Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 35


__ADS_3

"hahaha kenapa? Aku membencimu alice, aku lebih dulu mencintai andreas, tapi dia memilihmu, jadi kamu harus mati dan aku akan menggantikan posisimu" ucap helena dengan penuh percaya diri.


Alice merasa terpukul bahwa sepupunya menginginkan suaminya, dan sekarang dia di bunuh karna keegoisan sepupunya sendiri.


"kamu terlalu picik helena sepupuku, sekalipun aku mati, andreas tak akan pernah memilihmu, uhukk dan kamu tak pantas mendapat cinta dari pria manapun, kamu tak pantas di cintai" ucap alice lantang dengan rasa sakit di jantungnya.


"diam, diam kamu ******, aku tak peduli, aku akan mendapatkan andreas jika kamu mati, maka kamu harus mati" teriak helena lalu mengangkat pedangnya untuk memenggal kepala alice.


Andreas keluar dari pelatihan tertutupnya, saat membuka pintu dia sangat terkejut melihat mayat berserakan dan juga noda darah berceceran dimana - mana.


Andreas panik dan berusaha mencari alice, namun dia tak menemukannya.


Hingga dia mendengar suara teriakan seorang perempuan yang dia yakini itu adalah suara helena, sepupu istrinya.


Andreas bergegas mencari suara tersebut, dan ketika dia menemukannya, rahangnya mengeras menahan amarah.


Melihat wanita yang di cintainya duduk lemah di tanah dengan belati menancap di jantungnya, dan di hadapannya helena mengangkat pedang bersiap untuk memenggal istrinya.


Andreas berlari dengan marah memblokir pedang yang hampir saja mengenai kepala alice.


Pedang yang di pegang helena terpental dan andreas tak menunggu waktu lama langsung menusuk tepat di jantung helena.


"andreas" ucap helena tak percaya.

__ADS_1


Helena jatuh lemas berusaha mempertahankan kesadarannya berusaha menggapai andreas.


Namun andreas mengabaikannya dan kemudian berlari ke tempat alice.


"sayang, maafkan aku, maafkan aku, bertahanlah jangan tinggalkan aku sayang" ucap andreas menangis sambil memeluk erat tubuh alice.


"ja ngan ber se dih, uhukk aku baik2 saja sayang" ucap alice membelai wajah tampan andreas pria yang sangat di cintainya, alice terbatuk memuntahkan darah.


"tidak, ayo kita pergi ke tabib" ucap andreas hendak mengangkat alice.


"tidak, waktuku sudah tidak banyak lagi, belati ini dilumuri racun, jangan bersedih kita akan bertemu lagi" lirih alice dengan lemah.


"tidak tidak, jangan pergi, aku tak bisa hidup tanpamu" cegah andreas dengan tubuh gemetar dan air mata yang sudah tak terbendung.


"tidaaaakkkkkk" teriak andreas tak terima.


Alice mati namun tubuhnya pun ikut musnah, andreas sangat marah dan menatap helene dengan dendam.


"Semua ini karna wanita ini, aku kehilangan cintaku karna dia, benar karna dia" batin andreas.


Andreas berjalan dengan marah kearah helena.


Helena menatap andreas yang berjalan ke arahnya, dia begitu percaya diri jika andreas berjalan untuk meminta maaf dan menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


Namu itu hanya hayalan helena saja, andreas berjalan dengan penuh amarah dengan mata yang sudah berwarna merah menatap helena dengan jijik dan benci.


Tanpa banyak bicara andreas langsung memenggal kepala helena dan kemudia menghancurkan jiwa helena agar tidak bisa bereinkarnasi.


Bertepatan dengan terpisahnya kepala helena jendral hauren keluar dan dengan marah menyerang andreas.


Namun dengan satu kali lambaian pedang, jendral hauren bertemu dengan mautnya dengan kepala menggelinding.


Andreas tak bicara apapun dan kemudian melesat pergi ke kediaman jendral hauren lalu membunuh seluruh keluarga dan keturunan jendral hauren.


Flash back of


Setelah selsai mendengar cerita bai hu tatapan alice tak pernah lepas dari pria bertopeng alias kaisar andreas.


"Inikah penyebabnya kenapa aku tak marah saat dia memelukku?


Ohh dewa, begitu banyak misteri, namun aku yakin bai hu tak berbohong" batin alice sambil tatapannya tak pernah teralihkan.


Andreas yang di tatap oleh alice hanya tersenyum lembut kemudian dia mengelus pucak kepala alice dengan kasih sayang.


Bagaimanapun juga, andreas sadar bahwa alice belum mengingatnya.


"selamat datang kembali istriku" ucap andreas lembut.

__ADS_1


Alice tak menjawab namun hatinya sangat hangat dan bahagia tak terlukiskan.


__ADS_2