Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 33


__ADS_3

Melihat ketiga pria yang di tolongnya masih diam dan tampak sedang berpikir alice angkat bicara.


"apakah kalian sudah selsai dengan pria itu?" pertanyaan alice menyadarkan ketiganya yang tenggelam dalam pikiran.


"sudah queen, sekali lagi terimakasih sudah menyelamatkan nyawa kami"


"hm" balas alice singkat.


"pangeran, apa kita tidak akan membunuh penjahat ini?" tanya salah seorang pengawal pribadi.


Saat hendak menjawab alice lebih dulu memotong.


"tidak perlu terburu2, kau pergilah" ucap alice mengusir ketua pembunuh bayaran itu.


Pembunuh bayaran itupun berlari sekuat yang dia bisa mencoba untuk kabur.


Ketiga pria itu merasa keberatan melepaskannya namun tak berani menentang dengan terang2an.


"ampun queen, kenapa anda melepaskannya?" tanya pangeran yang di tolong alice.


"siapa bilang aku melepaskannya, aku hanya tidak ingin dia mati dengan terlalu mudah, dia sudah terlalu sering membunuh orang tidak bersalah dan mengatas namakan organisasiku" jawab alice.


Ketiga pria itu hanya mengangguk tanda mengerti.


Kemudian alice memanggil hewan buas di hutan malam dan memerintahkan mereka memakan pembunuh bayaran tersebut.


Suara teriakan menggema tak jauh dari tempat mereka berdiri, mereka bergidik ngeri membayangkan tubuh pembunuh bayaran di makan oleh binatang buas tanpa ampunan.


"tugasku sudah selsai dan kalian sudah aman" ucap alice kemudia terbang meninggalkan ketiga orang itu.


Salah seorang dari mereka ingin mencegah namun terlambat karna alice terbang dan menghilang dalam sekilas.

__ADS_1


"padahal aku belum berkenalan dengannya, huffh" gumam pangeran hua tian min putra mahkota dari kerajaan api.


"yang mulia, sebaiknya jangan, kita tak bisa menyinggungnya, dia adalah queen alice, salah sedikit saja kerajaan kita terancam" peringatan jendral leng pada hua tian min.


Jendral leng adalah salah satu pengawal yang menemani hua tian min. Dan yang satunya lagi pengawal bayangan yang bernama zin.


"benar yang mulia" jawab zin menyetujui.


"sudahlah, kalian terlalu jauh berpikir, kita harus meninggalkan tempat ini, terlalu berbahaya kalau bermalam disini" ucap hua tian min kemudian berjalan keluar dari hutan di ikuti oleh 2 pengawalnya.


Alice terbang dan berhenti di pinggir air terjun.


"keluarlah" ucap alice pada seseorang yang mengikutinya.


Ya semenjak dia melawan para pembunuh bayaran dia sudah merasakan ada seseorang yang selalu memperhatikannya.


Namun dia mengabaikannya, tapi setelah dia pergi dia merasakan dirinya masih di awasi, itulah kenapa dia terbang ke arah tengah hutan malam letak air terjun.



Ya, pria yang sangat tampan.


Namun posisi alice membelakangi pria itu.


"ck, apa yang kau inginkan?" tanya alice dengan nada sarkastik masih dengan posisi membelakangi pria itu.


"hahaha tentu saja menemuimu istriku, tidakkah kau merindukanku alice" jawabnya dengan sendu setelah tawa lepasnya.


Alice sangat jengah mendengar kata2 pria asing di belakangnya.


Kemudian alice berbalik dan menghadap pria bertopeng di depannya.

__ADS_1


Ada perasaan sakit dan rindu saat dia menatap pria di hadapannya.


Namun dia dengan cepat menepis perasaan di hatinya, mengingat dirinya di hianati dan di bunuh oleh pria yang di cintainya.


"aku bukan istrimu, dan jangan mengikutiku kalau tidak akua akan membu" perkataan alice terpotong karna pria bertopeng itu menariknya kedalam pelukan hangatnya.


Alice ingin memberontak namun dia tak bisa membohongi perasaannya, dia merasa hangat berada di dalam pelukan pria di depannya.


Alice tenggelam dalam perasaan rindu yang entah datang dari mana, padahal dia sangat yakin, bahwa dia tidak mengenal pria yang memeluknya.


"si siapa kau?" lirih alice yang masih berada di pelukan pria itu.


Alice tak bisa memberontak, bukan, lebih tepatnya tidak ingin memberontak, seolah dia benar2 menginginkan pelukan dari pria asing di depannya.


"apa kau melupakanku istriku" ucap pria bertopeng sambil mencium kening alice dengan sayang.


"aku suamimu" ucap pria itu menyatukan keningnya dan alice sambil masih memeluk pinggang alice dengan kuat seolah tak ingin melepaskannya.


Air mata alice menetes tanpa di sadari menatap pria di hadapannya.


Perasaan nyaman, rindu menyelimuti hatinya, tapi alice tak tau apa penyebabnya.


Dia tak ingin memberontak, seolah hatinya berteriak untuk membiarkan perlakuan pria bertopeng di depannya.


Haloo kaka2, jangan lupa vote nya ya, komen trus like juga jangan lupa.


Tungu up selanjutnya yah.


Gak lama kok.


Kaka2 hanya perlu bersabar aja. Okee👌👌

__ADS_1


__ADS_2