Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Kerapuhan Rian.


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷


.


.


"Apa...? Bela tidak mau Pi, ini semua gara-gara wanita sialan itu. Jika tidak, maka sekarang Bela pasti sudah menjadi Nyonya Erlangga." tolak Bela dengan menggebu-gebu.


"Tapi ini semua juga karna dirimu. Kamu ingin menyakiti dia dengan membuat dia cemburu menyaksikan hubungan kalian berdua. Jangan lupakan itu Bela. Kita tidak punya cara lain. Karna bila kamu tidak bisa memuaskan si tua Bangka itu. Maka dia akan menarik rumah dan juga semua aset milik kita. Apa kamu mau hidup di jalanan." ucap Sanjaya menguyar rambutnya sendiri.


Karna merasa bingung juga, sebab mereka sudah menemukan jalan buntu. Satu-satu nya cara hanya bertahan bersama perusahaan Barclay. Meskipun penuh tekanan.


Semua para sahabat Sanjaya, mereka tidak ada yang mau membantu. Karna mereka semua tau seperti apa kelicikan Sanjaya. Jadinya hanya bisa bergantung pada perusahaan Barclay untuk sementara waktu.


"Lalu setelah Bela tidur dengannya. Apa yang harus kita lakukan? apakah perusahaan Papi akan tetap aman. Bukanya tadi Papi mengatakan, jika orang-orang Rian sudah membeli saham milik tuan Anton. Lalu bagaimana kita bisa bernaung disana!" Bela yang berusaha menolak.


"Meskipun Erlangga group sudah membeli hampir delapan puluh persen saham di perusahaan Barclay. Tapi mereka masih butuh proses untuk menghancurkannya. Dan waktu itu bisa kita pergunakan untuk mencari cara lain. Ayolah sayang,! lagian apa lagi yang bisa kita lakukan." pinta Sanjaya pada Bela. Agar mau memenuhi permintaan Anton.


"Baiklah, Bela akan membantu Papi. Tapi hanya kali ini saja. Dan setelah kita bisa mencari cara lain. Bela tidak mau lagi melayani rekan bisnis Papi." Bela yang tidak memiliki pilihan akhirnya mau menemani Anton.


"Terimakasih Nak. Papi berjanji akan menebus semua masalah ini. Semua yang Papi lakukan sekarang demi dirimu juga. Tapi tolong jangan sampai mami mu mengetahuinya. Papi tidak mau menambah masalah baru. Kamu paham kan maksud Papi." ucap Sanjaya mendekati Bela dan memeluknya erat.


Andai dia punya pilihan lain. Tentu saja dia tidak mau menyerahkan putrinya pada Anton.


Dan Bela hanya mengangguk dalam pelukan Papi nya.


"Aku bersumpah, jika putriku tidak bisa bahagia. Maka kalian semua juga tidak akan bahagia. Meskipun aku hancur, maka kalian semua juga harus hancur bersama ku."


Sanjaya yang mengumpat didalam hatinya. Mencari-cari kesalahan orang lain. Padahal semua akar masalah berasal dari dirinya sendiri.


"Ayo kita berangkat sekarang. Nanti Mami kamu malah akan curiga. Biar papi yang mengantar kamu kesana." seru Sanjaya melepaskan pelukannya dan langsung saja mengajak Bela pergi dari rumah yang kebetulan istrinya sedang tidak ada di rumah.


Bela pun hanya diam mengikuti dari belakang. Disepanjang jalan menuju Apartemen milik Anton, dia pun tidak banyak bicara. Meskipun Bela sudah biasa melakukan hubungan bebas dengan para lelaki cadangan nya.


Tapi kali ini tentu saja rasanya berbeda. Karna kali ini dia akan melayani orang yang sudah sama tuanya dengan Papi nya. Itupun sebagai penebus bisnis mereka yang gagal total.


"Ayo turun. Jangan terlalu tegang. Papi berjanji ini adalah yang pertama dan terakhir kali nya kamu menemani si tua Bangka itu." ucap Sanjaya yang mengerti kegelisahan putrinya.


Lalu mereka turun dari mobil dan langsung saja masuk ke Apartemen mewah itu.

