Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Baby Arsya dan Salsa.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Sekarang kamu istirahat ya jangan banyak pikiran. Apa yang sudah terjadi biarkan saja karena kita tidak menyakiti Bela ataupun keluarnya. Tapi mereka menyakiti diri mereka sendiri." ucap Rian mencium kening dan bibir istrinya sekilas.


"Percayalah aku sangat mencintaimu. Jadi jangan pernah merasa cemburu pada siapapun termasuk pada Mak raeder sekalipun." Rian yang tidak bisa lagi mengungkapkan rasa cintanya pada sang istri sampai mengucapkan hal itu.


"Tapi kamu juga ikut tidur bersama ku. Bukannya dari tadi malam kamu juga kurang istrirahat." ajak Ayla yang sudah baring dengan nyaman.


"Tidur saja aku akan menjaga si kembar sama memeriksa beberapa pekerjaan yang Aldi kirim tadi malam." walaupun Rian tidak berangkat ke perusahaan tetapi dia masih bekerja dari rumah untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa di wakili oleh sekertaris Aldi.


"Baiklah aku akan tidur sebentar rasanya aku sangat lelah. Bila mereka bangun, maka bangunkan saja aku. Jangan menjaga mereka sendiri." Ayla yang memang sangat lelah tidak sampai lima belas menit sudah ikut tidur seperti kedua buah hatinya.


Cup....


"Tidur lah! Maafkan aku sudah kembali membuat mu terluka." ucap lelaki itu merasa bersalah setelah mencium kening sang istri lalu diapun langsung pindah ke atas sofa dan mulai menyalakan laptop untuk memeriksa pekerjaannya.


Sampai hampir satu jam kemudian ketiga orang yang sangat berarti dalam hidupnya belum juga bangun dari tidur nyenyak mereka. Entah karena tidur dengan pikiran tenang atau karena apa sehingga saat Baby Arsya menangis Ayla pun tetap masih tidur dengan nyenyak nya.


"Eeeaak....eeaak..!" Rian yang melihat putranya menangis langsung berdiri dari sofa lalu mengendong untuk mendiamkan Baby Arsya.


"Cup, cup! Jangan nangis ya mama sama adek masih bobo." ucap pria itu memberikan susu Ayla yang sudah di siapkan dan mengajak anaknya bicara. Baby Arsya memang tidak rewel seperti Salsa adik nya, jadi begitu mendengar suara papanya bayi itu langsung diam.


"Adek Arsya main sama papa ya? Nanti setelah mama bangun baru sama mama lagi. Mama sepertinya sangat lelah kurang istrirahat." Rian membawa Arsya menuju sofa agar tidak mengusik tidur putri dan istrinya. Namun, baru saja dia duduk di atas sofa, suara cempreng Salsa sudah kembali mengema sehingga membuat Arsya yang tadinya diam sekarang ikut menangis.


"Eeeaa....eaaak...!" kedua bayi kembar itu berlomba-lomba mengeraskan suara mereka. Jadi mau tidak mau Rian harus membangunkan sang istri.

__ADS_1


"Sayang, sayang bangunlah! Aku tidak bisa mengendong mereka berdua sekaligus." pangil Rian dengan suara pelan. Ajaibnya lagi mendengar papa mereka sudah membangunkan mamanya kedua anak itu tiba-tiba saja berhenti menangis.


"Hm! Mereka sudah bangun," gumam Ayla membuka matanya dan bangun dengan perlahan.


"Iya mereka sudah bangun. Tadi hanya Arsya yang bangun tapi dia hanya nangis sebentar. Setelah Arsya diam putri kecil kita yang ikut bangun di sertai suara cempreng nya." kata Rian membantu istrinya turun dari ranjang dengan satu tangannya karena tangan satunya lagi masih mengendong Baby Arsya.


Apabila mereka menangis serempak maka yang didiamkan lebih dulu adalah Salsa karena apabila dia sudah diam maka sang kakak akan ikut diam. Arsya ini meskipun masih bayi tapi dia seolah-olah sudah bisa menjadi kakak yang baik untuk adiknya.


"Tuh kan kalau adiknya sudah diam maka Arsya akan ikut diam, anak ini masih bayi saja sudah mengerti bahwa dia harus mengalah dengan adiknya." kata Rian tersenyum melihat putranya meskipun masih bayi tapi sudah mengerti bahwa dia harus mengalah dengan adik perempuannya.


