
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Pagi hari di kediaman rumah mewah berlantai dua. Sepasang suami istri masih tidur di bawah selimut yang sama. Dari awal tidur sampai pada pagi hari, si wanita masih tidur dengan nyenyak dalam pelukan suaminya. Sudah dari dua belas menit yang lalu Rian bagun namun, dia tidak segera bangkit karena tidak mau bila istrinya terganggu.
"Em!" suara Ayla saat Rian memindahkan kepalanya pada bantal. Lelaki itu tidak memiliki pilihan karena dia sudah tidak tahan ingin ke kemar mandi. Setelah melihat istrinya kembali tidur barulah Rian turun dari ranjang dengan pelan dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Agh, sudah lama tidak melakukannya ternyata bikin sakit badan juga. Pantas saja si ibu hamil, ku sampai kelelahan." ucap Rian tersenyum sendiri melihat wajah lelah sang istri dan mengingat bagaimana mereka bercinta tadi malam. Lalu pria itu membasuh mukanya karena dia ingin ke dapur untuk memasakan sesuatu agar Ayla bagun tingal sarapan.
Begitu sudah keluar dari kamar mandi. Rian mendekati istrinya lagi dan memberikan ciuman lebih dulu sebelum meninggalkan kamar itu.
Cup....
"Tidur lah sayang, ku. Aku akan masak sesuatu untuk mu dan anak kita." bisik nya pelan karena takut Ayla terbangun. Lalu diapun membuka pintu dengan pelan dan meninggalkan kamar itu untuk mengerjakan tugas nya.
Sampai satu jam berlalu Rian baru selesai membuatkan makanan untuk mereka sarapan pagi ini. Untungnya meskipun Mama Sonya melarang mereka pindah, tapi wanita baya itu tetap menyiapkan semua belanja yang di butuhkan oleh anak dan menantunya. Jadi Rian tinggal mengambil dari lemari pendingin saja.
"Wah, bapak Presdir Erlangga group rajin sekali," ucap Ayla dari belakang.
Rian yang sedang menata beberapa masakan di atas meja makan pun langsung menoleh kearah sumber suara.
"Sayang! Kamu sudah bagun," kata Rian tersenyum melihat istrinya yang sudah tampil cantik dengan dress ibu hamil nya.
"Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Ayla setelah Rian mencium pipi dan keningnya.
"Ibu Presdir sedang tidur, jadi aku tidak mau mengangu nya." seru Rian menuntun Ayla ke kursi meja makan dan mendudukkan nya dengan pelan.
__ADS_1
"Benarkah? Aku jadi tidak enak sudah membuat CEO perusahaan Erlangga masak di pagi hari seperti ini. Sedangkan istrinya lagi enak-enakan tidur." kata Ayla merasa tidak enak meskipun dia bicara penuh candaan.
"Apapun pangkat ku di luar sana. Tapi bila di rumah seperti ini, aku adalah milik istriku. Jadi tidak ada kata seperti itu lagi. Hm," Rian membelai wajah istrinya karena dia tau jika Ayla orang nya memang selalu merasa tidak enakan pada siapapun.
"Sudah duduk di sini, aku tinggal membuatkan susu ibu hamil untuk, mu. Nanti jam sembilan kita akan pergi ke rumah sakit."
"Ke rumah sakit! Kita mau melihat siapa?' tanya Ayla sedikit kaget. Pasalnya keluarga mereka tidak ada yang sakit.
"Mau memeriksa istriku, aku takut kalian kenapa-napa, gara-gara pertempuran kita tadi malam." jawab Rian tersenyum karena melihat wajah kaget istrinya.
"Tapi--"
Cup...
"Tidak ada tapi-tapian. Kesehatan kalian adalah hal paling utama. Duduk jangan banyak bicara lagi, aku akan membuat susu dulu." kata Rian yang tidak bisa di bantah lagi. Bukan apa-apa dia ingin membawa istrinya periksa. Lelaki itu menyamakan dengan tubuhnya yang terasa letih, jadi dia khawatir bila Ayla juga merasakan hal yang sama. Namun, wanita itu tidak mau mengatakan pada nya.
