Tuan Jadilah Pacarku

Tuan Jadilah Pacarku
Keanehan Lia


__ADS_3

Anesya mendudukkan tubuh di kursi kerjanya, Lia yang tadinya sempat berbicara dengan teman seruangan kerjanya pun segera menyudahi perbincangan mereka dan memilih berjalan mendekati Anesya, saat ini Lia sudah duduk di samping sahabatnya itu dan siap mendengarkan apapun yang sahabatnya ceritakan tentang kejadian semalam.


Anesya begitu malas sekali membuka suara setelah ia melihat kedatangan Elsa di depan perusahaan tetapi wajah Lia yang nampak menatapnya dengan penuh tanya membuat Anesya mau tidak mau menceritakan semuanya yang ingin diketahui oleh Lia.


Anesya menceritakan semuanya kepada pria setelah wanita itu kemarin malam meninggalkan acara pesta pernikahan, bahkan ketika masuk ke dalam perusahaan Anesya juga menceritakan apapun yang sempat iya katakan kepada Elsa pada sahabatnya itu.


"Anesya aku senang sekali jika melihat kau seperti ini, kau tidak harus takut kepada penyihir itu," ucap Lia mencoba untuk memotivasi Anesya agar tidak terus-terusan mengalah kepada Elsa yang selalu bersikap jahat padanya.


"Mulai Sekarang aku tidak akan pernah mengalah kepada Elsa, sudah cukup semua kesabaranku bahkan wanita gila itu dengan terang-terangan meminta aku untuk melepaskan Tuan Gerald," ucap Anesya pada Lia. Entah mengapa terdapat rasa nyeri di dalam dadanya yang teramat sangat ketika Anesya mengingat jikalau Elsa menginginkan lelaki itu, lelaki yang beberapa waktu ini selalu bersamanya Dan juga tinggal dengannya. Ada perasaan tidak rela yang sulit sekali untuk Anesya jelaskan.


"Lalu apakah kau akan merelakan Tuan Gerald begitu saja?" tanya Lia. Anesya menatap ke arah sahabatnya itu dengan mengerutkan keningnya. "maksudku bukan begitu kamu jangan salah paham dengan apa yang aku ucapkan Anesya. Tempat hari kamu mengatakan jikalau ingin lepas dari dekapan Tuan Gerald dan mungkin keinginan Elsa itu bisa kau jadikan cara lepas dari cengkraman lelaki itu," sambung Lia menjelaskan kepada sahabatnya karena tidak ingin Anesya salah paham dengan ucapannya.


"Lia, pada awalnya aku benar-benar ingin lepas dari genggaman lelaki menakutkan itu tetapi entah mengapa sekarang aku justru merasa sedikit nyaman berada di dekatnya, Tuan Gerald mungkin memang selalu berbicara kasar tetapi sikapnya terlihat begitu hangat sekali bahkan beberapa kali aku bisa melihat senyuman dan juga tatakan sendu dari kedua bola matanya." Anesya bayangkan wajah lelaki tampan itu yang akhir-akhir ini selalu saja menghantui benaknya.


Di sisi lain.


Perusahaan Wooldir Group.


Seorang lelaki tampan kini sedang duduk di meja kerjanya, lelaki itu sedang menyibukkan diri dengan setumpuk berkas yang ada di atas meja. Sorot matanya terlihat begitu serius sekali membaca setiap isi dari berkas yang ia buka, suara ketukan pintu membiarkan konsentrasi Tuan Gerald.

__ADS_1


"Masuk!" titah Tuan Gerald.


Lelaki itu menatap ke arah pintu ruangan ini yang dikayuh ke belakang dan nampaklah Asisten Van melangkah melewati pintu ruangan tersebut kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya ketika sudah sampai di Tuan Gerald.


Asisten Van masih berdiri di posisinya sekarang tanpa membuka suara sebelum dipinta oleh Tuan Gerald sendiri. Kesunyian di dalam ruangan ini mulai pecah setelah Tuan Gerald membuka suara.


"Katakan!" titah Tuan Gerald sembari menyandarkan punggungnya di kursi yang sedang ia duduki sekarang, lelaki itu melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan lurus ke arah asisten kepercayaannya itu.


