Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 47


__ADS_3

Alice masih belum mulai menawar, karna alice akan melakukan penawaran paling akhir.


Alice tak ingin terlalu ribet karna dia terlalu malas bersaing dengan orang lain, ya walaupun seruling itu memang miliknya, tapi itu di kehidupannya yang sebelumnya.


"1 juta 200 koin emas" ucap seorang pria dengan jubah hitam. Dan ada bekas luka di pipi sebelah kirinya.


Putra mahkota tak mau kalah dan masih terus melakukan penawaran.


"1 juta 500 koin emas" putra mahkota.


"2 juta koin emas" pria jubah hitam.


Persaingan terus berlanjut hingga putra mahkota mengeluarkan uang 7 juta 800 koin emas.


Pria jubah hitam tak melakukan penawaran lagi, karna menurutnya harga itu sudah lumayan tinggi, karna sebenarnya dialah orang yang melelang seruling itu.


Karna itu adalah pusaka keluarganya yang di temukan di sebuah gua oleh leluhurnya dulu, namun tak ada yang bisa menaklukkan seruling itu.


Hingga keluarganya sedang berada dalam masa kritis karna pemberontakan yang terjadi di klannya setelah kematian kakeknya yang terlalu tiba-tiba.


Putra mahkota merasa puas karna pria jubah hitam sudah berhenti menawar.


"7 juta 800 koin emas, apakah ada yang menawar lebih tinggi? Kalau tidak maka seruling ini akan terjual dengan harga 7 juta 800 koin emas" ucap pembawa acara lelang.

__ADS_1


Putra mahkota merasa sangat senang karna membayangkan seruling itu akan menjadi miliknya.


Begitu pembawa acara hendak mengetuk palu, alice memulai penawaran setelah memastikan tak ada org lain yg menawar lagi.


"10 juta koin emas" ucap alice lantang.


Kebahagiaan putra mahkota menghilang seketika karna mendengar ada yg menawar lagi untuk seruling yang di inginkannya.


Berbeda dengan pria berjubah hitam yang sangat senang dengan harga yang semakin tinggi untuk benda pusaka yang tak bisa dia atau keluarganya gunakan.


"11 juta koin emas" ucap putra mahkota gak mau kalah.


"15 juta koin emas" ucap alice lagi dengan santai.


Putra mahkota menggertakkan giginya karna menahan amarah, namun dia tidak melanjutkan untuk menawar.


Akhirnya lelangpun berakhir, dan kelompok alice keluar dengan senyum bahagia di wajahnya, merekapun memutuskan langsung kembali ke kediaman.


Di luar rumah lelang xiao lan mengungkapkan rasa penasarannya.


"jiejie, kenapa kau membeli seruling ini, bukankah seruling ini terlalu bahaya, dan sudah sangat banyak korban karna seruling ini" ucap xiao lan dengan penasaran dan ingin tahu.


Serta kehawatiran yang tak mampu fi sembunyikan dari matanya.

__ADS_1


Fan hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan xiao lan.


Alice menatap fan dan xiao lan yang bertanya dengan rasa penasaran dan khawatir.


"karna seruling ini memang milikku lan'er" jawab alice santai.


Fan dan xiao lan menjadi semakin bingung tak mengerti.


Alice tersenyum dan mengabaikan kedua gadis itu yang masih mematung karna tidak mendapat jawaban yang jelas, bahkan mereka di buat semakin bingung dengan jawaban yang mereka dapat.


Alice berjalan santai meninggalkan adik dan temannya itu.


Ya fan tak pernah di anggap pelayannya, baginya fan adalah temannya.


Fan dan xiao lan tersadar dari pikiran mereka setelah alice jauh di depan meninggalkan mereka.


Mereka pun kesal dan berlari mengejar alice. Mereka berjalan pulang dengan penuh canda tawa.


Berbeda dengan putra mahkota yang keluar dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Dia memang tak kekurangan uang, tapi harga 15 juta koin emas itu adalah harga yang sudah berlebihan untuk seruling yang memiliki terlalu banyak resiko.


***

__ADS_1


Tiba di kediamannya alice berbaring di tempat tidurnya sambil memegang kedua serulingnya.


Tak lama andreas muncul di hadapannya, pria tampan dengan hanfu hitam bercorak emas menatap alice dengan lembut dan kasih sayang.


__ADS_2