
Anesya masih melihat ke arah Tuan Gerald, wanita itu seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Benarkah Tuan Gerald mencintainya? Tapi lelaki itu sempat melakukan kekerasan dan juga selalu mengancamnya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja bergentayangan liar di dalam benaknya hingga membuat Anesya sulit sekali untuk mengartikan semuanya.
Tuan Gerald melihat ke arah Anesya yang sejak dari tadi masi mengamatinya, lelaki itu tahu dengan sangat jelas jika Anesya pasti merasa tak percaya dengan pengakuan cintanya, sedangkan selama ini dirinya selalu bersikap kasar pada wanita yang ia sayangi ini. Tuan Gerald mengarahkan tangannya untuk mengusap lembut pipi Anesya lalu berkata,
"Kamu tidak sedang salah dengar Sayang, aku benar-benar mencintai kau dan aku ingin kita sellau bersama dan aku juga berjanji tidak akan pernah meninggalkan kau kapan pun itu," ujar Taun Gerald masih mencoba untuk meyakinkan wanitanya jika ia begitu ingin menghabiskan waktu tua bersama dengan Anesya-wanita yang sudah menahan hatinya hingga tak bisa melihat wanita cantik yang lain lagi.
Anesya mengerjapkan kedua matanya beberapa kali mencoba untuk meyakinkan dirinya jika semua pengakuan Tuan Gerald ialah benar dan bukan hanya halusinasinya saja.
__ADS_1
"Tu-tuan, terima kasih karena telah membuat saya merasa menjadi wanita yang paling bahagia," kata Anesya sembari memeluk itu tubuh Tuan Gerald. "Saya merasa sangat beruntung sekali karna bisa mendapatkan lelaki yang begitu mencintai saya seperti Anda," ujar Anesya pada Tuan Gerald.
Tuan Gerald dengan senang hati langsung memeluk tubuh Anesya, lelaki itu begitu senang sekali mendapatkan perlakuan manis dari istri kecilnya ini. "Sayang, mulai sekarang jangan pernah kabur lagi dan kamu tidak perlu bekerja, aku akan mencukupi semua kebutuhan kamu, kau hanya perlu berada di rumah dan menunggu kedatanganku," ujar Tuan Gerald setelah melepaskan pelukannya dari Anesya.
Anesya segera menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang barusan Tuan Gerald katakan padanya. "Tuan, apakah Anda ingin mengurung saya didalam rumah ini? Saya tidak mau, saya akan datang bekerja besok," ujar Anesya pada Tuan Gerald.
***
__ADS_1
Anesya berangkat kerja dengan dia natar oleh supir pribadi Tuan Gerald. Anesya baru saja turun dari dalam mobil dan ia melihat jika semua orang yang ada di halaman perusahaan memperhatikannya, mereka semua pasti merasa penasaran kenapa orang miskin seperti Anesya bisa berangkat kerja dengan di antar mobil pribadi yang begitu bagus septi itu. Anesya hendak masuk ke dalam lobby utama, tapi suara seorang lelaki segera mengurungkan niat awalnya itu.
"Anesya tunggu," kata Zico yang sekarang melangkah menghampiri Anesya.
Anesya memutar tubuhnya melihat ke arah mantan sialan yang sudah membuatnya marah. "Ada apa?" tanya Anesya dengan nada suara terdengar sarkas. "Aku tidak tahu keberadaan Elsa, jangan tanya padaku," ujar Anesya dengan membuang pandangannya ke arah lain.
"Aku tidak mencari Elsa, aku sedang mencari kau," jawab Zico yang saat ini sudah berdiri di depan Anesya. "Anesya, kembalilah padaku, aku sungguh sudah membatalkan pernikahan dengan Elsa, dia bukan wanita yang baik dan aju merasa tidak cocok dengannya," ujar Zico sembari mengarahkan tangannya untuk menggenggam pergelangan tangan Anesya.
__ADS_1
Mereka berdua tidak menyadari jika kini ada sepasang mata yang sedang mengamatinya dari dalam mobil.