__ADS_1


Selama di dalam lift, di dalam hati Bela tidak pernah berhenti mengutuk Ayla. Karna Ayla lah, Rian tidak jadi menikahinya. Jika dia menikah dengan Rian. Maka malam ini dia tidak perlu melayani Anton. Itulah yang ada dipikiran Bela.


Tiba di depan pintu Apartemen. Sanjaya langsung saja memencet Bel nya. Dan tidak lama setelah itu terdengar Anton sudah membuka pintu.


"Wah kalian datang lebih cepat?" sapa Anton dengan pandangan lapar melihat Bela.


"Iya, lebih cepat maka akan lebih baik kan. Ini adalah pertama dan terakhir kali nya putriku menemani Anda Tuan Anton." Sanjaya berkata sambil menahan emosi.


Karna di depan matanya, Anton sudah langsung menarik Bela masuk kedalam Apartemen mengunakan satu tangannya. Sedangkan satu tangannya masih memegang pintu.


"Kita lihat saja nanti. Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan dana yang sudah saya keluarkan." setelah mengatakan itu, Anton langsung menutup pintunya dengan keras.


"Baby...! ternyata kamu lumayan cantik." ucap Anton menarik Bela ke atas sofa dan langsung memberikan beberapa cumbuan di leher Bela dangan cara memaksa. Jangan lupakan tangannya pun sudah bergeliyar kemana-mana.


"Minumlah obat ini dulu, agar kamu juga ikut menikmatinya. Saya tidak suka hanya bermain sendiri." dengan paksa Anton memberikan Bela satu butir obat perangsang beserta air minum yang sudah dia siapkan sebelum Sanjaya datang.


Karna baru diberi pemanasan seperti itu saja. Bela sudah menolak mengunakan tangannya. Apalagi jika Anton sudah ingin lebih dari itu.


"Sekarang ayo kita langsung kekamar. Saya sudah tidak sabar ingin merasakan daun muda lagi." kata Anton yang sudah mengendong Bela dengan paksa.


Tiba di dalam kamar. Anton langsung saja membaringkan Bela terburu-buru dan dia sendiri pun langsung saja melepaskan jubah mandi yang dipakai nya tadi, karna sebelum Bela datang, dia memang habis mandi.


Karna Bela sudah mulai merasakan efek obat yang diminumnya tadi. Akhirnya Bela pun tidak tinggal diam. Dikit demi sedikit, Bela mulai ikut membalas. Meskipun dalam pengaruh obat, tapi Bela masih belum ikhlas sepenuhnya di jamah oleh Anton.


Namun Anton tidak menyerah, dia terus memberikan sentuhan dengan berbagai cara. Sampai Bela benar-benar terhanyut dan ikut terbuai.


Sehingga sampai membuat Anton tidak tahan untuk memulai aktivitas yang dia tahan dari tadi. Demi membapat nilai yang pantastis.


"Aaaaaahhkkk...." Erangan dari Anton yang merasakan nikmat, begitu dia sudah memulai permainannya. Tapi ada yang berbeda.


"Sial, ternyata kamu sudah tidak perawan lagi,! Ciih...! ternyata Sanjaya hanya sedang jual mahal, melarang ku menyentuh putrinya." umpat Anton yang kembali melanjutkan aksinya.


Karna tidak mungkin dia menidurkan si kobra begitu saja. Padahal sudah berada di dalam sarangnya.


Meskipun merasa kecewa mendapatkan jika barang yang dia beli dengan mahal itu, ternyata bukan barang ORI. Anton tetap melanjutkan.


Dengan perlahan tapi pasti, Anton mulai memaju mundurkan pinggulnya. Dari hentakan sedang sampai keras. Sampai-sampai membuat Bela menjerit. Di bawah Kungkungan nya.


Namun semakin mendengar jeritan Bela. Maka semakin kencang Anton mengendalikan kuda nya. Meskipun Anton sudah mengeluarkan lahar nya berulang kali. Tapi nyatanya dia belum berhenti. Dia terus mengali kenikmatan di sela Isak tangis dan rintihan Bela.

