Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Menjaga kalian.


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Ayla menceritakan semua yang tidak dia katakan, kepada siapapun selama ini. Kecuali kepada Nando sekarang.


"Tapi orang tua kalian harus tahu, jika saat ini kamu sedang mengandung Ay. Mau sampai kapan juga kamu akan menyembunyikan dari mereka. Karna semakin hari, tentu perutmu akan semakin besar." ucap Nando setelah dari tadi hanya mendengarkan Ayla saja.


"Masalah itu, kakak tenang saja. Karna aku akan meninggalkan kota ini, sebelum perutku membesar. Dan sebelum pergi, baru aku akan memberitahu kedua orang tuaku, dan orang tua Rian.


"Tapi kamu akan kemana? izinkan kakak menemanimu. Kakak berjanji akan melindungi kalian."


Mendengar ucapan Nando, membuat Ayla tersenyum simpul. Karna dia merasa bahagia. Ternyata masih ada orang yang peduli pada dia dan anaknya. Selain keluarganya sendiri.


"Rencananya aku akan kembali ke kota A kak. Karna disana ada kakek dan nenekku juga. Aku akan mengembangkan bakatku disana. Tapi maaf kak, aku bukannya menolak niat baik kakak. Sebab aku tidak mau semakin menyusahkan kakak kedepannya." tolak Ayla dengan halus. Agar Nando tidak tersinggung dengan ucapannya.


"Apa maksudmu menyusahkan."


Ceklek....


Pintu yang dibuka dengan pelan. Membuat Nando menghentikan ucapannya.


"Maaf mengangu tuan, nona. Kami Ingin memeriksa keadaan nona Ayla dulu." kata dokter yang diikuti oleh dua perawatan dibelakangnya.


"Silahkan Dok, maaf tadi saya telat memberitahunya." ucap Nando meminta maaf. Karna tadi begitu Ayla sadar, Nando memang lupa untuk memberitahu kepada dokter jaga terlebih dahulu.


Sampai satu orang perawat datang untuk mengecek keadaan pasien. Barulah Nando memberitahu nya.


Dokter muda itu hanya tersenyum. Dan melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan dua orang perawat dibelakangnya, juga sudah mencatat apa saja, yang disebutkan oleh dokter itu.


"Keadaan nona sudah lebih baik. Tapi nona tetap harus dirawat untuk beberapa hari kedepan. Agar kandungan nona, bisa lebih kuat." Terang dokter muda itu setelah memeriksa keadaan Ayla.


"Terimakasih Dok, bagaimana menurut dokter saja. Asalkan baik untuk kandungan saya." seru Ayla mengikuti apa yang terbaik untuk dia dan anak-anaknya.


"Baiklah, kalau begitu. Kami permisi dulu. Silahkan dilanjut dan jangan lupa untuk banyak istirahat." pamit dokter itu yang langsung meninggalkan ruang rawat Ayla.


Setelah dokter itu keluar. Barulah Nando kembali mendekati Ayla.


"Ayla, setidaknya beri tahu kedua orang tuamu. Kamu butuh mereka untuk menjagamu. Meskipun kakak bisa melakukannya, tapi jika membantumu masalah pribadi, kakak tidak bisa." Nando masih berusaha menyakinkan Ayla.


"Tidak kak, jika aku memberitahu sekarang. Maka masalah nya akan bertambah sulit. Tolong kakak telpon Sari. Dia bisa menjagaku. Karna sekarang Sari ada di kota ini."

__ADS_1


"Baiklah jika itu keputusan mu. nanti kakak akan menanyakan tempat Sari berada. Biar Andre yang menjemputnya." Nando yang tidak bisa memaksa Ayla akhirnya hanya bisa mengiyakan.


"Sekarang kamu istirahat lah. Jangan memikirkan apapun lagi. Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah kesehatanmu dan kedua anakmu. Jangan karna Rian kamu mengabaikan keselamatan mereka." ucap Nando sambil memperbaiki selimut di tubuh Ayla.


"Iya kak, sekali lagi terimakasih. Jika saja kakak tidak mengangkat terponku, maka mungkin saja saat ini kami tidak berada dirumah sakit."


"Sudahlah jangan berterimakasih terus, wajar saja aku menolong adik dan calon keponakan ku. Istirahatlah, kakak akan duduk di sofa. Agar tidak menggangu mu. Jika kamu membutuhkan sesuatu, pangil saja kakak." ucap Nando berjalan kearah sofa dan duduk disana.


"Kak Nando terimakasih! jika saja kakak tidak datang, entah bagaimana nasib kedua anakku. Mulai saat ini, aku akan berusaha untuk hanya memikirkan kesehatan kami. Dan anak-anakku terimakasih! kalian sudah bertahan. Maafkan mama, yang sudah membahayakan nyawa kalian. Hanya karna orang yang sudah membuang kita!"


Lirih Ayla yang sudah memejamkan matanya, karna para perawat yang datang tadi, memang sudah menyuntikkan obat di selang impus nya.


Sehingga membuat Ayla cepat tertidur.


Sadangkan di lain tempat, Andre sedang menjemput Sari di hotel tempat nya menginap. Karna Andre sudah di telpon oleh Nando untuk membawa Sari kerumah sakit Central Medika, rumah sakit suasta, milik keluarga Anita.


