Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Membeli obat.


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Di kediaman keluarga Sanjaya.


"Bagaimana mungkin obatnya tidak mempan! apa kamu tidak melakukannya dengan benar?" Murka Sanjaya kepada Bobi orang suruhannya.


"Maaf tuan, tapi saya sudah memberikan obat yang biasanya diberikan kepada hewan. Tapi tuan Rian yang terlalu kuat menahan reaksi nya. Sehingga dia masih bisa menolak ketika Nona Bela mengajak tuan Rian menginap di hotel kemarin malam." terang Bobi membela dirinya.


"Aah sudahlah, sekarang semuanya sudah terjadi. Yang jelas pasti sekarang mereka akan lebih berhati-hati lagi. Setelah kajadian ini." ucap Sanjaya yang prustasi.


"Sekarang kalian harus lebih berhati-hati lagi sebelum bertindak dan jangan sampai gagal untuk kesekian kalinya. Karna kegagalan kalian, akan membuat mereka waspada dan memperketat penjagaannya."


"Oh iya, kemana Aldi membawa Rian pergi malam itu? apa kalian kembali gagal mengikuti mereka?" tanya Sanjaya yang kembali merasa kesal.


Karna sudah sangat sering dia dan orang-orang nya ingin menjebak Rian dan Bela putrinya, agar keluarga Erlangga mau menerima Bela menjadi menantu dari keluarga konglomerat itu.


Karna mereka memiliki dendam lama yang belum terselesaikan, sampai saat ini. tujuan Sanjaya menjadikan Rian menantunya adalah agar Bela bisa membuat Rian bertekuk lutut dan pada saat itu terjadi.


Maka harta Erlangga juga akan menjadi harta Sanjaya. Namun sayangnya, semua itu selalu digagalkan oleh orang-orang yang selalu melindungi keluarga Erlangga, meskipun tak pernah terlihat.


"Maaf tuan, kami memang gagal untuk mengikuti mobil yang membawa tuan Rian. karna orang- orang yang bersama Aldi bukan orang sembarangan."


"Dan saya rasa, malam kemarin Aldi pasti membawa tuan Rian menemui wanita yang katanya telah dinikahi oleh tuan Rian itu tuan. Karna pegawai hotel yang memberikan kabar waktu itu pasti tidak berbohong."


"Namun sayangnya sampai sekarang kita tidak bisa menemukan pegawai itu dan mengetahui siapa wanita yang tuan Rian nikahin itu."


Bobi yang kembali menceritakan tentang pernikahan Rian yang memang sudah mengetahui nya.


Tapi karna tidak mau membuat Bela prustasi, Sanjaya masih menyembunyikan kebenarannya.


"Kalian cari tahu siapa wanita itu, dan bila sudah mengetahui nya. Segera habisi, agar tidak ada yang menjadi penghalang bagi rencana kita."


Perintah Sanjaya agar anak buahnya menghabisi wanita yang menjadi istri Rian.


"Baik tuan, kami akan lebih berhati-hati lagi. karna saya juga yakin, setelah ini Aldi akan mempertambah penjagaan mereka."


"Dan jika tidak ada lagi yang dibicarakan, saya permisi dulu. Karna sekarang anak buah Aldi sedang memeriksa semua pegawai yang bekerja di hotel itu. Jadi saya harus bersembunyi untuk beberapa hari ini." ucap Bobi yang ingin pamit.


"Ya, pergilah. Aku percayakan semuanya kepada mu." jawab Sanjaya mempersilahkan.

__ADS_1


Dan Bobi pun langsung pergi untuk bersembunyi dalam beberapa hari ini. Jika Aldi sampai menemukannya, sudah bisa dipastikan jika Sanjaya akan di buat rata menjadi tanah oleh Heri Erlangga.


*****************


Di dalam mobil. Rian dan Ayla sedang dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tua Ayla. Karna Ayla tidak mau ditinggal sendirian di rumah mereka. Jadi Rian mengantar Ayla terlebih dahulu.


"Nanti aku tidak akan mamfir, karena waktunya juga sudah sore. Tolong sampaikan maaf ku pada ayah dan bunda ya! aku akan mamfir pulangnya nanti, sambil menjemputmu." ucap Rian yang membelokan mobilnya dan berhenti di sebuah Apotik yang cukup besar.


Ayla pun hanya mengiyakan saja, karena dia juga tahu jika Rian ingin menemui Aldi yang sudah menunggunya di perusahaan.


"Tunggu saja dimobil, aku tidak akan lama. Hanya membelikan obat untuk mu saja! tapi apa kamu ingin sesuatu biar sekalian aku belikan?" tanya Rian yang sudah keluar dari mobilnya dan sekarang sedang menghadap kearah Ayla yang masih duduk di dalam mobil.


"Iya, tapi Ri..! apa kamu tidak malu?" tanya Ayla ragu-ragu.


