudah siap, untuk melihat Rian dan Bela seperti biasanya? jika kamu tidak kuat, maka kakak akan mengantarkan kamu kembali kerumah. Daripada akan membahayakan kesehatan kalian." Nando bertanya, karna Ingin memastikan tekad Ayla yang mulai ingin menjalani hidupnya tanpa Rian.
Ayla menoleh kearah Nando, lalu sedikit tersenyum dan mengatakan jika dia sudah siap demi kedua calon anaknya.
Lalu Nando pun turun lebih dulu dan berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Ayla.
__ADS_1
Nando pun mengulurkan tangannya untuk membantu Ayla turun dari mobil. Tentu saja dengan senang hati Ayla menyambut uluran tangan Nando.
Apalagi ketika dia melihat mobil Rian yang baru tiba di parkiran. Yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.
"Sayang kamu kenapa? Ayo turun." ajak Bela kesal. Karna dia tau jika Rian sedang memperhatikan Ayla dan Nando yang terlihat akrab lebih dari biasanya.
"Agh iya, ayo turun." seru Rian yang langsung turun dari mobil tanpa membukakan pintu untuk Bela terlebih dahulu, seperti biasanya.
Bela yang kesal pun ikut turun sendiri, lalu membanting pintu mobil dengan keras. Agar Rian tau jika dia sedang marah.
Namun Rian malah biasa saja. Hanya mengajak Bela masuk ke dalam gedung tempat mereka menuntut ilmu saja.
Pandangan Rian dan Ayla bertemu, namun setelah itu Ayla malah membuang muka dan berjalan begitu saja. Karna dia memang digandeng juga oleh Nando.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan memulai hidup tanpamu Rian. Semoga kamu akan bahagia dengan orang yang kamu cintai! dan kami bertiga juga akan mencari kebahagiaan kami sendiri. Mungkin aku yang terlalu berharap selama ini. sehingga tanpa sadar aku malah menyakiti anak-anakku!!"
Didalam hatinya Ayla mencurahkan semuanya dan berjalan terus kedepan. Tanpa menoleh sedikitpun kearah Rian.
Dan malah Ayla bercada di sepanjang jalan menuju kekelas nya. Karna Nando ingin mengantar Ayla sampai ke depan kelas.
Dan semua itu tidak luput dari pandangan Rian. Karna dia memang tidak jauh dari Ayla dan Nando. Yang memang berjalan di belakang mereka berdua.
"Masuklah, jika ada apa-apa, atau kamu ingin sesuatu segera hubungi kakak!" kata Nando yang sudah berada di depan pintu tempat Ayla berada.
"Iya jika aku ingin sesuatu , maka aku akan memberitahu kakak. Dan Terimakasih! aku masuk dulu ya, sampai berjumpa lagi nanti." seru Ayla berjalan masuk.
Melihat Ayla sudah masuk, barulah Nando kembali ke kelasnya sendiri.
"Nan Lo tadi jadi jemput Ayla?". tanya Andre yang melihat Nando berjalan kearah mejanya sendiri.
"Jadi, gue kan sudah bilang sama kalian kalo gue yang akan antar jemput Ayla mulai hari ini. O'ya akhir pekan gue sama Ayla mau berkunjung ke panti asuhan lagi. Jika lo mau ikut?"Nando yang memang sengaja berkata dengan mengeraskan suaranya.
Karna dia tahu, jika Rian sedang memperhatikan mereka dari tempat duduknya sendiri.
"Ini adalah awal permainannya dimulai Rian. Akan gue buat lo menyesal seumur hidup lo, karna sudah menyakiti Ayla dan anak lo sendiri."
__ADS_1
BERSAMBUNG.......