
Alice merasakan ketenangan di hatinya saat merasakan elusan tangan andreas di kepalanya.
"maaf, aku tak bisa mengingatnya" lirih alice pelan menatap andreas.
"hn, tidak apa, aku mengerti" balas andreas yang kemudian mengecup kening alice.
"bolehkah aku melihat wajahmu?" pinta alice.
"sekarang belum saatnya sayang, tak lama lagi saat sepenggal ingatanmu yang hilang kembali, temui aku di tempat pertama kita bertemu dulu" jawab andreas lembut karna tak ingin mengecewakan wanita yang paling di cintainya.
Alice pun mengangguk mengiyakan ucapan pria yang mengaku suaminya.
Entah sejak alice bertemu dengan pria bertopeng atau andreas dia mereasa menjadi wanita yang berbeda.
Malam itupun mereka habiskan untuk mengobrol dan langsung akrab.
Kemudian andreas meminta izin untuk pergi karna ada urusan yang harus di tanganinya.
Hari2 alice jalani dengan gelisah, dia tak berhenti memikirkan pria bertopeng, semenjak berpisah mereka tidak pernah bertemu lagi.
Alice berusaha mengingat tentang andreas, namun dia tak bisa seolah dia tak memiliki ingatan itu.
Bai hu merasa tidak tenang melihat tuannya gelisah dan memaksakan diri.
Bai hu pun keluar dari ruang dimensi alice kemudian duduk di deoan alice.
"nona, jangan paksakan diri anda, ingatan anda akan kembali perlahan" ucap bai hu berusaha menenangkan.
__ADS_1
Alice diam memandang bai hu dengan pasrah.
"hm, ratu seperti apa aku dulu?" Tanya alice penasaran sambil menatap bai hu.
Bai hu tersenyum dan mengedikan bahunya sebelum menjawab alice.
"ratu yang sangat kejam, baik juga adil dan bijaksana, anda sangat kejam pada musuh anda, dan baik pada para pengikut anda" jawab bai hu dengan bangga.
Ya alice seperti dewi kematian yang paling kejam ketika berhadapan dengan musuhnya, begitupun sebaliknya, dia seperti dewi polos dan baik hati tethadap pengikutnya.
alice tertegun mendengar jawaban bai hu, "apa aku sehebat itu" batin alice.
"apa kau benar2 yakin bahwa aku adalah ratumu?" pertanyaan alice berusaha memastikan.
"hamba sangat yakin, setelah 1000 tahun, anda tidak berubah nona, anda lahir kembali dengan wajah yang sama seperti 1000 tahun lalu" jawab bai hu.
"tidak mungkin nona, karna hanya anda yang bisa masuk ke dimensi tempat kalung anda nona" jawab bai hu meyakinkan.
Alice diam dan mengangguk setelah mendengar jawaban bai hu, alice tak menanyakan apapun lagi.
Hari berganti hari hingga tiba hari perayaan kesembuhan xiao lan.
Alice dan fan bersiap untuk berangkat.
"queen, semuanya sudah siap, apa kita akan berangkat sekarang?" tanya fan memastikan.
"baiklah, bagaimana dengan hadiah untuk xiao lan?" ucap alice.
__ADS_1
"sudah hamba siapkan queen" jawab fan secara rinci.
"hm, baiklah kita berangkat" printah alice pada 8 orang bawahannya yang lain.
Perjalanan dari istana teratai hitam sangat lancar, setiap penghuni hutan yang melihat alice mereka membungkuk memberi hormat.
Sampai di pasar ibukota keadaan yang awalnya ramai berubah menjadi sepi dan menegangkan.
Semua orang berlutut memberi hormat, tak ada yang berani mengangkat kepalanya.
Di depan gerbang kediaman mentri xiao wey (pengawal bayangan yang di tinggalkan untuk xiao lan) sudah berlutut untuk menyambut alice.
Semua orang sudah berada di aula pesta, jadi di gerbang hanya ada para penjaga gerbang dan pengawal wey.
Penjaga yang melihat kereta alice langsung bersujud untuk menyambut.
Alice turun dari keretanya dengan tangan yang di pegang oleh fan.
Sangat anggun dan penuh karisma, namun tak ada yang berani mengangkat kepala guna memandang alice secara langsung.
Maaf ya upnya lama, soalnya author baca ulang ceritanya dengan teliti, soalnya banyak yang bilang mirip sama novel lain.
Jadi kmren sempet mikir buat gk nerusin, habisnya gmna gitu ya, gak enak aja gitu nanti di kira copy paste karya orang lain.
Tapi sekarang tekat udah bulat buat lanjutin lagi, soalnya bnyak yang dukung.
Makasih kaka2, jangan lupa votenya yah.
__ADS_1