
Semua orang pulih dari tatapan lapar mereka melihat hadiah xiao lan, dan acara pun berjalan dengan lancar.
Alice memerintahkan salah satu dayangnya lewat telepati untuk menjalankan rencana mereka.
Dayang itupun keluar tanpa di sadari oleh siapapun, karna semua orang sedang sibuk pada kegiatan masing2.
Ya dayang itu adalah fan, karna fan adalah orang kepercayaan alice dan paling mengerti apa tujuan alice.
Berbeda dengan suasana hati xiao ling yang sangat kacau.
"kurang ajar, beraninya perempuan itu mempermalukan aku di rumahku sendiri haaa" teriak xiao ling sambil melempar batu ke tengah danau, ya sekarang dia sedang di dekat danau buatan di dalam kediaman mentri xiao.
Xiao ling berteriak marah mengingat harta2 berharga milik xiao lan.
Tak lama datanglah putra mahkota dari belakang xiao ling.
"ling'er" panggil putra mahkota dari belakang.
Xiao ling dengan cepat berbalik dan melihat putra mahkota yang berjalan ke arahnya.
Xiao ling pun langsung berhambur ke pelukan putra mahkota sambil memasang wajah memelasnya.
"yang mulia, hadiah itu seharusnya menjadi milikku, aki ingin memberikannya padamu yang mulia" ucap xiao ling manja.
"benarkah? Kalo begitu ambil saja dari adikmu setelah pesta usai" balas putra mahkota memberi saran sambil memeluk balik xiao ling.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari fan berada di atas pohon yang tidak jauh dari mereka.
"dasar wanita tak tau malu, kalau bukan karna queen aku sudah lama membunuhmu huh" batin fan kesal.
Tak lama fan pun meniup bubuk putih ke arah xiao ling dan putra mahkota.
Ya bubuk putih itu adalah bubuk perangsang, khasiatnya sangat cepat dan tak terdeteksi.
Xiao ling dan putra mahkota mulai merasa panas di tubuh mereka, dan perlahan mereka pun terhanyut dalam napsu mereka karna bubuk perangsang dari fan.
Melihat putra mahkota dan xiao ling mulai bercumbu dan melepas pakaian mereka satu persatu fan dengan cepat menghilang tanpa jejak dan kembali ke aula pesta.
Fan berjalan mendekati alice untuk melaporkan tugasnya.
Alice hanya membalas dengan anggukan dan senyum menyeringai muncul di bibir indahnya.
Alice menatap 2 orang nona muda yang sedang berbincang seru dan dengan air minum berwarna merah di hadapan mereka.
Alice melambaikan tangannya pelan dan air itupun timpah di baju mereka.
Mereka menggunakan hanfu biru muda dan hijau muda jadi minuman berwarna merah itu sangat mencolok dan merusak hanfu mereka.
"ahh" pekik mereka melihat baju mereka di tumpahi minuman.
"aduuhh, ini sangat kotor, sebaiknya cepat di bersihkan, kalo di biarkan terlalu lama nanti tidak bisa hilang, ini baju kesayanganku" ucap salah satu dari mereka dan di angguki oleh yang lainnya.
__ADS_1
Merekapun bertanya dimana letak kamar mandinya, kemudian mereka berjalan menuju kamar mandi, berhubung jalan yang mereka akan lewati adalah danau buatan di kediaman mentri xiao.
Xiao ling dan putra mahkota sudah lupa keadaan, dan mereka pun melakukannya di gazebo pinggir danau.
Tanpa mereka sadari 2 orang nona muda berjalan mendekat ke arah mereka.
"kediaman mentri xiao sangat luas dan indah, tidak salah mereka adalah sosok yang berpengaruh di kekaisaran"
"iya benar, andai saja salah satu putra mentri xiao menikahiku aku pasti akan sangat senang dan menikmati kekayaan kediaman ini"
"iya benar"
Mereka terus bercakap cakap sepanjang perjalanan sampai mereka mendengar suara memalukan.
Ya suara itu adalah suara putra mahkota dan xiao ling, Suara orang yang sedang bercinta.
Mereka terus berjalan mendekat ke arah gazebo karna penasaran.
Sampai ahirnya mereka melihat 2 insan yang sedang telanjang dan memadu kasih tanpa melihat situasi sekitar mereka.
Kedua nona muda itu sangat terkejut dan kemudian mereka tanpa aba2 berteriak kaget sehingga menarik perhatian orang2 di aula pesta.
"aaaaahhhhhh" teriak dua nona muda itu serempak.
Semua orang yang di aula pesta mendengar teriakan itupun berhambur keluar menuju arah suara.
__ADS_1