Time Travel Ke Zaman Kuno

Time Travel Ke Zaman Kuno
Eps 30


__ADS_3

Xiao lan menarik alice untuk duduk di tempat tidurnya kemudian dia berbaring di atas paha alice.


"jiejie, setelah ini apa aku tetap bisa bertemu denganmu?" tanya xiao lan.


"tentu, tapi jiejie ingin kau berlatih, kau sudah tertinggal jauh, jadilah kuat agar bisa melindungi ayah" ucap alice.


"iya jiejie, aku akan berlatih giat, aku tak akan mengecewakanmu, asal jiejie tetap bersamaku"


"baiklah, jiejie percaya padamu, ingat jangan katakan pada siapapun identitas jiejie, mengerti?"


"mengerti jiejie,"


Xiao lan tertidur 2 jam di pangkuan alice dengan alice yang masih setia membelai kepala xiao lan.


Saat bangun tidur, xiao lan tersenyum karna masih melihat alice di dekatnya.


Dia serasa seperti mimpi karna memiliki seorang kakak yang hebat dan di segani semua orang.


"jiejie kau sangat cantik" ucap xiao lan dengan suara khas baru bangun tidurnya.


"hm, kau juga cantik" balas alice.


"sekarang bangunlah dan bersihkan dirimu, kau sangat bau karna belum mandi hihi" sambung alice menggoda adiknya.

__ADS_1


Xiao lan hanya menunduk malu di goda kakaknya. Kemudian dia mandi dab berganti pakaian, setelah itu mereka bersiap keluar ruangan setelah alice menggunakan kembali topengnya.


Di luar pintu fan masih berdiri tegak menyambut alice dan xiao lan keluar dari ruangan.


Kemudian mereka berjalan kearah aula, disana sudah menunggu mentri xiao, xiao ling dan kedua saudara laki2nya.


Berita kunjungan quen alice menyebar di seluruh kekaisaran dengan cepat.


Itulah kenapa kedua putra mentri xiao juga pulang karna khawatir terjadi sesuatu pada ayah dan adik2nya.


Alice berjalan dengan anggun ke arah kursi khususnya, di ikuti oleh fan dan xiao lan di belakangnya.


Mentri xiao yang melihat putrinya sudah sembuh tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya, kemudian berlari dan memeluk putrinya itu.


"lan'er, apakah ayah tidak mimpi?"


"kenapa xiao lan bisa sembuh, bukankah racun penghancur dan pembeku kultivasi itu tidak ada obatnya di dunia, tapi bagaimana bisa? Semua ini gara2 quen alice, kenapa dia harus ikut campur urusan keluarga kami" batin xiao ling dengan tatapan benci ke arah alice dan xiao lan.


"terima kasih quen alice telah menyembuhkan putri hamba, dengan cara apa hamba harus membalas anda yang mulia?" ucap mentri xiao dengan hormat.


"hm, tak perlu. Oiya, putri bungsumu terkena racun penghancur dan pembeku kultivasi, jaga baik2 putrimu dan selidiki dalangnya, jika kau tak mampu maka kau boleh meminta bantuan pada pengawal yang ku tinggalkan untuk putrimu. Aku sudah cukup lama disini, aku akan kembali ke istanaku" ucap alice hendak pergi namun di hentikan oleh mentri xiao.


Xiao ling yang mendengar kata2 alice menjadi pucat dan berkeringat dingin, semua orang tau bagaimana kekejaman quen alice. Berbeda dengan kakak2nya yang bahkan tak berani mengangkat kepalanya menatap alice.

__ADS_1


Mereka sangat takut dan tak berani menyinggungnya.


"apa maksud anda yang mulia, dan kenapa anda begitu baik pada putri bungsu hamba?" tanya mentri xiao.


"berterimakasihlah pada putri tertuamu, dia memohonku untuk menyelamatkan adiknya" ucap alice.


Mentri xiao yang mendengar putri tertuanya disebut pun tak mampu untuk tak terkejut.


"apa, yang mulia apa putri hamba masih hidup? Bolehkah hamba bertemu dengannya?" ucap mentri xiao tak mampu menahan kebahagiaan dan kesedihan bersamaan.


Dia bahagia karna putrinya masih hidup dan dia sedih karna setelah perlakuannya putrinya masih mau membantu keluarganya.


" hm ya, tapi kau tak bisa bertemu dengannya" ucap alice kemudian berbalik meninggalkan kediaman mentri xiao bersama fan.


Dalam sekejap alice dan fan menghilang.


Tak lama muncullah seorang pria dengan pakaian hitam dengan topeng perak khas orang teratai hitam.


"hormat hamba nona xiao lan, hamba adalah pengawal bayangan yang di tugaskan untuk menjaga anda oleh quen alice" ucap mengawal bayangan.


"ha baiklah, siapa namamu?" tanya xiao lan.


"nama hamba wey nona, jika nona membutuhkan sesuatu sebutlah nama hamba dan hamba akan datang pada nona"

__ADS_1


"baiklah, terimakasih" ucap xiao lan dengan kebahagiaan yang tak bisa dia lukiskan.


Dia bahagia karna bertemu dengan kakaknya dan sekarang kakaknya meninggalkan seseorang untuk menjaganya.


__ADS_2