Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 22


__ADS_3

Alice dan fan melanjutkan berkeliling pasar, melihat2 tanpa membeli karna tak ada yang bisa menarik perhatian mereka.


Karna hari sudah menjelang malam, alice dan fan mencari penginapan untuk beristirahat.


"fan, sebaiknya kita mencari penginapan untuk bermalam, aku sudah lelah"


"baik quen. Mm sepertinya di depn sana ada penginapan quen, tunggu hamba memeriksanya terlebih dahulu quen"


"baiklah, jangan lama2"


Tak lama fan kembali dengan senyum masam di wajahnya.


"ada apa fan, apa terjadi sesuatu??" tanya alice bingung melihat raut wajah fan yang cemberut di balik cadarnya.


"hmm itu quen, di dalam tadi ada orang yang sangat menjijikkan, tapi hamba sudah memberinya pelajaran quen" jawab fan yang sudah mulai menetralkan amarahnya.


"benarkah? Apa yang kau lakukan padanya fan?" tanya alice penasaran.


"hamba hanya membuatnya tak bisa berjalan lagi nona hehe" jawab fan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Memotong satu kakinya itu masih kurang karna kelancangannya menyentuh orang yang tidak seharusnya di sentuh" batin fan.


"ffftt,,, baiklah. Sekarang bisakah kita masuk?" tanya alice sambil menahan tawanya karna membaca pikiran fan.


"baik quen" jawab fan.


Alice dan fan memasuki penginapan dan mengambil kunci kamar yang sebelumnya sudah di bayar oleh fan.

__ADS_1


Alice dan fan tidur dengan nyaman tanpa hambatan.


Pagi hari alice dan fan keluar dari penginapan. Alice berjalan dengan anggun diikuti fan di sampingnya dengan cadar yang masih setia di wajah mereka.


Di luar penginapan sangat ramai, sekitar 30 pria dengan menggunakan baju prajurit pilihan. Sudah pasti kekuatan mereka sangat tinggi itulah kenapa mereka menjadi prajurit khusus.


"itu dia wanita bercadar hitam yang telah melukai tuan muda hao tong dan memotong kaki tuan muda hao san" teriak salah seorang prajurit melihat alice dan fan keluar dari pintu penginapan.


"quen, pemuda yang kemarin ternyata 2 bersaudara, izinkan hamba membereskan mereka semua" pinta fan dengan semangat.


"baiklah, tapi jangan bunuh mereka, cukup buat mereka jera saja" printah alice.


"baik quen" jawab fan hormat.


Alice duduk santai di kursi yang entah sejak kapan berada di belakangnya.


Fan menyeringai senang di balik cadarnya, baginya mreka bukan apa2 dan sangat mudah di lumpuhkan.


10 orang maju menyerang fan dengan ganas namun dengan sangat mudah di lumpuhkan oleh fan hingga mereka mengalami luka dalam yang cukup serius.


"sriiiinggg sringg sringgg" suara pedang menggema di luar penginapan, banyak yang menonton dan tidak berani ikut campur.


Tiba2 seorang pemuda melompat ke tengah pertempuran fan dengan 20 orang yang tersisa, dia dengan ganas menebas orang2 itu untuk membantu fan, hingga banyak yang tewas. Padahal kan niatnya fan tidak ingin membunuh hanya cukup melumpuhkan mereka saja.


Tak butuh waktu lama, 20 orang itu mati dengan mengenaskan, fan langsung melompat ke arah alice dan langsung berjongkok.


"ampun quen, hamba telah melanggar printah anda, hamba tidak tau pemuda itu siapa" ucap fan dengan menunduk. Karna merasa telah melanggar perintah, ya walaupun bukan dia yang membunuh orang2 itu.

__ADS_1


"sudah fan, bangunlah, itu bukan salahmu. Ini sudah takdir mereka mati di tangan pemuda itu" jawab alice menenangkan fan.


Alice merasa tidak asing dengan pemuda yang telah membantunya, ya dia adalah pemuda yang ada di rumah makan sebelumnya.


Alice hanya tersenyum mengingat pemuda itu.


"hmm dia adalah pemuda yang sebelumnya di rumah makan" gumam alice yang hanya di dengar oleh fan.


"apakah nona berdua baik2 saja?" tanya pria itu.


"terima kasih atas bantuan anda tuan" jawab alice lembut.


"bolehkah aku tau namamu nona? Dan sepertinya nona tidak berasal dari kekaisaran ini, dari manakah anda berasal nona?"


"hmm, tentu, namaku alice dan ini saudariku fan, lalu siapakah anda tuan"


Fan yang mendengar bahwa dirinya di anggap saudari sangat terharu terhadap majikannya.


"namaku liu tang, aku pangeran kedua kerajaan angin ini" jawab pria itu yang ternyata pangeran liu tang kerajaan angin.


Alice hanya mengangguk2 mengetahuinya.


"baiklah, terimakasih atas bantuan anda pangeran, kami harus segera pergi" jawab alice lalu berjalan pergi dari keramaian di ikuti oleh fan tanpa bicara sedikitpun.


Jangan lupa votenya yah.


Like komen juga.

__ADS_1


Semangat puasa pertama. 😍😍


__ADS_2