"Tuan, saya mendapatkan laporan dari orang yang saya tugaskan untuk menjaga Nona Anesya, dia mengatakan jikalau Nona Elsa tadi pagi sempat datang ke perusahaan tempat di mana Nona Anesya bekerja," lapor Asisten Van.


mendengar nama wanitanya disebut Tuan Gerald langsung menarik tubuhnya dari kursi yang sedang ia duduki lalu menatap ke arah Asisten Van dengan wajah yang nampak serius.


"Tidak Tuan," jawab Asisten Van. "kali ini Nona Anesya melawan Nona Elsa ketika wanita itu mengatakan ingin memiliki Tuan Gerald," sambung Asisten Van.


"Kenapa dia tidak membiarkan saja wanita itu mendekatiku? Bukankah selama ini dia juga selalu ingin lepas dariku?" tanya Tuan Gerald pada Asisten Van karena merasa bingung.


"Menurut saya hal itu terjadi karena Nona Anesya sudah mulai memiliki perasaan kepada Anda sehingga beliau tidak bisa merelakan anda bersama dengan saudari dirinya itu," jelas Asisten Van pada Tuan Gerald dengan kepala yang masih tertunduk.


Tuan Gerard menyandarkan punggungnya kembali ke kursi yang ia duduki dengan senyuman tipis terukir di bibirnya. "Van kau tahu apa yang harus kau lakukan," kata Tuan Gerald.

__ADS_1


Asisten Van mulai mengangkat pandangannya melihat ke arah Tuan Gerald lalu lelaki itu kembali menundukkan pandangannya seperti semula. "Saya mengerti apa yang Tuan Gerald perintahkan," jawab asisten Vun yang seakan sudah bisa menebak apa yang majikannya itu inginkan hanya dengan melihat sorot matanya saja.


"Sekarang keluarlah dari ruangan ini dan lanjutkan pekerjaanmu!" perintah Tuan Gerald.


***


Lia berjalan dengan Anesya keduanya hendak keluar dari perusahaan ini, tapi langkah Anesya tiba-tiba terhenti ketika ia melihat mobil mewah yang biasa menjemputnya ketika pulang bekerja sudah berada di depan perusahaan. Terdapat juga banyak karyawan perusahaan ini yang memperhatikan ke arah mobil itu sembari jelingkuhkan ke sana kemari seakan sedang mencari keberadaannya.


"Enak banget jadi wanita peliharaan lelaki kaya pulang kerja saja dijemput dengan mobil mewah," kata seorang wanita yang hendak melewati Anesya berada.


"Entah pelet apa yang sudah wanita itu lakukan sehingga pemilik mobil itu mau menjadikannya sebagai peliharaan padahal jika dilihat dia tidaklah secantik kamu," jawab wanita lainnya sembari melirik ke arah Anesya yang sedang berdiri di posisinya.


"Mulut sampah seperti mereka itu harus segera dibersihkan kalau tidak begitu mereka akan semakin menjadi-jadi dan juga mengatakan hal-hal buruk lagi," kata Lia sembari hendak melangkah menghampiri kedua wanita yang sudah berani membicarakan hal buruk tentang sahabatnya namun, belum sempat hal itu terjadi Anesya langsung menarik tangan Lia sembari berkata.


"Biarkan saja mereka mengatakan apapun yang ingin mereka katakan karena aku tidak peduli, pernyataannya memang seperti itu Aku adalah wanita peliharaan Tuan Gerald dan hal ini sangat memalukan sekali," ucap Anesya dengan menundukkan kepalanya.


"Anesya kamu melakukan semua itu hanya untuk balas dendam kepada Elsa dan sekarang semua balas dendamu itu telah selesai aku mendukungmu sepenuhnya kalau ingin melepaskan Tuan Gerald dan menjauh darinya," kata Lia sembari memeluk tubuh sahabatnya itu kemudian mengusap perlahan punggung sahabatnya.


"Lia. Aku juga ingin menjauh darinya tetapi aku takut jikalau aku akan menyesal di kemudian hari. Aku tidak tahu dengan apa yang aku rasakan sekarang tetapi berada di sampingnya membuatku nyaman.

__ADS_1


Lia menatap lurus ke depan dengan masih mengusap punggung sahabatnya itu.


__ADS_2