
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Tiba di dalam mobil. Mama Sonya duduk di bangku depan bersama sopir nya, sedangkan Rian dan Ayla duduk di bangku belakang.
"Sayang, jika kamu mengantuk tidur saja dulu, nanti bila sudah sampai aku akan membangun kan, mu." Rian menarik pelan tubuh istrinya agar menyender pada bahunya, karena dia melihat jika wajah istrinya itu seperti sedang menahan sesuatu.
"Hm! baiklah, aku hanya ingin memejamkan mata ku sebentar saja. Entah mengapa tiba-tiba saja kepalaku sedikit pusing." Ayla pun tidak menolak saat sang suami menyuruh dia bersender pada pundaknya.
"Apa! Kamu sakit kepala? Bagaimana jika kita putar arah saja untuk kembali ke rumah sakit?" Rian bertanya khwatir mendengar istrinya sakit kepala. Padahal mobil yang membawa mereka baru saja meninggalkan rumah sakit.
"Tidak perlu, aku sudah biasa sakit kepala seperti ini." ucap Ayla tersenyum menyentuh tangan Rian. Agar suaminya bisa merasa tenang.
"Benar tidak apa-apa? Jika kamu mau, biar kita kembali lagi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan, mu," kata Rian yang takut Ayla berbohong tentang keadaannya.
"Tentu saja aku akan mengatakan kepada suami ku, apabila aku tidak baik-baik saja. Jadi tidak perlu khawatir, Ya!" setelah mengatakan itu, Ayla pun memejamkan matanya dalam dekapan Rian sampai mobil yang membawa mereka tiba di kediaman Erlangga.
Begitu mobil itu sudah berhenti tepat depan pintu rumah yang berada di samping. Rian langsung saja membangunkan istrinya pelan. Jika saja dia sedang tidak sakit seperti sekarang. Maka Rian tidak akan mau membangunkan Ayla seperti saat ini. Dulu ketika mereka masih tinggal bersama, hampir tiap malam Rian mengendong Ayla dari ruang keluarga menuju ke lantai atas tempat kamar tidur mereka berada.
"Dia tidur, Nak?" Mama Sonya bertanya karena melihat jika anak dan menantunya belum turun dari mobil.
"Iya, Ma! Mungkin dia terlalu capek gara-gara menjaga Rian," jawab Rian nenoleh ke arah sang mama yang melihat kebelakang sebelum dia turun.
"Tentu saja dia sangat capek, karena tiap hari harus berdiam di rumah sakit. Lalu bagaimana sekarang? Apa lebih baik bangunkan saja, Nak. Biar putri Mama istrirahat di kamar saja, lagian tidak bagus juga dia tidur dengan posisi seperti ini." kata Mama Sonya sebelum dia turun dari mobil.
__ADS_1
"Iya, Mama duluan saja. Biar Rian yang akan membangunkan nya." setelah itu lelaki yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari dua anak kembar itu pun membangunkan istrinya.
"Sayang!" suara lembutnya sembari mengelus pipi cubi wanita yang sekarang menjadi belahan jiwa nya itu.
"Sayang, ayo bangun. kita istrirahat di kamar saja." ulang nya lagi untuk yang kedua kalinya.
"Kita sudah sampai?" Ayla membuka matanya perlahan saat merasa ada yang mengelus wajahnya.
"Hm, sudah. Maaf aku sudah mengangu tidur mu. Aku belum bisa jika mengendong kalian sekarang, karena takut jahitannya lepas," kata Rian yang merasa bersalah, meskipun itu bukan lah sebuah kesalahan.
"Hey! Maaf untuk apa? Sudah ayo kita turun. Aku tidak apa-apa, tadikan aku memang hanya iging memejamkan mataku karena ingin agar sakit kepala ku hilang. Dan sekarang sudah mendingan, karena aku tidak hanya memejamkan mata saja. Tapi malah tertidur dengan nyenyak." Ayla pun tersenyum saat mengatakan itu. Dia sekarang benar-benar merasa begitu bahagia meskipun hanya sekedar perhatian kecil seperti saat ini yang di tunjukkan oleh Rian.
