Tuan Jadilah Pacarku

Tuan Jadilah Pacarku
Aku Menyayangimu


__ADS_3

Anesya merasa sangat nyaman sekali ketika berada di dekat Tuan Gerald, sikap lelaki ini berubah menjadi lembut padanya tidak seperti biasanya.


"Tuan Gerald, gimana dengan kondisi Lia?" tanya Anesya.


"Dia baik-baik saja, karena tanpa kamu ketahui sahabatmu itu sudah sering menjajakan dirinya di klub malam," cerita Tuan Gerald. Lelaki itu melihat ke arah Anesya jangan langsung membulatkan kedua matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia katakan barusan. "Kau lihat saja buktinya sendiri," kata Tuan Gerald.


Lelaki itu meraih ponselnya yang ada di nakas kemudian menunjukkan beberapa foto di mana Lia sedang bersama dengan lelaki hidung belang keluar dari hotel. Tuan Gerald sudah bisa menebak jikalau Anesya tidak akan mungkin mempercayai ucapannya begitu saja tanpa ada bukti yang jelas.


Anesya menarik senyuman miris pada bibirnya. Ia tunggu sangat bodoh sekali dan berpikir jikalau Lia adalah wanita baik-baik ternyata tidak disangka Lia hanyalah seorang wanita pemuas nafsu para lelaki hidung belang, tapi bagi Anesya, Lia tetaplah sahabat baiknya.


"Aku sudah memastikan jikalau kau tak akan bertemu dengannya lagi," apa Tuan Gerald tanpa menjelaskan secara detail jika lelaki itu meminta orang-orangnya untuk membunuh Lia.

__ADS_1


"Tidak masalah, aku tak bisa melihat dia lagi tetapi semoga dia hidup bahagia," kata Anesya.


***


Tuan Gerald melangkah keluar dari kamar mandi, lelaki itu mengedarkan pandangannya ke sekitar dan tidak melihat keberadaan Anesya di manapun. Tuan Gerald merasa sangat panik sekali dan ia takut jika wanitanya kabur seperti dua hari yang lalu.


Tuan Gerald berlari itu menuruni anak tangga rumah ini tanpa mengganti jubah mandinya terlebih dahulu, lelaki melihat ke dalam dapur dan tidak mendapati Anesya di sana. Tuan Gerald segera menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Anesya di sekitar rumah ini.


Tuan Gerald langsung melihat ke asal suara itu dan mendapati Anesya berdiri diantara serpihan vas bunga yang terbuat dari kaca, Tuan Gerald langsung rasa panik dan segera menghampiri wanitanya itu.


"Tetaplah di sana Sayang," kata Tuan Gerald yang tidak ingin wanitanya terluka karena serpihan vas bunga yang berjejeran di lantai marmer rumah ini.

__ADS_1


"Tu-tuan maafkan saya, saya tidak bermaksud membuat kegaduhan di rumah ini dan saya juga tidak kabur," kata Anesya dengan tubuh yang berguncang hebat.


Tanpa bicara Tuan Gerald langsung membopong tubuh wanitanya menuju ke tempat yang aman kemudian mendudukkan tubuh wanita kesayangannya itu di sofa yang ada di ruangan tengah rumah ini.


Para pengawal menghembuskan nafas lega ketika melihat Nona mudanya sudah berada di hadapan Tuan Gerald. Sedangkan Tia segera membawa pengki dan juga sapu untuk membersihkan serpihan kaca yang ada di lantai.


"Sayang, mulai sekarang jangan pernah pergi kemanapun tanpa meminta izin dariku. Aku sungguh tidak ingin melihatmu dalam bahaya seperti beberapa hari yang lalu," kata Tuan Gerald sembari memeluk tubuh Anesya.


Anesya terdiam sesaat, ia begitu kaget sekali mendengarkan ucapan Tuan Gerald. "Lelaki ini sedang mengkhawatirkanku," kata Anesya pada dirinya sendiri.


"Saya tidak akan pernah pergi tanpa meminta izin pada Anda terlebih dahulu," kata Anesya setelah Tuan Gerald melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Aku menyayangimu," kata Tuan Gerald.


__ADS_2