Tuan Jadilah Pacarku

Tuan Jadilah Pacarku
Kekesalan Anesya


__ADS_3

Anesya melangkah masuk ke dalam rumah besar milik Tuan Gerald dengan wajah yang masam sekali. Ia melemparkan tas kerjanya di sofa kemudian menghempaskan tubuhnya di sana dengan kedua kaki yang ikut naik ke atas sofa lengkap dengan sepatu kerjanya.


Tia yang kebetulan hendak melintasi ruang tamu rumah ini melihat wajah kesan Nona Anesya pun segera menghampirinya, Tia melihat sikap Nona Anesya yang berbeda dari biasanya dan itu terlihat begitu menggemaskan sekali menurut Tia. Nona Anesya selalu bersikap apa adanya dan juga tidak seperti kebanyakan wanita yang akan bersikap anggun dan juga sempurna untuk menari perhatian Tuan Gerald.


“Nona ada apa?” tanya Tia ketika sudah ada di hadapan Anesya.


Anesya yang sedang memejamkan kedua matanya segera melihat Tia dengan wajah masam, mungkin keasaman wajah Anesya sudah bisa disamakan dengan asam kandis.

__ADS_1


“Tia, aku merasa sangat emosi sekali ketika mengetahui jika Tuan Gerald terlalu berlebihan,” jelas Anesya dengan emosi yang tertahan dalam setengah kata-katanya.


“Apa maksud Nona? Bisa ceritakan lebih jelas lagi?” tanya Tia.


“Tuan Gerald, meminta seorang pengawal untuk menjemput aku di tempat kerja, tapi mobil yang pengawal itu kenakan sungguh mencolok mata hingga membuat semua pekerja memperhatikan aku,” kata Anesya sembari melepaskan sepatu kerjanya kemudian melipat kedua kakinya di atas sofa. “dan bukan hanya itu saja, bahkan Tuan Gerald juga meminta pada Asisten Van untuk memberikan cek kosong padaku, aku hanya membutuhkan selembar uang untuk makan dan bukan cek tak berguna itu,” lanjut Anesya lagi masih mencoba untuk menumpahkan semua kekesalan yang ada pada hatinya dengan bercerita pada Tia.


Anesya mulai menyilangkah kedua tangannya di dada dengan menyandarkan punggungnya pada sofa yang ia duduki. “Aku bahkan lebih nyaman jika semua orang tak mencoba mendekati aku sepeti sekarang ini, mereka semua mencoba untuk mendekati aku seperti ribuan semut yang sedang memperebutkan sebutir gula di tanah,” jelas Anesya.

__ADS_1


Tia hanya bisa menggelengkan kepalanya setiap kali mendengarkan curahan hati Anesya padanya. “Tuan gerald melakukan semua itu, tentu saja karena ingin Nona merasa nyaman dan beginilah cara Tuan gerald untuk membahagiakan Nona,” jelas Tia.


“Pasti lelaki kaya seperti Tuan Gerald sudah terbiasa melakukan semua ini pada para wanitanya terdahulu,” kata Anesya. Aneh! Kenapa hati Anesya berdenyut nyeri seakan ia tak rela jika dulu Tuann Gerald pernah melakukan hal yang sama pada setiap wanitanya, Anesya sdah jatuh hati pada lelaki itu dan ia tak ingin berpisah dengannya, tapi bagaimana jika Tuan gerald sendiri yang akan melepaskannya, ia tak mungkin meminta untuk tetap tinggal di sini, ataupun bersimpu dibawah kaki Tuan Gerald, Anesya tak akan melakukannya meskipun atas nama cinta.


“Nona Anesya kenapa?” tanya Tia setelah melihat perubahan air muka Nona Anesya.


Anesya segera beranjak berdiri kemudian berkata, “Saya baik-baik saja, saya akan istirahat ke kamar sekarang.” Tanpa menunggu sahutan dari Tia, Anesya segera meninggalkan ruang tamu rumah ini dengan satu tangan membawa tas kerjanya dan satu tangan yang lain membawa sepatu kerjanya sedangkan dirinya sendiri lebih memilih untuk bertelanjang kaki menaiki setiap anak tangga rumah ini dengan hati tak menentu.

__ADS_1


__ADS_2