Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 15


__ADS_3

Xiao ning sedang duduk berbincang2 dengan fan, mereka mempersiapkan diri membentuk pasukan xiao ning.


"*fan, kau harus mulai berkultivasi, aku ingin kau menjadi asistenku nanti"


"baik nona, nubi akan berusaha menjadi kuat dan melindungi anda nona"


"baiklah fan, aku percaya padamu, jangan mengecewakanku. Okee"


"o... Okee? Apa itu nona?


(Dasar bodoh, aku masih aja lupa kalo aku berada di zaman kuno) rutuk xiao ning dalam hatinya.


" oohh hmm itu.. oke itu sama dengan iya*"


"ooo gitu, hehe baiklah nona. Okee" jawab fan semangat.


Mereka pun bercanda ria seolah tak ada batasan di antara mereka. Mereka lebih terlihat seperti adik kakak.


Tak lama suara ketukan pintu dari luar


"tok tok tok.."


"fan bukalah" perintah xiao ning.


Tak lama masuklah pelayan selir pertama


"salam nona, selir pertama mengundang anda untuk minum teh di kediamannya"

__ADS_1


"hmm tak biasanya. Tapi baiklah, aku akan datang sebentar lagi"


"baik nona" ucap pelayan itu lalu beranjak pergi.


"*nona, apa anda yakin akan pergi kesana? Mereka pasti merencanakan sesuatu untuk anda nona"


"tenanglah fan, aku akan baik2 saja, justru inilah yang aku tunggu"


"baiklah nona, tapi anda harus tetap berhati2*."


Kediaman selir


Selir pertama sudah menunggu xiao ning dengan segala persiapan rencana yang matang, dia sudah bertekad agar xiao ning di usir dari kediaman perdana mentri.


Datanglah xiao ning dengan pelayannya.


" duduklah ning'er, temani ibu selir ini minum teh" dengan suara yang pura2 di lembutkan oleh selir pertama. Demi rencananya dia harus berpura2 baik.


Xiao ning hanya mengangguk dan langsung duduk di depan selir pertama.


"langsung saja, apa yang anda inginkan ibu selir?" ungkap xiao ning yang memulai percakapan.


"hummm, tidak ada, aku hanya ingin menikmati teh bersamamu. Ning'er bisakah kau menuangkan teh untukku?"


Pinta selir pertama masih pura2 lembut.


Xiao ning tak menjawab, masih dengan wajah datar miliknya xiao ning langsung menuangkan teh untuk selir pertama.

__ADS_1


Selir pertama hanya tersenyum merasa rencananya berjalan lancar.


Selir pertama langsung meminum teh yang berisi racun itu dengan sekali teguk. Tak lama kemudian selir pertama jatuh dari kursinya dan mulai kejang serta keluar darah hitam dari mulutnya.


"Brugghhh..." mendengar suara benda jatuh perdana mentri yang dari tadi memang berada di sekitar taman bersama xiao ling dan selir kedua terkejut dan bergegas mencari asal suara itu. Yaa ini memang sudah rencana mereka untuk membingakai xiao ning agar perdana mentri membencinya dan membuangnya dari kediaman xiao.


Perdana mentri berlari kearah selir pertama yang tergeletak dan terlihat xiao ning yang panik melihat selir pertama mengeluarkan darah dari mulutnya.


"ning'er apa yang terjadi?" tanya perdana mentri panik.


"aku tidak tau ayah, tadi ibu selir minum teh dan tiba2 terjatuh dan langsung seperti ini" jawab xiao ning dengan sedih.


"apaa...!"


"cepat panggil tabib" printah perdana mentri setelah mencium gelas teh yang habis di minum selir pertama.


Semua orang panik termasuk xiao ling menangis sedih untuk meyakinkan agar rencana mereka berjalan lancar.


Kediaman selir pertama


"ampun tuan, selir pertama terkena racun kalajengking, racun ini sangat berbahaya, telat sedikit saja di tangani bisa mengancam nyawa tuan" lapor tabib pada perdana mentri.


"*apaa,,, bagaimana mungkin"


"ayah tolong ibunda, ada yang ingin membunuh ibunda ayah, ayah harus menegakkan keadilan ayah*" kali ini xiao ling yang menjawab sambil menangis sedih.


"suamiku, tolong selamatkan kakak, dia pasti di racuni oleh xiao ning, karna dari tadi hanya xiao ning yang berada di dekatnya huhuhu" tangis selir kedua yang pura2 agar perdana mentri semakin marah.

__ADS_1


__ADS_2