
Anesya merasa sangat sedih sekali ketika melihat kondisi Elsa yang seperti ini. Anesya merasa iba dan tak ingin membiarkan elsa sendiri, apalagi kini wanita itu telah mengakui semua kesalahan yang telah ia lakukan, Anesya tak bisa membiarkannya, Anesya harus membantunya, mereka adalah keluarga.
Begitu muda Elsa memperdaya Anesya yang memang selalu berpikir positif dalam setiap hal. Di dalam hati saat ini Elsa sedang menjerit bahagia karena melihat Anesya mulai mengasihani dirinya.
Tuan Gerald menatap ke arah Anesya dengan wajah datar. Lelaki itu tak mau membuka suara, ia sedang mengamati permainan apa yang sedang Elsa coba lakukan untuk memperdaya gadis bodohnya ini.
“Anesya, bukankah ini masih di jam kerja, lalu kenapa kamu datang kemari dan menjenguk aku? Seharusnya kau biarkan saja aku sendirian menikmati semua rasa bersalah karena sempat mengacaukan hubungan kamu dengan Zico. Sekarang aku sudah mendapatkan karmanya. Sebaiknya sekarang kau kembali bekerja dan biarkan aku sendirian menikmati rasa sakit ini.” Setelah selesai bicara Elsa segera membuang pandangannya ke arah lain. “Semoga saja semesta sedang mendukung niatku ini,” batin Elsa di dalam hati.
Tangan Anesya menggengam lembut jemari tangannya membuat Elsa bersorak bahagia didalam hati.
“Elsa, aku tak akan pernah meninggalkan kau sendiri,” kata Anesya. “Kita akan tinggal bersama seperti sebelumnya, bagiku sudah cukup melihat kau menderita dan jga menyadari semua kesalahan yang telah kau lakukan padaku,” kata Anesya dengan wajah polosnya.
Elsa menarik pandangannya melihat ke arah Anesya kemudian berkata, “Anesya, apakah kau sudah memaafkan semua kesalahanku?” tanya Elsa. Wanita ini begitu pandai sekali berakting dan ia begitu mudahnya menjatuhkan bulir-bulir air mata dusta dari kedua manik mata itu.
“Ya, aku sudah memaafkan kau, kita mulai semuanya dari awal,” kata Anesya. “Kapan Dokter mengizinkan kau untuk pulang? Hari ini aku akan libur bekerja,” ujar Anesya sembari melirik ke arah Tuan Gerald yang langsung menggangukkan kepala seakan menyetujui apa yang Anesya katakan barusan.
“Tuan Gerald membiarkan Anesya libur bekerja, bukankah aku bisa mengartikan jika Tuan gerald merasa iba melihat kondisiku? Jika memang itu yang sedang lelaki itu pikirkan sekarang, maka kedepannya akan lebih mudah lagi untukku merebut hatinya secara perlahan,” batin Elsa dengan licik di dalam hati.
Tuan Gerald menarik tangan Anesya hingga kembali berdiri di sampingnya lagi, kemudian lelaki itu berkata, “Kau tinggal bersama denganku! Tak ada tawar menawar dalam hal ini,” kata Tuan Gerald pada Anesya.
__ADS_1
“Ya, saya tahu. Tapi saya tidka bisa membiarkan Elsa yang sedang dalam kondisi menyedihkan begini tinggal di rumah sendirian,” kata Anesya memberikan alasan yang begitu masuk akal sekali. Anesya melihat ke arah Tuan Gerald dengan wajah memohon.
“Anesya, kau tetaplah tinggal bersama dengan Tuan Gerald. Aku akan pulang ke rumah, kondisiku sudah jauh lebih baik, auch ... sakit,” ujar Elsa ketika wanita itu mencoba untuk mendudukkan tubuhnya.
Tuan Gerald menarik salah satu senyuman sinis dari bibirnya. Sedangkan wanita bodohnya ini segera berjalan mendekati Elsa kemudian membantunya dengan sangat hati-hati sekali. Begitu naif dan bodoh sekali, gampang ditipu.
