
"tidak, bagaimana mungkin, aku selalu bisa mengendalikan diriku" jawab putra mahkota.
"aku" saat hendak melanjutkan putra mahkota menyadari tatapan semua orang.
Bodohnya dia sudah mengakui bahwa dirinya dan xiao ling memang sering melakukannya.
Dia terdiam cukup lama merenungkan kebodohannya, sekarang nama baiknya sebagai putra mahkota sudah hancur.
"yang mulia, tolong berikan hamba penjelasan" ucap mentri xiao setelah melihat keheningan putra mahkota.
"baiklah, aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahinya sebagai selirku" jawab putra mahkota untuk memutuskan, karna dia sudah tak punya jalan lain.
Xiao ling yang mendengar itu sangat marah, karna putra mahkota sudah menjanjikannya sebagai istri sah bukan selir, tapi sekarang di depan semua orang dia akan di nikahi sebagai selir.
"yang mulia, kau sudah berjanji untuk menjadikanku istri sahmu, bukan selir hiks hiks" ucap xiao ling sambil menangis.
"ini adalah keputusanku, aku akan meminta izin kaisar dan besok kita akan menikah" ucap putra mahkota kemudian pergi dari kediaman mentri xiao.
Xiao ling tak terima, dan dia sangat marah hingga membanting apa yang ada di hadapannya.
Mentri xiao sudah muak untuk menasihati xiao ling.
Diapun membubarkan semua orang meski pesta belum selsai karna sudah di rusah oleh putrinya yang slalu di bangga2kan.
__ADS_1
Sedangkan alice sudah pergi dari tadi dan dia pun membawa serta xiao lan.
Berita menyebar dengan cepat dan nama xiao ling dan putra mahkota menjadi buah bibir semua rakyat kerajaan angin.
Keesokan harinya xiao ling pun di angkat menjadi selir oleh putra mahkota, meski awalnya raja kerajaan angin sangat marah pada putranya, namun semuanya sudah terjadi.
Semua orang menatap tandu pernikahan xiao ling dengan tatapan jijik.
Di istana pun tak ada yang menyambutnya, xiao ling snagat prustasi dan setres.
Semua yang di rencanakan olehnya hancur dalan sekejap.
Sekarang hanya ada tatapan menghina di wajah semua orang yang menatapnya.
Di Istana alice
Dari awal xiao lan tiba di istana teratai hitam, dia tak pernah berhenti mengagumi istana tersebut.
Baginya istana teratai hitam adalah istana termegah di seluruh kerajaan, tak akan ada yang mampu menandinginya.
Bagaimana tidak, istana dengan paduan warna hitam dan emas, corak bunga teratai yang indah sungguh membuat orang bahkan tak bisa berkedip menatap keindahannya.
Paginya saat bangun tidur xiao lan berjalan jalan di istana teratai hitam, kemudian kembali ke kediamannya.
__ADS_1
Tak lama pelayan membawa pesan alice dan xiao lan pun di bimbing ke aula istana.
Disana sudah ada orang2 kepercayaan alice dan alice yang duduk di singgasananya.
Xiao lan memasuki ruangan yang megah itu dengan mata yang berbinar cerah, dia sangat bahagia.
Setelah puas mengagumi pandangan xiao lan terpaku pada semua orang yang sudah menunggu kedatangannya.
Awalnya xiao lan mengira tak ada orang di ruangan itu karna dia sangat asik mengagumi keindahan istana sehingga lupa keadaan sekitar.
Xiao lan berjalan menuju orang yang sudah menunggunya, diamenunduk malu merasakan tatapan orang2 yang duduk di kursi di bawah singgasana alice.
Tatapan mereka semua terfokus pada satu titik, yaitu xiao lan.
Alice yang melihat adiknya menunduk malu merasa lucu, adiknya sangat bahagia sampai lupa keadaan sekitar.
Alice turun dari singgasananya dan memegang bahu xiao lan memintanya mengangkat wajahnya.
"lanlan, jiejie tak ada di bwah, tapi jiejie di depanmu, mengapa kau terus menunduk?" ucap canda alice.
"apa kau tak merindukan jiejie dan tak ingin memeluk jiejie?" sambung alice.
Xiao lan yang mendengar ucapan alice menjadi gelagapan dan segera mengangkat wajahnya menatap alice yang tak mengenakan topeng.
__ADS_1
Xiao lan memeluk alice dengan erat karna malu.