"Tidak, buat apa aku malu! lagian aku membelikan obat untuk istriku! bukan untuk kekasih ku." ucap Rian yang merasa biasa-biasa saja.


Mendengar nya, Ayla pun langsung tersenyum bahagia karna kata-kata sakral itu yang ingin dia dengar dari mulut Rian selama ini.


"Sudahlah aku masuk dulu." Rian pun langsung masuk kedalam Apotik. Dan setibanya disana, Rian langsung disambut ramah dan sopan oleh kasir dan seorang pegawai di sana.


"Selamat sore tuan! ada yang bisa kami bantu?" tanya nya ramah.


Rian tidak menjawab, dan malah langsung menanyakan obat yang sedang dia cari.


"Saya ingin membeli obat pereda nyeri untuk istri saya." jawab Rian bertanya.


Mendengar pertanyaan pegawai toko, Rian terdiam beberapa saat. Karna dia bingung ingin menerangkan luka seperti apa. Sebab luka yang dialami istrinya itu, adalah luka akibat perbuatannya tadi malam.


Masa iya dia menanyakan obat untuk istrinya yang terluka karna tadi malam kena gempur oleh nya hampir menjelang subuh.


"Maaf..? apa tuan sudah tau obatnya yang mana! karna dosis obatnya berbeda-beda. Takutnya kami salah memberikan obat." terang si pegawai toko hati-hati. Agar tidak menimbulkan salah pengertian.


Rian mengaruk kepalanya yang tidak gatal, karna membeli obat pereda nyeri lebih sulit daripada dia memenangkan tender proyek di perusahaan.


Namun sebelum Rian kembali menjawabnya, seorang pegawai lain menghampiri meja kasir dan teman seperopesi nya itu, yang sepertinya sedang binggung.


"Maaf ada apa ini?"tanya nya kepada temannya itu.


"Tidak ada, hanya tuan ini sedang mencari obat pereda nyeri untuk istri nya. Cuma belum tahu luka nya yang seperti apa." terang nya yang ditanya.


Lalu si pegawai yang baru datang pun menoleh ke arah Rian yang masih berdiri di depan meja kasir. Dan terlihat dia begitu terkejut.


"Tuan muda Rian Erlangga! maaf, maaf kan kami..! jika pelayanan kami tidak membuat anda nyaman." ucap nya merasa takut sendiri. karna dia baru mengetahui jika pelanggan mereka adalah putra dari Erlangga.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kalian tidak bersalah." seru Rian.


"Baiklah jika begitu tuan ingin membeli obat nyeri untuk istri anda yang sedang menstruasi atau nyeri yang lain?" tanya nya memastikan, takut jika dugaannya salah.


"Bukan menstruasi, istri saya tidak membutuhkan itu." ucap Rian yang benar-benar sudah bingung ingin menjelaskan nya, karna semua pegawai di sana adalah wanita yang juga seumuran dengan istrinya.


"Oh, kalau begitu anda pasti membutuhkan obat dan salep ini tuan. ini obat yang anda cari." Sambil menyerahkan obatnya kepada Rian.


Rian pun menerima nya dengan lega. Dan Rian langsung memberikan 20 lembar uang berwarna merah kepada pegawai yang sudah membantunya tadi.


"Ini untuk membayar obat dan kembaliannya kalian ambil saja. Terimakasih." Rian yang sudah berjalan keluar, karna takut Ayla lama menunggu dirinya.


"Tapi." ucapan mereka para pegawai toko terputus, karena yang di ajak bicara sudah tidak ada.


Braaak...


Rian masuk kedalam mobil dan menutup pintunya.


"Ini, obat nya dan salep juga ada. Nanti setibanya di rumah bunda, obatnya langsung diminum." ucap Rian sambil kembali menjalankan mobil mewah nya.


"Kenapa lama sekali? apa mereka menyulitkan mu!"


"Ya.., sedikit! karna mereka bertanya obat nyeri untuk luka seperti apa." jawab Rian jujur.


"Lalu? kamu bilang apa?" tanya Ayla yang penasaran.


"Tidak bilang apa-apa. Masa iya aku mengatakan ingin membeli obat nyeri, untuk luka malam pertama. Karena aku mengempur istriku sampai dia terluka." jawab Rian tersenyum sendiri memikirkan bagaimana tadi malam dia mengempur Ayla berulangkali.


Sampai dia benar-benar puas melakukan nya. Karena Ayla terus melayani nya dan tidak sedikitpun dia menolak, meskipun Rian tau jika Ayla selalu merintih sakit dan nikmat secara bersamaan.


"Rian..!" Ayla yang dengan repleks memukul tangan Rian yang sedang menyetir, karena Ayla merasa malu.


Sedangkan yang di pukul malah tertawa. Entah kenapa hanya menjahili Ayla seperti itu, Rian sudah merasa bahagia.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih 🙏😘


jangan lupa like dan dukungannya.


__ADS_2