
Sebelumnya saat di rumah lelang andreas pergi dari ruang dimensi milik alice karna dia harus pergi untuk memastikan sesuatu yang dia minta untuk pengawal pribadinya selidiki.
Maka dari itu andreas tak tahu tentang alice yang mendapatkan seruling mereka di rumah lelang.
Alice tersenyum menatap pria yang di cintainya itu dan kemudian bangkit untuk memeluknya.
"sayang, kau habis dari mana? Knapa tak memberitahuku saat kau pergi?" tanya alice sambil mengeratkan pelukannya dan membnamkan wajahnya di dada andreas.
Andreas membalas pelukan alice dan kemudian mengecup kening alice sebelum menjawab pertanyaan alice.
"aku pergi untuk memastikan sesuatu, dan itu berkaitan tentangmu, sebelum itu dimana kau mendapatkan seruling ini sayang?" tanya andreas.
Alice melepaskan pelukannya kemudian duduk di pinggir tempat tidurnya.
Alice mengeluarkan kedua serulingnya dan memberikan salah satunya pada andreas.
" aku mendapatkannya dari lelang hari ini, awalnya aku tidak ingat tentang seruling ini, namun aku merasa sangat akrab dengannya hingga bai hu memberitahuku bahwa seruling ini adalah milikku" jawab alice menjelaskan.
"ya ini memang seruling milik kita, dia lenyap mengikutimu, aku tidak menyangka bahwa seruling ini akan terdampar di dunia bawah ini" ucap andreas.
"dan satu lagi, seruling ini bisa menjadi senjatamu sayang, kau bisa memerintahkannya menjadi benda apapun yang kau mau sayang" sambung andreas.
__ADS_1
Alice merasa terkejut mendengar penuturan andreas.
Ini terlalu mengagumkan menurutnya.
"apa senjata yang menjadi perubahan seruling ini sangat kuat?" tanya alice.
"iya sayang, walaupun tak sekuat senjata andalanmu, namun untuk di dunia bawah ini serulingbini sudah cukup untuk melawan semua petapa terkuat di sini" jawab andreas.
"woow, sangat luar biasa, lalu bagaimana caraku merubahnya kedalam bentuk senjata, aku lupa" lirih alice menyesali banyak memori yang di lupakannya.
Andreas hanya tersenyum kemudian menjelaskan alice dengan sabar.
"kau cukup genggam seruling ini, kemudian alirkan energi qi dan pikirkan bentuk apa yang kau inginkan sayang".
Alice kemudian mencobanya dan percobaan pertamanya sangat mulus tanpa kegagalan.
Bertama membentuknya menjadi senjata pedang yang sangat indah, lalu bentuk panah begitu seterusnya.
Alice sangat senang hingga dia pun memeluk dan kemudian mengecup bibir andreas.
Niat awalnya dia hanya ingin mengecupnya sekilas saja, namun tanpa di duganya andreas menahannya saat hendak melepas ciumannya.
__ADS_1
Andreas membalas memeluknya kemudian membalas mencium alice dengan lebih panas.
Alice sangat terkejut dengan tingkah andreas, pipinya sudah memerah dan panas karna ciuman andreas di bibirnya.
Setelah cukup lama alice pun sadar dan segera mendorong andreas hingga melepaskan alice.
"kenapa sayang, apa kau tidak suka aku menciummu?" ucap andreas sedih.
"Ti tidak sayang, aku hanya malu" jawab alice menunduk malu.
"berarti kau tidak marah sayang?"
"hmm, tidak" alice menggelengkan kepalanya.
"lalu, apa kau suka?" ucap andreas mulai menggoda alice.
Wajah alice semakin memerah, dia sangat malu hingga dia buru buru mengalihkan pembicaraan.
Karna dia sudah tidak tahan di goda terus oleh andreas.
"oiya sayang, tadi kau bilang sesuatu yang berkaitan denganku, apa itu?" tanya alice setelah berusaha mengembalikan wajahnya ke keadaan normal, sudah tidak ada rona merah lagi di pipinya.
__ADS_1
Andreas yang mendengar pertanyaan alice berubah menjadi serius, kemudian melambaikan tangannya dan membuat agar ruangan semakin kedap suara, agar tak ada yang mendengar percakapan mereka.