Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.

Tidak Ada Cinta Dari Suamiku.
Bela vs Ayla 2


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


.


.


Hari demi hari, begitu cepat berlalu. Tak terasa, hari ini sudah hari Kamis lagi. Sedangkan hari Sabtu malam minggu nanti. Bela akan mengadakan pesta ulang tahunnya, di salah satu hotel milik keluarga Erlangga.


Namun bukan hotel yang nomor satu milik keluarga Erlangga. Karna Rian yang beralasan lain, agar Bela tidak meminta hotel tempat dia dan Ayla mengadakan pernikahan dulu.


Dan ternyata, hari ulang tahun Bela, sama dengan hari ulang tahun Ayla, mereka lahir di tangal dan bulan yang sama. Hanya tahunnya saja yang berbeda.


Karna Bela lebih tua satu tahun dari Ayla.


Sementara itu, Ayla sendiri malah tidak ingin merayakan ulang tahunnya. Dan malah Ayla mengadakan acara di berbagai tempat panti asuhan yang berada di kota B.


Karena Ayla ingin para anak-anak panti ikut merasakan hari yang bahagia bersama dengannya. Jadi tidak tanggung-tangung, keluarga Ridwan dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan semuanya juga.


Termasuk mengeluarkan dana sampai puluhan milyar Rupiah. Karena menurut ayah Ridwan dan Bunda Mirna. Uang sigitu tidak ada artinya bagi mereka, bila di bandingkan dengan Do'a dari para anak-anak panti untuk putrinya.


Karena do'a dari mereka sangatlah penting. Agar putri satu-satunya itu, bisa hidup bahagia. Meskipun mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Sebab memang Ayla bukan lah anak yang sombong, dan jarang sekali Ayla mau mengadakan pesta ulang tahun yang mewah. Dengan alasan.


"Anak-anak panti juga tidak mengadakan pesta ulang tahun. Kasian mereka Bunda, mereka semuanya pasti juga ingin merasakan nya. Jadi biar adil, Ayla juga tidak mengadakan pesta ulang tahun." itulah perkataan Ayla, bila ayah Ridwan dan Bunda Mirna menawarkan pesta ulang tahun untuk nya.


Karena mereka semuanya tahu, jika Ayla tidak bisa di paksakan. Bila Ayla sudah mengambil keputusan, maka tidak ada yang bisa merayunya. Termasuk Bundanya sendiri.

__ADS_1


Jadinya mereka sebagai orang tua, hanya bisa memberikan dukungan dan do'a saja. Segala keputusan ada di tangan anak-anak nya.


Hanya ketika dijodohkan dengan Rian saja, Ayla yang tidak banyak bicara. Karena Ayla yakin, jika ayahnya pasti tau, mana yang terbaik untuk masa depannya.


Dan Ayla juga tau, jika selama ini kedua orang tuanya, tidak pernah meminta nya melakukan sesuatu. Maka dari itu, Ayla ingin membahagiakan orang tuanya, dengan cara menerima perjodohan yang sudah mereka atur dari jauh-jauh hari.


Sedangkan Rian, juga sudah diberitahu oleh mertuanya. Jika Ayla akan ulang tahun minggu ini. Agar Rian bisa meluangkan waktunya untuk ikut ke pantai asuhan.


***********************


Di kampus. Ayla sedang berada di mejanya di dalam kelas. Ayla sedang mengingat ucapan Bela tadi ketika berada di toilet wanita.


Flashback.


🍃


🍃


🍃


"Cerita? aku rasa kamu salah orang Bel, karna kita tidak sedekat itu. Katakan saja apa yang ingin kamu katakan, jangan berbelit-belit." tukas Ayla, yang tau jika Bela tadi sengaja mengikutinya.


"Lo, kenapa sensitif banget sih sama gue? gue cuma mau cerita sesuatu sama lo. Gue gak nyangka, jika gadis yang begitu dipuja di universitas Erlangga ini. Ternyata dia sudah menikah, uup...! gue ralat..! ternyata sebentar lagi dia akan menjadi janda. Sunguh menyedihkan ya Ay!" ucap Bela seolah-olah merasa prihatin dan seperti dia sedang berbicara dengan orang lain.