“Anesya, aku tidak pa-pa,” kata Elsa yang kini sudah mendudukkan tubuhnya.
“Baik-baik saja bagaimana, kau mendudukkan tubuh saja tak bisa, masih bisa bilang jika kau baik-baik saja,” ujar Anesya pada Elsa sembari menatap miris ke arah kakak tirinya itu.
“Anesya, jangan pikirkan aku,” kata Elsa mencoba untuk menarik simpati Anesya untuk lebih memperhatikan dirinya.
Anesya melihat ke arah Tuan Gerald dengan wajah memelas kemudian berkata, “Tuan, bisakah membiarkan Elsa untuk tinggal bersama dengan kita?” tanya Anesya.
“Terserah.” Setelah bicara Tuan Gerald melangkah keluar dari ruangan ini.
“Elsa, kau dengar itu. Kita sekarang bisa tinggal bersama di rumah Tuan Gerald,” kata Anesya dan Elsa langsung menggangukkan kepalanya.
"Anesya terima kasih karena kau tak meninggalkan aku sendiri ketika dalam keadaan seperti ini, sungguh tadi aku sempat berpikir jika akan tinggal di dalam rumah sendiri dengan kondisi yang menyedihkan ini. Dan aku tidak menyangka jika kau masih mau datang untuk menjenguk aku,” kata Elsa. Kini Elsa memeluk tubuh Anesya, ketika dagunya sudah menempel di pundak Anesya wajah Elsa berubah menjaga bengis seakan ingin membunuh Anesya dalam dekapan hangatnya.
__ADS_1
***
Setelah menempuh beberapa waktu perjalanan akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Asisten Van sampai juga di depan rumah keluarga Gerald.
“Tetaplah didalam rumah, jika menginginkan sesuatu minta bantuan pada pelayan!” titah Tuan Gerald sebelum Anesya turun dari lam mobil.
“Nona, mari turun terlebih dahulu,” kata Asisten Van pada Elsa. Asisten Van kini sudah membukakan pintu untuk elsa yang sejak dari tadi sibuk memperhatikan interaksi Anesya dan juga Tuan Gerald.
“Baiklah,” jawab Elsa dengan kepala yang tertunduk. Ia harus bersabar demi tujuan yang ia inginkan, jika sampai ia memperlihatkan niat buruknya pada Anesya maka dengan sangat mudah sekali, Tuan Gerald akan mengusirnya dari rumah ini.
Kini di dalam mobil hanya ada Anesya dan juga Tuan Gerald saja.
“Saya mengerti, semoga Anda dipermudah pekerjaannya dan semangat bekerja, saya akan menunggu Anda di rumah," kata Anesya sembari mengecup sekilas pipi Tuan Gerald kemudian melangkah keluar dari dalam mobil ini.
Tuan Gerald masih menatap lurus ke depan dengan satu tangan yang masih memegangi pipinya yang habis di kecup oleh Anesya barusan. Tuan gerald benar-benar tidak menduga jika Anesya menciumnya lebih dahulu, Wanita itu pasti sedang merasa bahagia sekarang hingga memiliki inisiatif sendiri untuk mengecupnya tanpa dia minta.
“Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih sering-sering untuk membahagiakannya agar mendapatkan kecupan seperti ini,” gumam Tuan Gerald dengan suara yang lirih.
Asisten Van yang sudah melajukan mobilnya kembali keluar dari gerbang utama melirik ke arah belakang sekilas kemudian membatin di dalam hati. “Biasanya semua wanita yang selalu akan mendambakan kecupan dari Tuan Gerald, tapi sekarang lelaki ini yang justru mendambakan kecupan dari seorang wanita.”
__ADS_1
Beginilah jika singa jantan sudah jatuh cinta. Ia benar-benar selalu ingin bersama dengan wanitanya, membahagiakannya, tapi sayangnya Tuan Gerald masih belum mau mengakui perasaan cintanya pada Anesya, lelaki arogan itu masih belum yakin dengan apa yang ia rasa dan lebih memilih untuk menjalani semuanya terlebih dahulu dan biarkan sang waktu yang menentukan akhir kisah ini.