
Ketua pembunuh bayaran tersebut berkeringat dingin melihat pedang yang sudah menempel di lehernya.
Namun dia tetap tak mau menyerah dengan mudah.
"jika kamu berani membunuhku, maka organisasi teratai hitam akan memburumu, karna aku adalah salah satu anggota organisasi teratai hitam" ucap pembunuh bayaran mencoba menakut nakuti alice.
Alice mengangkat alisnya kemudian tawanya meledak.
"hahahaha, teratai hitam, apa kau yakin kau anggota teratai hitam?" tanya alice berbisik pada pria itu.
Pembunuh bayaran itu menjadi semakin pucat namun tetap melanjutkan kebohongannya.
"i iya aku anggota teratai hitam, sekarang kau pasti takut, jadi lepaskan aku" bentak pria itu di sela ketakutannya.
"hahaha, baiklah biar ku panggil anggota teratai hitam untuk membuktikan kebenarannya" ucap alice di balik seringaiannya.
"Perempuan ini pasti berbohong, sejauh yang ku tau, tak ada yang bisa memanggil mereka, aku tak perlu khawatir, dia pasti hanya menggertakku" batin ketua pembunuh bayaran mencoba menenangkan dirinya.
"silahkan, panggil saja" ucapnya dengan berani.
"haha baiklah"
"fan, sea lin datanglah" telepati alice pada para bawahannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncullah bayangan hitam dengan topeng perak di wajah mereka dan kemudian berlutut di hadapan alice.
"hormat kami yang mulia queen alice" ucap fan dan sea lin serentak.
Ketua pembunuh bayaran yang mendengar mereka menyebut alice menjadi pucat, dia tidak menyangka bahwa wanita di hadapannya adalah queen alice dari teratai hitam.
"hm, apa kalian mengenal orang ini?" tanya alice pura2 bodoh, padahal dia tau dengan jelas kalo pria itu sengaja menggunakan nama organisasinya untuk melakukan kejahatan, namun dia sengaja ingin bermain2.
"ampun queen, dia bukan salah satu dari anggota kita" ucap sea lin mantap.
"a ampuni hamba yang mu lia queen alice, ampuni nyawa hamba" ucap ketua pembunuh bayaran memohon dan menyesali kebodohannya menyinggung queen alice.
"fan, obati ketiga pria itu" perintah alice pada fan dan langsung di laksanakan oleh fan.
"dan kau sudah berani melakukan kejahatan mengatas namakan organisasi teratai hitam, katakan dari mana kau berasal?" tanya alice penuh penekanan.
"ham hamba dari organisasi pembunuh bayaran ular merah" jawabnya sambil *gemetaran.
"hm, ular merah" ali*ce hanya menyeringai tipis di balik cadarnya.
Fan sudah selsai mengobati tiga orang yang di selamatkan oleh alice kemudian dia menghadap dan menunggu perintah selanjutnya.
"ampun queen, tugas hamba sudah selsai mengobati 3 pria itu" ucap fan sambil berlutut.
__ADS_1
"Baiklah, pergilah kalian berdua dan bereskan organisasi ular merah, jangan sisakan satupun" printah mutlak alice.
Dia tau ketua pembunuh bayaran itu tidak berbohong karna alice bisa membaca pikirannya.
"baik queen" ucap fan dan sea lin serempak dan kemudian menghilang dalam sekejap.
Alice menatap pembunuh bayaran yang ada di depannya dan kemudian berbalik ke arah tiga pria yang dia selamatkan.
"bagaimana keadaan kalian?" tanya alice.
"terimakasih yang mulia queen alice, kami sudah merasa lebih baik" ucap ketiga pemuda dengan penuh hormat.
"baiklah, sama2, mungkin kalian masih punya urusan dengan pria itu, kalian boleh melakukan apapun padanya"
Ketiga pemuda itu mengangguk dan kemudian berjalan ke arah ketua pembunuh bayaran.
"sekarang katakan, siapa yang membayar kalian untuk membunuh kami?" tanya salah seorang dari ketiga pemuda.
Pembunuh bayaran sudah tidak punya pilihan karna sudah menyinggung orang yang salah.
"se selir agung, dia yang membayar kami" jawabnya jujur karna sudah tidak memiliki pilihan.
"apaa" teriaknya tak percaya. Karna selir agung di kenal sangat baik, namun ternyata dia dalang dari semua masalah di kerajaan.
__ADS_1
"be benar, dia ingin putranya menggantikan putra mahkota"
Ketiga pria dan yang ternyata seorang pangeran dan 2 pengawal pribadinya itu terdiam dan mencerna, pantas saja setiap dia keluar istana atas printah raja dia selalau mendapat serangan, dan itu ternyata ulah selir agung.