Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Waspada


__ADS_3

Putri Sinta saat itu duduk sendiri di ruang tamu sambil menunggu Roland ia membaca sebuah buku di saat ia membaca ia menemukan sebuah kalimat yang berbunyi "Cinta itu membawa kebahagiaan bukan malah memberi kita penderitaan, Maka jangan sampai kamu salah mencintai seseorang agar kamu mendapat ke bahagiaan dan bukan penderitaan", Seketika putri Sinta menutup buku itu dan mengembalikan ke tempatnya semula.


" Apa aku ini salah mencintai Roland, Mungkin memang Roland bukan jodoh ku tapi tak apa lah mungkin ini yang terbaik untukku", Ujar putri Sinta dalam hati.


Agak lama kemudian Roland mendatangi putri Sinta di ruang tamu.


"Hai kamu ngelamunin apa? ", Tanya Roland.


" Gak kok, Aku cuma kepikiran aja sama putri Vera", Jawab putri Sinta.


"Gak usah terlalu di pikirkan tenang saja putri Vera baik-baik saja kamu bisa percaya padaku", Kata Roland.


" Eh, Kalian mau berangkat sekarang? ", Tanya Luis.


" Iya jadi gimana kami membayar kebaikan mu ini Luis", Kata putri Sinta.


"Kalian tidak usah balas apa-apa aku ikhlas membantu kalian", Kata Luis.


" Kamu jangan seperti itu kami jadi gak enak lo", Kata putri Sinta.


"Kalau begitu ambil ini", Kata Roland sambil memberikan barang nya.


" Apa ini? ", Tanya Luis.


" Itu adalah belati yang di berikan oleh ayahku sewaktu aku kecil, Anggap saja sebagai kenang-kenangan agar kau tidak lupa pada kami", Kata Roland.

__ADS_1


"Ah baiklah, Aku akan terima dan menjaga barang ini", Kata Luis.


" Baiklah kita pergi dulu Luis", Kata Roland.


"Tunggu, Kalian jangan lupakan aku", Teriak Nia.


" Oiya maaf Nia, Kami pergi dulu ya", Kata Roland.


"Kalian bawalah ini untuk bekal di jalan", Kata Nia.


" Wah tidak perlu repot-repot begini seharusnya kamu Nia", Kata putri Sinta.


"Gak papa kok kak, Anggap saja kenangan perpisahan", Kata Nia.


"Ok kak, Hati-hati kak", Kata Nia.


" Ok".


Saat di tengah perjalanan mereka tidak menyadari bahwa dari tadi ada seorang yang mengikuti dari belakang, Tiba-tiba ada busur panah yang mengarah ke mereka tapi dengan cepat Roland mendorong putri Sinta ke tanah jadi mereka berdua jatuh ke tanah.


"Siapa itu keluar lah jangan jadi pengecut kau", Teriak Roland.


"Hahaha, Aku terkenal dengan sebutan pembunuh kilat mana mungkin aku menampakkan diri ku saat membunuh", Kata orang itu.


" Kau meremehkan ku kita liat saja siapa yang akan mohon ampun", Kata Roland.

__ADS_1


Tiba-tiba dengan cepat pembunuh itu menyambar tangan putri Sinta untungnya Roland cepat menarik putri Sinta jadi luka tidak terlalu parah.


"Hei musuhmu adalah aku mengapa kau serang seorang wanita apa kau takut", Ucap Roland.


Serangan tiba-tiba di lontarkan dengan cepat akan tetapi dengan cepat Roland menendang dan terkena bagian rusuk si pembunuh kilat tersebut, Akhirnya pembunuh kilat terpental ke pohon dan jatuh ke tanah.


" Sebaiknya kau mengaku kalah jika kau berniat menyerang lagi aku tidak akan segan untuk membunuhmu", Kata Roland.


"Ok, Tapi aku hanya berpesan waspadalah saat lewat daerah sini", Kata pembunuh kilat itu.


Selesai ngomong pembunuh kilat langsung kabur dengan sangat cepat Dan Roland menghampiri putri Sinta yang tangannya tergores oleh pedang.


" Sakit ya, Sini aku akan membalut nya", Kata Roland.


"Sudah selesai, Apakah masih terasa sakit?, Kita bisa istirahat dulu sampai kamu rasa baikan", Kata Roland.


" Tidak, Aku tidak apa-apa kita tidak boleh menyia²kan waktu kita harus sampai sebelum matahari terbenam", Kata putri Sinta.


"Baiklah, Sekarang kamu naik ke punggungku", Kata Roland.


" Kenapa? ", Tanya putri Sinta.


" Naiklah", Kata Roland.


"Emmh".

__ADS_1


__ADS_2