
Sesampainya xiao ning di luar kediaman perdana mentri, xiao ning langsung berjalan menuju ke arah pasar.
Sampai di pasar xiao ning melihat para pedagang yg menjajakan dagangannya sambil berteriak menawarkan pada siapa saja yang lewat di hadapan mereka.
"ternyata pasar pada zaman ini sama saja dengan pasar tradisional di zaman modern" gumam xiao ning sambil berjalan.
Hingga beberapa saat, xiao ning melihat ada banyak org berkumpul dan melihat pertunjukan.
Itu yg xiao ning pikirkan. Xiao ning berjalan ke arah orang-orang itu, xiao ning melihat seorang kakek tua yang hendak di pukuli oleh preman hanya karna kakek tua itu tanpa sengaja menyenggol preman tersebut.
Xiao ning berlari ke arah preman tersebut dan menangkap balok kayu yang hampir mengenai kakek tua itu.
"happppp(suara tangkapan tangan xiao ning), dasar pengecut, tak tau malu, beraninya hanya sama orang yang tua, haahh" ejek xiao ning sambil memutar bola matanya.
"siapa kamu gadis kecil, jangan ikut campur urusanku, atau kamu yang akan merasakan kemarahanku, aku tak peduli dia tua atau apa, tapi aku benci ketika ada yang menghalangiku" kata preman tersebut.
Banyak bisik2 dari org yang melihat kejadian itu, ada yg kasihan ada yang menyetujui kata2 xiao ning.
__ADS_1
"kasian gadis itu, dia tak tau bahwa kibo(nama ketua preman) adalah preman paling kejam yang selalu meresahkan warga." bisikan *lain
" benar kata gadis itu kibo hanya berani melawan org tua renta yang bahkan berdiri saja tidak bisa*" banyak bisikan2 lain yg terdengar.
Kibo yang mendengarnya mulai kesal dan mencabut pedangnya dan di arahkan pada xiao ning.
Xiao ning yang memiliki kepekaan terhadap gerakan musuh tanpa menunggu lama langsung melompat mencabut pedang dari bawahan preman itu dan langsung menebas kepala kibo.
"srriiinngg...... Sreeetttt..." suara pedang dari xiao ning. Semua orang yang melihat itu menganga tak percaya, bagaimana mungkin seorang gadis yang terlihat lemah mampu membunuh kibo yang terkenal kejam dan memiliki kultivasi tingkt emas dalam satu kali serangan, para bawahan kibo mematung melihat kepala pemimpinnya yang sudah tidak di tempatnya.
Mereka bergetar ketakutan bahkan ada yang mengompol.
"tapi, jika kalian mau pergi maka aku akan memberi kalian satu kali kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, tapi jika aku melihat kalian melakukan kejahatan lagi, maka siap2 kepala kalian yang berikutnya akan aku pisahkan dari raga kalian, sekarang pergilah" sambung xiao ning lagi.
Para preman anak buah kibo pun berlari berhamburan tampa melihat ke belakang santing takutnya mereka.
Para warga yang melihat kejadian itu berterima kasih pada xiao ning
__ADS_1
" terima kasih nona yang terhormat, nona sudah membantu kami, kibo adalah preman yang selalu mengganggu para pedagang di pasar ibukota ini dan tidak ada yang berani menghentikannya" ucap salah satu warga dan di angguki oleh warga2 yang lain yang melihat kejadian itu.
Xiao ning hanya mengangguk dan langsung berjalan ke arah kakek yang di tolongnya.
"apa kakek baik2 saja, apa kakek terluka" ucal xiao ning khawatir.
"kakek baik2 saja nak, tapi bolehkah kakek meminta tolong sekali lagi?" ucap kakek.
"tentu saja kakek, selama aku bisa maka aku akan membantu kakek dengan senang hati" ucap xiao ning tulus.
"bisakah kau mengantar kakek pulang, rumah kakek tidak jauh dari sini, berada di pinggir hutan malam" ucap kakek itu.
Tanpa pikir panjang xiao ning langsunh mengiyakan permintaan kakek itu, karna itu tidaklah sulit menurut xiao ning.
"baiklah kek, mari biar saya membantu memapah kakek" ucap xiao ning.
Tak berapa lama merekapun sampai di depan sebuah gubuk kecil namun terawat.
__ADS_1
Mereka sampai dengan aman karna gubuk itu letaknya di luar hutan, jadi mereka sampai tanpa hambatan di perjalanan.