Tuan Jadilah Pacarku

Tuan Jadilah Pacarku
Buka Aku yang Sakit


__ADS_3

Anesya sudah mencoba untuk tak perduli lagi dengan semua yang akan elsa lakukan, tapi kenyataannya ia tak pernah bisa melakukan semua itu. Anesya berlari keluar dari perusahaan ini. Anesya hampir saja menabrak pekerja lain karena ia terus berlari tanpa memperhatikan sekitarnya. Anesya melihat ke arah Asisten Van yang baru saja membukakan mobil milik Tuan Gerald, sang penguasa keluar dari dalam mobil itu kemudian mengancingkan jas kerjanya.


Tuan Gerald melihat Anesya berlari, ia hanya mengerutkan keningnya. Anesya membuka pintu mobil yang baru saja Asisten Van tutup, wanita itu kini sudah duduk di salam mobil.


Asisten Van melihat ke arah Tuan Gerald hanya melihat ke arah Anesya dengan wajah datarnya.


“Asisten Van, kenapa hanya berdiri di sana? Cepat antarkan aku ke rumah sakit sekarang,” pinta Anesya.


Mendengarkan apa yang Anesya katakan, Tuan Gerald langsung ikut masuk ke dalam mobil dan kini lelaki itu sudah duduk di samping Anesya. Asisten Van buru-buru mengitari mobil ini untuk masuk ke dalam kursi kemudi.

__ADS_1


Semua orang yang tadi sedang berdiri di lobby utama segera menuju pintu keluar kemudian melihat ke arah mobil milik Tuan Gerald yang kini sudah meninggalkan gerbang utama perusahaan ini.


“Astaga! Baru kali ini aku melihat jika ada seorang pegawai yang berani masuk ke dalam mobil Tuan Gerald begitu saja. Bahkan Tuan Gerald tidak mendorongnya keluar dari mobil mewah itu dan justru ikut masuk ke dalam mobil itu.” Begitulah suara-suara yang terdengar dari mulut para pekerja terutama kaun wanita.


Suasana di dalam mobil.


“Van. Perintahkan semua dokter untuk bersiap,” kata Tuan Gerald pada Asisten Van yang kini sedang sibuk mengemudikan mobilnya.


Anesya yang mendengarkan percakapan mereka berdua seketika langsung membulatkan kedua matanya hampir tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Kedua lelaki ini pasti mengira jika dirinyalah yang sedang sakit.

__ADS_1


Tangan Tuan Gerald mulai terangkat untuk menyentuh kening Anesya, lelaki itu mengerutkan keningnya ketika merasakan suhu tubuh Anesya yang nampak normal dan tidak demam sama sekali. Anesya tahu kenapa lelaki itu menatapnya dengan penuh selidik seperti ini.


Dengan lembut Anesya menurunkan tangan Tuan Gerald kemudian berkata, “Tuan, saya tidak sakit dan saya sangat baik-baik saja. Tapi yang sakit itu Elsa, saya ingin melihat kondisinya,” ujar Anesya.


Wajah Tuan Gerald seketika berubah menjadi tajam setelah mendengarkan apa yang Anesya barusan katakan. Wanita ini benar-benar naif sekali, setelah semua yang Elsa lakukan dia masih saja bisa mengasihani ular betina seperti itu. Tuan Gerald mengusap kasar wajahnya karena merasa gemas melihat wajah memohon yang sekarang sedang coba Anesya tunjukkan padanya.


“Asisten Van.” Tuan Gerard tak bicara terlalu jauh, ia hanya mengatakan hal itu dan Asisten Van segera menganggukkan kepalanya mengerti.


Asisten Van tahu jika dirinya harus membatalkan semua perintah Tuan gerald sebelumnya. Asisten Van sudah kerja bertahun lamanya pada Tuan Gerald. Lelaki itu tahu kapan ahrus membuka kedua telinganya lebar-lebar dan kapan harus menutup kedua telinganya disaat yang diperlukan.

__ADS_1


"Tuan saya dengar dari teman kerja, katanya Elsa tergeletak dipinggir jalan dengan sejumlah luka ditubuhnya, bisakah jika Anda membantu saja untuk ..." perkataan Anesya terpotong oleh ucapan Tuan Gerald.


"Jangan meminta lebih dari ini." Dengan tegas Tuan Gerald menjawab.


__ADS_2