"Iya dong Pa, Kakak Arsya kan memang pintar lihat saja ketika kita di rumah sakit. Setiap Salsa menangis maka dia akan ikut menangis, tapi bila adiknya sudah diam maka Kakak juga akan diam dengan sendirinya." sahut Ayla menyebut Rian dengan sebutan papa untuk mengajarkan kedua anaknya.


"Kamu benar sayang! Putra kita masih kecil saja sudah bisa membantu agar adiknya tidak menangis." Rian yang selalu bersama kedua anaknya selama beberapa hari ini tentu saja sudah paham sifat putra-putrinya. Hal itu membuat Rian merasa lega karena sudah bisa dipastikan jikalau mereka besar maka Arsya akan menjadi benteng untuk menjaga adik perempuannya itu.


Tok...


Tok....


"Iya ma! Masuk saja pintunya tidak di kunci." sahut Rian yang masih mengendong Baby Arsha di samping Ayla.


Ceklek....


"Apa mereka tidak tidur dari tadi?" tanya Bunda Mirna melihat Rian dan Ayla mengendong kedua cucunya.


"Tidak Bun mereka baru bangun begitupun dengan Ayla." jawab Ayla masih menyusui Salsa dengan air susunya sendiri.


"Baguslah kalau mereka sudah bangun. Biar Mama sama Bunda yang mengurus anak kalian. Ini sudah sore sudah saatnya bersiap-siap sebelum acaranya di mulai." Mama Sonya mengambil alih Arsya dari papanya, karena dia ingin memandikan cucu nya sendiri. Semenjak lahir Arsya dan Salsa tidak pernah dimandikan oleh perawat. Kedua neneknya tidak mengizinkan orang lain yang mengurus cucu kesayangan mereka.


"Biar kami yang mengurus Arsya dan Salsa. Kalian berdua bersiap-siap saja." kata Bunda Mirna ikut mengambil alih Salsa dari mamanya.

__ADS_1


"Mandi dan bersiap-siaplah, anak kalian kami bawa ke kamar mereka sendiri." ucap kedua wanita baya itu tersenyum bahagia karena mereka berdua tau jika anak-anak mereka pasti sudah menyelesaikan masalah rumah tangganya.


Lalu setelah itu Mama Sonya dan Bunda Mirna membawa pergi Arsya dan Salsa ke kamar mereka sendiri yang terletak di sebelah kamar kedua orang tuanya.


"Sayang ayo mandi biar aku bantu selagi si kembar bersama neneknya." kata Rian ingin membantu sang istri mandi seperti biasanya. Selama di rumah sakit pun Rian memang hanya dapat bagian merawat istrinya.


"Iya ayo kita juga harus bersiap-siap." jawab Ayla menyetujui.


Kurang lebih dari dua puluh menit Rian dan Ayla sudah keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah mandi semuanya. Semenjak sudah melakukan hubungan suami-istri lagi dari satu bulan lalu. Mereka berdua memang lebih sering mandi bersama. Tidak ada rasa malu ataupun cangung lagi bagi keduanya. Sebetulnya yang merasa malu Ayla bukan Rian.


Dengan telaten Rian membantu sang istri berganti pakaian sampai mengeringkan rambutnya juga. Setelah itu barulah dia memakai pakaiannya sendiri dan ikut bersiap seperti istrinya.


"Kamu juga sudah selesai?" Ayla tersenyum melihat Rian sudah tampil dengan gagahnya. Padahal dia sendiri pun tak kalah cantik dari suaminya.


"Iya aku sudah selesai. Kamu kenapa berdandan secantik ini. Aku tidak rela kecantikan istriku di lihat oleh Nando dan si agar-agar," pria dua anak itu langsung protes melihat kecantikan istrinya.


"Sayang ini acara penyambutan putra-putri kita. Aku ini wanita yang sudah beranak dua mana ada laki-laki yang mau dengan ku. Sudah ayo kita keluar nanti mereka malah mengira kita sedang ngapa-ngapain dari siang berada di dalam kamar terus." ajak Ayla mengajak suaminya keluar dari kamar karena semua orang tengah menunggu mereka.


Begitu melihat Rian dan Ayla sudah datang. Semua mata langsung tertuju pada mereka berdua. Bila orang lain yang melihat, maka mereka pasti akan mengira jika Rian dan Ayla belum memiliki anak.


"Kenapa mereka malah seperti pasangan pengantin?" ucap Sari begitu melihat kedatangan Rian dan Ayla.


Bonus visual karena kemarin nggak bisa update.


Ini pasangan Rian dan Ayla ya😄



__ADS_1


Ini Baby Arsha dan Salsa.


__ADS_2