Tuan Jadilah Pacarku

Tuan Jadilah Pacarku
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Lia melihat ke arah Anesya dengan kedua mata yang sudah dibasahi kristal bening, Lia hendak melangkah menghampiri Anesya, tetapi kedua pengawal itu langsung menariknya membuat Lia kembali berdiri di posisinya semula di antara kedua pengawal dengan tubuh tegap itu.


Anesya yang masih berada di dalam gendongan Tuan Gerald merasa sangat kasihan sekali melihat keadaan Lia, tapi rasa kasihan itu langsung melebur ketika Anesya mengingat bagaimana cara Lia mencoba untuk meminta kedua orang suruhannya itu untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi padanya. Anesya tidak senaif itu hingga ia bisa melupakan apa yang Lia lakukan sebelum Tuan Gerald menyelamatkannya. 


Tuan Gerald menggendong tubuh Anesya tanpa berniat untuk melepaskannya, lelaki itu tidak akan pernah membiarkan wanitanya terkena masalah untuk yang kedua kali. Jika saja Tuan Gerald tidak mempertimbangkan jikalau Lia adalah sahabat dari wanita kesayangannya ini, maka sudah bisa dipastikan jikalau Tuan Gerald akan menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk memberikan pelajaran kepada Lia.


"Apakah kau akan memaafkan sahabatmu itu? Jika aku tidak datang untuk menyelamatkanmu maka kau sekarang mungkin sudah dilecehkan oleh kedua lelaki sialan itu," Tuan geralt mencoba untuk mengingatkan Anesya tentang apa yang Lia lakukan pada wanitanya.


"Saya tidak akan memaafkannya, dia sudah sangat keterlaluan sekali," jawab Anesya sembari menyandarkan kepalanya di jeruk leher Tuan Gerald dengan kedua mata yang terpejam.


Melihat akan hal itu darah disebut juga seakan mendidih seperti ada seseorang yang sedang menyulut api di dalam tubuhnya. Lia merasa sangat cemburu sekali ketika melihat Tuan Gerald begitu menyayangi Anesya. 


*Tuan Gerald Kenapa tidak kau lepaskan wanita itu saja dan biarkan aku yang menggantikannya. Aku berjanji akan melakukan apapun yang engkau inginkan," kata Lia mencoba untuk membujuk Tuan Gerald agar menerimanya sebagai pengganti Anesya.


Tuan Gerald tidak menatap ke arah Lia sedikitpun, lelaki itu sibuk menatap wajah cantik Anesya yang terlihat berantakan tetapi hal itu tidak mengurangi kecantikan wanitanya. "Kau ingin aku melakukan apa kepadanya? Kau saja yang menghukumnya karena dia adalah sahabat baikmu," kata tuan Gerald.


"Tuan, dia memang sahabat baikku sebelum semua masalah ini terjadi, tetapi sekarang dia akan menjadi musuhku. Aku sempat merengek padanya untuk meminta dilepaskan tetapi dengan angkuh Lia menolaknya Dan dia bahkan mendorongku kepada Kedua lelaki itu. Dia sangat kejam sekali," kata Anesya.


"Sebaiknya aku apakan dia?" tanya Tuan Gerald sembari menatap tajam ke arah Lia.


"Aku ingin Anda membiarkan para pengawal itu untuk bermain dengannya, dia harus merasakan apa akibat dari perbuatannya padaku. Setelah itu asing kan dia keluar dari negara ini supaya aku tidak bisa melihatnya lagi," kata Anesya pada Tuan Gerald dengan menjatuhkan bulir air matanya. Anesya membuka kedua matanya lalu melihat ke arah Tuan Gerald. "Bisakah Tuan melakukan itu untukku? Aku berjanji tidak akan pernah kabur lagi dari sisimu sampai Tuhan sendiri yang menyingkirkanku," sambung Anesya dengan penuh tekad yang bulat.

__ADS_1


Tuan Gerald mengulas senyuman manis kemudian menganggukkan kepalanya. "Van!" Panggil Tuan Gerald sembari menatap ke arah asisten handalnya itu dengan ekor matanya.


"Saya akan melakukan perintah Anda," jawab asisten Van.


"Anesya .... Anesya kau tidak bisa melakukan ini padaku, Anesya ...." teriakan dia menghilang setelah dua orang pengawal menyeretnya masuk ke dalam gudang yang sebelumnya digunakan untuk menyekap Anesya.