"Ya sudah, jika begitu ayo kita turun. Mama pasti menunggu kita di dalam." akhirnya pasangan muda yang baru merasakan kebahagiaan itu pun berjalan masuk dengan si suami merangkul pundak istrinya. Dan tiba di dalam, tepatnya ruang keluarga.
"Kamu sudah bangun, sayang? Maaf Mama masuk duluan." sambut wanita paruh baya itu berdiri dari duduknya.
"Iya, Ma! Mama tidak perlu minta maaf, Ayla seharusnya yang minta maaf, karena sudah membuat Mama menunggu di sini." ucap gadis cantik yang terlahir dari keluarga kaya ini merasa bersalah pada ibu mertuanya.
Lalu mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing, Rian dan Ayla naik ke lantai atas di mana tempat kamar mereka berada. Sedangkan Mama Sonya ke kamarnya yang ada di lantai bawah.
Seperti apa kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan Rian dan Ayla sekarang. Maka tak berbeda jauh dengan yang di rasakan oleh pasangan Nando dan Sari. Pasangan yang sebelumnya tidak menjalin hubungan pacaran, perjodohan ataupun sebagainya. Namun, entah ada angin apa mereka tiba-tiba saja ingin menikah.
Tidak ada yang percaya saat mereka berdua mengatakan jika mereka berdua ingin segera menikah dan akan mengadakan acara pertunangan dalam waktu dekat. Semua orang kaget dengan keputusan mereka berdua.
Flashback.....
"Nesa! Ini benar-benar kamu kan? Aku tidak lagi bermimpi kan?" Nando mengengam tangan sang kekasih sambil berderai air mata.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Nando, membuat gadis cantik itu tersenyum simpul. Bagaimana mungkin kekasihnya itu bertanya jika itu bukanlah mimpi. Padahal Nando tau jika dia sudah meninggal dunia tiga tahun lalu.
"Sayang, aku sangat merindukanmu," ucap Nando memeluk tubuh Nesa dengan eratnya.
"Aku pun sangat merindukanmu, sayang! Aku datang karena aku tau jika hati mu sedang tidak baik-baik saja. Ada apa? Apa kamu tidak ingin bercerita kepada ku?" Nesa bertanya sambil ikut membalas pelukan dari Nando. Baru setelah itu mereka berdua duduk di bangku kecil yang sering mereka datangi ketika Nesa masih hidup dulu.
"Sayang, aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku cintai untuk ke dua kalinya. Aku sangat menyayangi Ayla seperti aku menyayangimu. Tolong beri tahu aku, apa yang harus aku lakukan agar aku tidak kehilangan dia?" tanya Nando seolah-olah itu semua nyata.
"Jika kamu bertanya bagaimana caranya agar kamu tidak kehilangan dia. Maka jawaban nya adalah tetap jadi kan dia sebagai adik perempuan mu. Apa kamu tau kenapa?" Nesa tersenyum saat dia melempar pertanyaan itu pada kekasih yang dia tinggalkan dulu.
"Kenapa aku harus tetap menjadikan dia sebagai adik perempuan ku? Bukankah dengan begitu aku akan kehilangan dia?" Nando heran mendengar ucapan Nesa.
"Jika kamu menjadi kan dia bagian dari dirimu. Maka tidak ada yang bisa menjamin jika kamu akan memiliki dia selama nya. Apalagi kamu tau sendiri kan, jika dia istri sahabat mu sendiri. Akan tetapi bila kamu menjadikan dia sebagai adik perempuan mu. Di saat dia tersakiti! di saat dia membutuhkan bahu untuk sandaran. Maka dia akan mencari kamu sebagai saudaranya." setelah mengatakan itu, dalam sekejap mata Nesa sudah hilang dari hadapan Nando.
"Nesa...!" Nando terbangun dari tidurnya dengan menyebut nama kekasih yang sudah lama pergi meninggalkan dia.
BERSAMBUNG ......
.
.
.
.
Hai-hai.......!! Semua nya🤗 Untuk beberapa bab kedepan, kita akan membahas bagaimana Nando bisa bertunagan dengan Sari ya.😄
__ADS_1
Buat kalian yang masih setia mengikuti cerita nya, Mak author ucapkan terimakasih banyak...😘😘😘😘😘
Dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya. Terimakasih.🙏