
Semua orang masih tak berkedip melihat kecantikan xiao ning.
Setelah xiao ning selsai menampilkan tariannya, semua orang berteput tangan dengan semangat.
Mereka bergumam2 sendiri.
"jika kecantikan murni seperti ini di bilang buruk rupa, lalu seperti apa kecantikan yang sebenarnya"
"*ya benar, aku tak pernah melihat wanita secantik ini,"
"kecantikan bak dewi kayangan"
"ohh bisakah aku menjadi secantik dirinya, aku sangat iri*"
Begitulah gumaman2 org lain.
Xiao ning hanya tersenyum ramah.
Tak lama karna sudah tak tahan ahirnya xiao ling angkat bicara
"haah percuma saja, meskipun dia cantik, tapi dia tetap sampah, dia bahkan tak bisa berkultivasi" ejek xiao ling.
Semua org pun mulai berbisik2 lagi.
Mreka sangat menyayangkan kecantikan yang sia2 karna dia tak bisa berkultivasi.
__ADS_1
Semua orang menjadi ribut. Mentri xiao sangat marah pada putri keduanya, namun dia masih menahan, hingga raja angkat bicara.
"baiklah, sudah cukup, sekarang zhen akan mengumumkan pemenangnya, pemenangnya adalah xiao ling" ucap raja. Xiao ling sangat senang.
Namun itu tak bertahan lama, karna permaisuri menyanggah
"tidak yang mulia, hamba tidak setuju jika xiao ling yang memenangkannya, karna ini pertunjukan bakat bukan kekuatan, jadi menurut hamba pemenangnya adalah xiao ning, kana pertunjukannya lah yang paling indah" ucap permaisuri.
Semua orang mengangguk setuju. Kecuali xiao ling yang semakin marah pada xiao ning.
"baiklah, jika itu menurut permaisuri, maka pemenangnya adalah xiao ning".
Tak lama datanglah para dayang istana membawa hadiah yang sudah di siapkan raja liu yan.
"kasim, berikan hadiah itu pada nona xiao ning, 1000 koin emas, kain sutra terbaik kerajaan, dan perhiasan" printah raja.
Kasimpun menyerahkannya langsung pada xiao ning.
"terima kasih yang mulia, semoga anda selalu sehat dan di berkahi yang mulia" ucap xiao ning tulus dengan senyum lembutnya.
***
Setelah acara selesai, para tamu sudah mulai pulang ke kediaman masing2.
Begitupun keluarga perdana mentri, xiao ning sudah sangat mengantuk, hingga dia tertidur di kereta kudanya di temani oleh fan.
__ADS_1
" bangunlah nona, kita sudah sampai di kediaman, nona bangunlah" ucap fan dengan pelan.
"mmmmmmm... Huuwaaaaammmm..
Aku ngantuk sekali fan," gumam xiao ning yang sudah setengah sadar.
"kita masuk dulu nona, kita sudah sampai, nanti nona bisa melanjutkan tidur anda nona" ucap fan.
"mmm baiklah fan, ayok"
Sampai di kediaman, xiao ning langsung tidur santing ngantuknya.
Hari sudah pagi, xiao ning berencana hari ini kalau dia akan mengumpulkan pria atau wanita muda untuk menjadi anak buahnya, karna xiao ning akan membentuk sebuah agen mafia, namun yang bergerak hanya sesuai perintah xiao ning, boleh membunuh tapi hanya membunuh orang yang pantas di bunuh.
Sekarng xiao ning sudah di pasar, dengan topeng emas di wajahnya, serta pakaian hitam khas dengan corak bunga teratai ungu di bajunya, semua orang menatapnya takut, karna siapapun bisa menebak bahwa dia adalah orang yang tidak bisa di singgung, terlihat dari aura yang terpancar dari tubuh xiao ning.
Setelah sekian lama pandangan xiao ning mengarah ke tempat beberapa orang yang berkumpul seolah melihat pertunjukan, disana terdapat pria muds berumur sekitar 16 tahun tengah di pukuli.
"dasar miskin, beraninya kamu mencuri uangku bukkhh bukkgh" suara pukulan balom kayu pada pemuda tersebut.
"aku tidak mencurinya, aku hendak mengembalikan uangmu tuan, aku melihatny terjatuh" ucap pemuda itu menahan sakit.
"mana ada maling mau ngaku"
Balok kayu itu tiba2 menjadi abu Sesaat sebelum mengenai tubuh si pemuda.
__ADS_1