Di dalam mobil, Andre dan Sari sudah menuju kerumah sakit tempat Ayla dirawat. Tapi sebelum itu tadi, mereka sudah singgah dulu di restoran milik Nando.


Untuk menjemput makanan yang sudah Nando pesan langsung pada karyawan nya. Jadi mereka berdua hanya menjemput saja.


"Kenapa Ayla bisa dirawat? memang dia sakit apa?" tanya Sari memecahkan keheningan diantara mereka.


"Entahlah, aku hanya di kasih tau. Untuk menjemputmu saja. Nanti saja kita tanyakan setelah sampai." imbuh Andre yang juga merasa binggung.


Dan Sari pun mengangguk menyetujui. Hanya dua puluh lima menit. Mobil mewah milik Andre sudah tiba di depan rumah sakit. Lalu setelah menurunkan Sari di depan loby, Andre pergi memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


"Sudah." tanya Sari melihat Andre sudah tiba di depannya.


"Iya ayo kita masuk. Nando sudah memberitahu ku, katanya Ayla di rawat di lantai tiga, diruangan Melati." Andre menyebutkan tempat Nando dan Ayla sekarang.


Ceklek.....


Andre membuka pintu dengan sangat pelan. Karna takut jika sekarang Ayla sedang istirahat. Dan benar saja, ternyata Ayla masih tertidur nyenyak.


"Kalian sudah datang!" sambut Nando yang sudah mendudukkan tubuhnya, karna tadi dia memang ikut berbaring diatas sofa.


"Iya lo nelpon tadi, gue lagi dikelas. Dan setelah itu, gue langsung berangkat menjemput Sari. ini pesanan lo. Dan apa Ayla belum sadar? bagaimana keadaannya. Dan kenapa bisa terjadi seperti ini. Bukannya kemarin sore Ayla terlihat baik-baik saja?" tanya Andre seperti rem mobil yang blong.


"Nanya nya, satu-satu. Jangan di borong sekaligus. Bagaimana kak Nando mau menjawabnya." tegur Sari mengelengkan kepalanya. Sari memangil Nando memang kak Nando.


Namun kalo sama Andre, dia menyebutkan nama. Karna mereka seumuran. Jadi menurut Sari lebih enak menyebut nama saja.


Beda dengan Nando, diantara mereka bertiga. Memang umurnya lah yang lebih tua satu tahun.

__ADS_1


"Sekarang keadaan nya sudah membaik. Tapi dia masih harus dirawat intensif disini. Karna kandungannya masih lemah." jawab Nando sedikit memberikan penjelasan.


"Apa Ayla hamil?" tanya Sari dan Andre bersamaan.


"Suuuiit..! jangan berisik. Nanti Ayla terbangun." Nando memberikan lirikan kearah Ayla.


"Apa benar kak, Ayla sedang hamil? tanya Sari mengulangi pertanyaan mereka tadi.


"Iya benar, kata dokter, hamilnya sudah mau memasuki minggu kelima. Dan Ayla mengandung anak kembar." terang Nando lagi.


"Tapi tungu-tungu..! bagaimana Ayla bisa hamil. lo bikin gue bingung Nan." tanya Andre yang menjadi Lola.


"Bingung gimana! Perasaan gue udah ngomong dengan jelas. Lo nya aja yang ngak paham." delik Nando sedikit kesal. Karna sahabatnya itu memang tipe orang yang menyebalkan.


"Sudah-sudah.., jangan bertengkar. Sekarang tolong kakak jelaskan saja kenapa Ayla sampai dirawat. Dan kemana suaminya? kenapa malah kakak yang menjaga nya disini?"


Dan Nando pun menceritakan semuanya, termasuk permintaan Ayla yang tidak mau jika keluarga nya mengetahui keadaannya sekarang.


"Brengsek si Rian. Tadi pagi malahan gue ketemu dia di parkiran bersama tu cabe-cabean. Mentingin si Bela daripada anak dan istrinya sendiri." maki Andre yang kesal.


"Apa..! jadi tadi pagi Rian malah menjemput Bela. Dan malah membiarkan Ayla yang hampir meregang nyawa bersama anak-anaknya! Sari, Andre, tolong jaga Ayla. Gue akan bikin perhitungan sama Rian." Nando langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya.


"Tapi gue ikut lo Nan. Biar Sari yang menjaga Ayla. Gue takut lo gak bisa mengendalikan diri lo. O'ya Sari jika Ayla bangun, tolong katakan jika kami keluar sebentar. Jangan katakan jika kami menemui Rian." seru Andre yang ikut berdiri.


"Iya siap. Aku akan menjaga nya disini. Kalian hati-hati di jalan." ucap sari memberikan jempolnya keatas.


Lalu Nando dan Andre pun langsung pergi ke perusahaan Erlangga group. Untuk menemui Rian. Karna mereka tau, pasti sekarang Rian sedang berada di perusahaan nya.


Dan ntah apa yang terjadi selanjutnya. Karna ceritanya sampai di sini dulu.


BERSAMBUNG.....😂


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya.! Karna hanya itulah yang membuat author semangat juga untuk menulis.

__ADS_1


Terimakasih 🙏😘


__ADS_2