Ayla pun akhirnya hanya bisa menuruti perintah sang suami demi kebaikan dia dan kedua calon anak-anak mereka.
"Tidak, nanti saja sekalian kita mau berangkat ke rumah sakit." jawab Rian sudah selesai mengerjakan pekerjaan terakhirnya.
"Hm, terserah mana baik nya saja. Tadinya jika kamu mau mandi lebih dulu, biar aku membuat susunya. Namun, suamiku ini sangat cekatan." ujar Ayla sekarang malah bergantian dia yang memeluk tubuh suaminya lebih dulu. Entah mengapa rasanya dia ingin bermanja pada sang suami.
"Kenapa, Hm? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" Rian yang merasa kaget di peluk tiba-tiba tentu langsung bertanya. Pasalnya dari dulu maupun sekarang Ayla tidak pernah melakukan hal itu. Untungnya susu yang Rian buat masih ada di atas meja kaca jadi tidak tumpah mengenai mereka.
"Tidak ada apa-apa. Aku--aku hanya sangat bahagia." seru Ayla belum melepaskan pelukannya.
"Memang itu tujuan ku, membuat kamu bahagia berada di sisi, ku. Muuuaaah! Sudah, ayo kita sarapan. Jika kamu selalu seperti ini aku bisa khilaf." Rian mencium pipi cubi istrinya yang bertambah imut apabila sedang bermanja seperti sekarang.
"Iya, iya!" wanita hamil itu kembali lagi mengikuti sang suami ke meja makan. Lalu mereka pun langsung mengabiskan sarapan yang Rian buat sendiri demi istrinya.
__ADS_1
Setelah menghabiskan sarapan mereka. Ayla meminta agar Rian kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya. Sedangkan dia akan membereskan meja makan, mencuci piring dan peralatan bekas Rian memasak. Sudah beres semuanya barulah ibu hamil itu menyusul ke kamar mereka yang memang berada di lantai bawah.
"Sayang!" sapa Rian melihat Ayla sudah kembali.
"Kamu sudah selesai mandi nya?" kata Ayla berjalan mendekati Rian dan membantu suaminya memasangkan kancing kameja.
"Sudah, lagian sebelum tidur sudah mandi juga. Aku takut bila selalu mandi membuat aku semakin tampan." ucap Rian menarik pinggang Ayla agar menempel pada tubuhnya.
"Hey, diamlah. Aku sedang membantu, mu."
"Aku hanya ingin mencium bau harum dari ibu hamil, ku.' Anak-anak papa, hari ini kita akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa mama kalian, ya. Jangan nakal karena hari ini papa akan membawa mama jalan-jalan." tidak lupa Rian juga mengelus perut istrinya untuk berbicara dengan anak mereka yang masih dalam kandungan sang istri.
Ayla yang melihat hal itu hanya bisa tertawa bahagia. Rian yang dingin sekarang sudah mencair menjadi lelaki romantis pada istri dan anaknya.
"Jangan tersenyum seperti itu apalagi bila di hadapan orang lain." kata lelaki itu sambil mencuri mencium bibir istrinya.
"Sayang!" Ayla mendelik karena Rian sudah mencium bibirnya secara tiba-tiba.
"Bagaimana mungkin aku tidak boleh tersenyum. Lagian aku kan hanya tersenyum pada waktu tertentu juga." protes Ayla yang merasa Rian sedikit aneh.
"Tapi aku cemburu melihat istriku tersenyum pada pria lain. Apalagi pada Nando dan si agar-agar." ungkap pria itu yang memang sudah sejak lama menahan rasa cemburunya.
"Mereka kan sahabat kita, Ri. Mana mungkin aku melakukan hal itu pada mereka." Ayla mengelengkan kepalanya mendengar permintaan aneh Rian.
*BERSAMBUNG*.....
.
.
__ADS_1
.
...Assalamualaikum semua Raeder kesayangan emak. Untuk bab selanjutnya akan ada yang di skip ya, biar ceritanya tidak jalan di tempat. O'ya bagi kalian yang punya nama untuk Beby twins kalian boleh rekomendasi di komentar, ya. Nanti Mak author akan pilih nama yang tepat untuk mereka. Terimakasih 🙏😘😘😘...