
Alice menggunakan hanfu warna ungu bercampur hitam serta topeng emas sebagai ciri khas quen alice dari organisasi lotus hitam.
Fan dan anak buah alice menggunakan pakaian serba hitam serta topeng perak.
Kereta kuda alice serta pengikutnya tiba di pasar ibukota menuju kediaman mentri xiao.
Semua orang yang melihat kedatangannya bersujud hormat dan membuka jalan untuk alice.
Di dalam kereta berisikan alice, dengan fan menggunakan kuda di samping kirinya serta anak buahnya berjumlah 10 orang.
Dua orang mengawal di depan, dan 8 orang di belakang kereta.
Tak ada yang berani mengangkat kepala sekedar melirik ke arah rombongan alice.
Tiba di depan gerbang kediaman mentri xiao, penjaga yang melihat kedatangan rombongan quen alice segera bersujud memberi hormat.
"hormat kami yang mulia quen alice" ucap 2 penjaga itu gemetar.
"ohh dewa, apa seseorang dari kediaman mentri xiao ada yang menyinggung orang2 organisasi lotus hitam? Ratu mereka sampai datang kemari, dewa selamatkan nyawaku, aku belum menikah" batin seorang penjaga yang masih bersujud.
Alice yang mendengar kata hati penjaga itu hanya tertawa kecil di dalam hatinya, karna sangat lucu baginya.
Fan maju dan angkat bicara pada penjaga di gerbang.
"laporkan pada tuanmu, quen alice dari lotus hitam datang berkunjung" ucap fan lantang hingga sempat mengagetkan penjaga.
__ADS_1
Penjaga yang mendengarnya langsung berlari kedalam kediaman dan langsung memanggil mentri xiao.
Tak lama munculah mentri xiao bersama penjaga gerbang yang tadi.
"hormat hamba yang mulia quen alice" ucap perdana mentri xiao sambil membungkukkan badannya.
"hm" jawab alice singkat dari dalam kereta kuda mewahnya. Karna dia dari tadi belum keluar dari kereta.
"apakah ada yang bisa hamba bantu yang mulia hingga anda datang ke tempat hamba yang buruk ini" ucap mentri xiao masih tegang di dalam hatinya.
"apakau tidak akan mempersilahkan quen alice memasuki kediamanmu wahai mentri" tanya fan yang berhasil membuat mentri xiao tersentak dan keringat dingin.
Karna dia sudah lupa sopan santun dan masih membiarkan alice di gerbang kediamannya, dia sangat takut menyinggung alice.
"a ampuni hamba yang mulia, silahkan masuk ke kediaman hamba" ucap mentri xiao gagap karna takut.
Alice dan anak buahnya tak merespin mentri xiao yang sudah sangat pucat karna takut, kemudian mereka masuk ke kediaman mentri xiao.
Mentri xiao bergegas masuk ke aula utama tempat biasa mereka berkumpul jika ada acara atau apapun.
Pengawal alice yang sepuluh orang berdiri di depan kediaman dan hanya alice serta fan yang masuk ke aula utama.
Setelah duduk di kursi yang paling nyaman menurut alice, kursi yang slalu di bawa fan kemanapun quennya pergi.
Di depannya duduklah mentri xiao, xiao ling dan kakak2nya serta para menghuni kediaman mentri xiao.
__ADS_1
"hm, bukankah putrimu ada 3, kemana dua putrimu yang lain?" tanya alice dengan dingin.
"ampun yang mulia, adik hamba xiao"
Belum sempat xiao ling menyelsaikan kata2nya di potong oleh fan.
"quen tidak bertanya padamu, tapi ayahmu" bentak fan yang membuat xiao ling tertunduk dan berkeringat dingin.
"A ampun yang mulia, putri tertua hamba masih belum di temukan, dan putri bungsu hamba terbaring sakit di kamarnya."
" hm, baiklah, bawa aku menemui putri bungsumu" printah alice yang membuat mentri xiao ternganga.
"ampun yang mulia, putri hamba terbaring lemah, jika putri hamba pernah menyinggung anda, maka hukumlah hamba yang mulia"
"ck" decak alice.
"hahaha, apa maksudmu tuan xiao, aku hanya ingin menjenguknya bukan menyakitinya" jawab alice yang membuat mentri xiao diam tak berkata2.
"ampun yang" kata2 mentri xiao terpotong oleh alice.
"hss, sudah, sekarang bawa aku menemuinya" bentak alice karna dia sudah tidak tahan mendengar kata2 mentri xiao yang terlalu banyak berpikir.
Ahirnya di bawalah alice ke kamar xiao lan, di ikuti oleh fan di belakangnya.
Jangan lupa votenya kk.
__ADS_1
Like sama comen juga.
Semoga kaka2 semua selalu sehat dan jangan lupa bahagia.