__ADS_1


Sudah hampir jam satu malam. Anton masih terus berpacu dengan kecepatan dan bermacam gaya yang dia lakukan. Karna Anton memang pakar nya dalam bidang ini.


"Keluarkan suara mu Baby...! ini Nikmat sekali rasanya. Ternyata kamu cukup lihai membuat saya tidak mau berhenti untuk terus melakukan nya." seru nya lagi yang semakin memberi hentakan agar sang kobra kembali menyemburkan bisa nya.


Bela akhirnya ikut mengeluarkan suara-suara merdunya. Meskipun perih yang dia rasakan di bawah sana sudah tiada terkira. Dan dia tidak mau membuka matanya. Karna tidak mau melihat wajah tua Anton yang sibuk berpacu dengan bermacam-macam gaya. Bela sudah seperti gorengan yang di bolak balik mengunakan pengoreng.


Sampai setengah jam kemudian. Barulah kembali terdengar suara erangan panjang dari keduanya.


"Aaaaaaakkkhh.....!" Bela pun juga ikut mengerang.


"Baby sekarang kamu tidur saja. Nanti pagi kita lanjutkan lagi. Saya sangat menikmatinya, meskipun kamu sudah tidak perawan lagi." ungkap Anton menarik kobra nya keluar. Lalu turun dari posisinya dan ikut berbaring disamping tubuh polos Bela.


Sedangkan Bela yang sudah sangat lelah melayani orang tua, tapi bertenaga seperti kuda itu, langsung saja tertidur dengan pulas.


Karna Anton memperlakukannya sudah seperti wanita penghibur. Meskipun baru satu jam Anton melakukannya tadi. Tapi Bela sudah merasa kewalahan. Dan rengekan dari Bela tidak dihiraukan oleh Anton. Yang ada dia malah semakin buas.


Sampai akhirnya Bela pasrah saja apa yang Anton lakukan pada tubuhnya. Yang Bela yakini pasti besok pagi tubuh nya sudah berubah seperti macan tutul.


Karna meskipun Bela memejamkan matanya di sepanjang aksi yang di lakukan Anton, tapi dia dapat merasakan jika bibir Anton sudah mengabsen di setiap tempat.


**********


Lain Bela. Lain pula dengan Rian. Tadi sore, Rian sudah kembali lagi ke kota B. Dan malam ini dia memilih kembali kerumah kedua orang tuanya. Begitu banyak hal yang ingin dia curahkan kepada wanita yang sudah melahirkan nya 22 tahun lalu.


"Apa yang harus Rian lakukan Ma? Setelah Ayla melahirkan anak kami. Dia akan menikah dengan Nando,! Sekarang pengacara Ayla sedang berusaha mengugat Rian. Mereka memiliki bukti jika selama ini Rian sudah menyia-nyiakan Ayla." lirih Rian di pangkuan Mama Sonya.


Mereka sekarang sedang berada di dalam kamar Rian sendiri. Karna Mama Sonya yang mendatangi kamar itu. Setelah diberitahu oleh pelayan jika putranya kembali.


"Jika kamu benar-benar mencintai Ayla. Buktikan padanya, jika kamu layak untuk menjadi pendamping hidup nya. Menjadi suami itu, bukan hanya sekedar memberikan uang Nak. Lalu kamu akan bebas setelah itu. Menjadi seorang suami, harus ada disaat istrinya susah maupun senang. Dan tidak pernah mengambil keputusan sendiri. Karna baik menurut kita. Tapi belum tentu baik untuk pasangan kita. Meskipun masalah sekecil apapun, kamu harus jujur. Agar tidak ada yang tersakiti dengan keputusan mu!" ucap Mama Sonya mengelus kepala putranya.


Semenjak Rian berumur delapan tahun. Inilah kali pertama dia melihat putranya kembali menangis. Dapat beliau lihat, betapa rapuhnya seorang Rian malam ini.


Meskipun kasihan melihat anaknya. Tapi Mama Sonya juga tidak bisa berbuat apa-apa. karna semua keputusan ada pada Ayla.


BERSAMBUNG......


Janga lupa untuk mamfi ke cerita Devan dan Zizi juga ya....!!!


__ADS_1


Terimakasih.🙏🙏🙏


__ADS_2