Inilah yang dinamakan senjata makan Tuan. Tuan Gerald membawa sekitar 10 orang pengawal, setelah melihat 10 orang pengawal itu masuk ke dalam gudang Asisten Van melangkah mendekati mobil di mana kedua majikannya itu berada kemudian mengendarai mobil itu menjauhi gudang tersebut. 


Tuan Geralt memperhatikan kearah wanitanya yang saat ini masih bersandar di bahunya dengan kedua mata yang terpejam. Terlihat wajah pucat itu membuat Tuan Geralt merasa marah sekali, berani sekali ada orang yang mencoba untuk menyentuh miliknya.


"Jangan takut. Aku akan menjagamu," kata Tuan Gerald sembari mengusap lengan wanitanya dengan gerakan lembut.


"Jika anda tidak datang, saya tidak tahu apa yang akan terjadi." Anesya mulai mempererat pelukannya kepada tubuh Tuhan Gerald. "Aku mencoba untuk menghindari lelaki ini, tapi siapa sangka jikalau dialah orang yang menyelamatkanku. Aku justru kembali ke dalam pelukannya dan untuk kali ini atas keinginanku sendiri," batin Anesya di dalam hatinya dengan kedua mata yang terpejam.


Anesya membuka kedua matanya, iya baru menyadari jika sekarang dirinya sudah berada di dalam ruangan kamar Tuan Gerald. Anesya mengedarkan pandangannya ke sekitar, ya tidak melihat Tuan Geralt di manapun. Anesya mengajak langkah kakinya untuk menuruni anak tangga rumah ini guna untuk mencari keberadaan Tuhan Gerald. Anesya melihat ke arah lelaki itu yang kini sedang sibuk memusatkan pandangannya pada layar laptop.


"Sayang kalau sudah bangun," kata Tuan Gerald.


Tanpa menjawab Anesya langsung duduk di pangkuan Tuan Gerald kemudian memeluk leher lelaki itu sembari menaruh dagunya di pundak Tuan Geralt dengan kedua mata yang terpejam. 


Tuan Gerald membeku di posisinya ketika melihat sikap wanitanya yang nampak manja saat ini, semenjak dirinya membawa Anesya ke dalam rumah ini sang wanita tidak pernah mau mendekatinya terlebih dahulu dan lebih sering menjauhinya, untuk kali pertama wanitanya berinisiatif untuk mendekatinya hal itu tentulah membuat senyuman Tuan Gerald terukir bahagia di bibirnya.

__ADS_1


"Ada apa? Apakah kau bermimpi buruk?" Tanya Tuan Gerald.


"Aku bermimpi kedua lelaki itu, Aku sangat takut sekali ketika mengingat cairan merah yang menggenang di tubuh mereka," jawab Anesya.


"Kalau begitu aku akan menemanimu untuk beristirahat," kata Tuan Gerald.


"Tidak perlu lanjutkan saja pekerjaannya, aku tidak mau mengganggu Anda Tuan," jawab Anesya.


"Aku bisa mengerjakannya nanti lagi pula ini tidak terlalu penting," balas Tuan Gerald yang tentunya berdusta. Entah mengapa lelaki itu lebih mementingkan menemani Anesya daripada harus menyelesaikan pekerjaannya.


Tanpa menunggu jawaban dari wanitanya Tuan Gerard langsung menggendong tubuh Anesya. 


"Aku sangat lapar sekali," kata Anesya sembari melepaskan pelukannya di leher tulang keras pembagian menetap ke arah manik lelaki itu.


"Kalau begitu aku akan membuatmu makanan untukmu," jawab Tuan Gerald.


Anesya mengerutkan kedua keningnya setelah mendengarkan apa yang Tuhan Gerald ucapkan, Anesya seakan tidak percaya jikalau orang yang paling berpengaruh di negara ini bisa memasak dan Tuan Gerald bisa menebak apa arti tatapan wanitanya itu.


"Kau tenang saja aku sudah terbiasa masuk ke dalam dapur dan juga menyentuh peralatan di, sekarang katakan padaku kau ingin makan apa?" tanya Tuan Gerald sembari mengajak kakinya untuk melangkah memasuki pintu dapur rumah ini.


"Tuan saya akan membuat makanan itu sendiri," kata Anesya.

__ADS_1


"Kau meragukanku?" tanya Tuan Geralt dengan tatapan mengintimidasi.


__ADS_2