Padahal sedang berbicara dengan Ayla, dan malah sedang membicarakan Ayla sendiri.


Deg....

__ADS_1


Ayla baru tau, jika Bela sedang membicarakan dia. Itu pertanda, jika Bela sudah tau hubungan dia dan Rian. Tapi kenapa Rian tidak bilang kepada Ayla. Itulah yang sedang Ayla pikirkan sekarang.


"Kamu tidak perlu kaget gitu Ay, karna dia memang pantas menyandang status sebagai seorang janda. Ckckckck tapi kasian juga sih..! Tapi ya mau bagaimana lagi. Karna laki-laki itu mencintai kekasihnya. Gue dengar juga, dia akan melamar kekasihnya itu setelah kelulusan kita nanti." ucap Bela yang bagaikan mendapatkan senjata untuk menyakiti Ayla.


Karena selama ini, dia memang tidak berani mengangu Ayla atas larangan dari Rian juga. Namun berbeda dengan sekarang. Justru Bela merasa tertantang untuk mengusik Ayla.


"Bela, aku tidak suka berbasa-basi orang nya. Apa yang kamu inginkan dariku? Jika kamu ingin membicarakan aku, maka tidak perlu harus berkilah membicarakan orang lain." Ayla yang mencoba untuk tetap tenang dan mengendalikan emosi nya.


"Baiklah, jika lo yang memaksa gue untuk mengatakan langsung. Gue cuma prihatin aja sama nasip lo. Tapi ya mau bagaimana lagi. Rian memang cinta matinya sama gue. Jadi gue minta, agar lo menjaga jarak sama Rian. Karena Rian adalah calon suami gue."


Mendengar nya, Ayla malah tersenyum. Lalu berkata.


"Baru calon kan? bukan istrinya? Ckckck, tapi aku malah kasihan sama nasip kamu Bel..! mencintai laki- laki yang sudah beristri. Bagaimana jika laki-laki itu mencintai istrinya! maka kamu hanya akan menjadi mantan pacar. Sedangkan aku. Kamu tidak perlu khawatir. Meskipun Rian akan memilih kamu, lalu aku akan menjadi janda. Tapi sebaliknya, sampai kapan pun, Rian hanya akan menjadi bekas suamiku." melihat Bela terdiam belum bisa membalas ucapannya. Ayla kembali lagi berbicara.


"Apa kamu tahu, apa artinya bekas Bel..? jika kamu tidak tahu. Maka aku akan memberitahumu. Apa kamu tahu, jika kami sudah menikah selama tujuh bulan?"


"Dan selama tujuh bulan ini juga, setiap malam kami selalu melakukannya. Agh..! aku lupa. Mana mungkin kamu mengerti, kamu kan baru menjadi kekasih nya kan!" ucap Ayla yang sengaja menekan kata kekasih sambil berjalan mendekati Bela. Yang tidak terlalu jauh darinya dan langsung berbisik di tepi telinga Bela.


"Sini aku beri tahu kamu satu rahasia. Rian itu...! bila kami sedang melakukan nya, dia sangat kuat. Rian selalu mengempur ku dimana saja! sampai aku sendiri tidak bisa berjalan dibuat nya. Agh..., kenapa aku mengatakan ini kepadamu. Sudahlah, aku mau kembali dulu. Dan..." Ayla sengaja mengantung ucapannya.


"Dan apa?" sergah Bela yang tidak bisa lagi menahan amarahnya. Karna merasa tertohok oleh ucapannya sendiri. Niatnya ingin membuat Ayla marah, tapi apa ini. Malah dia sendiri yang kena ucapannya tadi.


"Jika kamu mau dan mampu, maka ambillah." setelah mengatakan nya, Ayla langsung pergi dari sana dengan sengaja pula Ayla menyenggol bahu Bela.


Karena seorang Ayla, tidak mau orang lain mengetahui kelemahannya. Ayla sangat pandai menyimpan masalah nya sendiri. Terkecuali dihadapan Rian.


Sedangkan Bela.

__ADS_1


"Berengsek kamu Ayla, awas saja, aku akan membuat Rian meningalkan kamu. Lebih cepat dari waktu yang kalian buat." makinya sendiri sambil membanting barang yang ada disana.


BERSAMBUNG.......😄


__ADS_2