Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
Gugur


__ADS_3

"Dimana Raimon?",Teriak Roland.


"Hentikan semua jangan menyerang dia,Kita harus sambut dengan baik tamu kita jangan membuat nya merasa terancam",Kata Raimon.


"Itu dia Raimon guru",Kata Bisma.


"Oh jadi preman kampung yang membawa pemuda ini kemari",Kata Raimon.


"Jangan sombong kau dasar pangeran bejat",Kata Bisma.


"Beraninya kau menghina pangeran kami",Teriak prajurit sambil mengarahkan senjatanya ke arah Bisma.


"Tunggu......jangan sampai kau menyentuh muridku kalau kau berani akan ku bunuh kalian semua",Bentak Roland.


"Tenang-tenang apa maksud dari kedatangan mu ke mari kawan lama?",Kata Raimon.


"Jadi kau masih mengingat ku Raimon,Aku kemari ingin memberimu peringatan,Kau ubah sikapmu pimpinlah kerajaan mu dengan benar dan ingat jangan kau paksa putri Vera menikah dengan mu",Kata Roland.


"Apa maksud mu kawan,Aku memimpin DEMON dengan baik dan ingat ya putri Vera adalah tunanganku raja VINIAN pun sudah merestui nya dan apa hubungannya dengan mu?",Kata Raimon.


"Aku tahu semuanya tentang mu Raimon jadi jangan berbohong dan bersikap baik di depan ku",Kata Roland.


"Hahahaha ok pangeran Roland,Kalau kau tahu semuanya tentang ku terus kau mau apa semua terserah padaku aku mau apa jadi jangan ikut campur urusanku jika kau masih mau hidup",Kata Raimond mengancam.


"Kalau begitu kau yang akan mati di sini",Kata Roland lalu menyerang Raimon.


Mereka pun bertarung dengan sengit sampai Raimon mengeluarkan semua jurusnya,Karena pertarungan di kuasai oleh Roland semua prajurit DEMON pun menyerang Roland,Akan tetapi hanya dengan satu jurus Roland berhasil menumbangkan prajurit yang menyerangnya, Melihat itu Raimon menjadi ketakutan,Dan akhirnya dia menggunakan jurus terlarang yang bila jurus itu di gunakan ia akan kehilangan nyawa nya.


"Roland jangan kira kau sudah menang,Jika aku tak bisa memiliki putri Vera setidaknya aku bisa membunuh orang yang paling di cintainya",Kata Raimon.


"Kau masih belum tau juga rupanya,Jurus dewa kematian mu itu tak akan mampu untuk membunuhku",Kata Roland santai.


"Diam kau,Terima ini haaaaaakkkh",Teriak Raimon sambil menyerang Roland.


Karena dasyatnya jurus itu,Membuat sebagian bangunan kerajaan DEMON hancur akan ledakannya.


"Bisma larilah selamatkan dirimu ini akan jadi ledakan yang sedikit hebat",Teriak Roland.


Bisma pun lalu berlari dengan kencang nya dan terjadilah ledakan yang keras,Seusai ledakan Bisma kembali untuk melihat keadaan gurunya yang menahan ledakan itu.


"Hah dimana guru?,Guru......dimana kau guru",Teriaknya panik.

__ADS_1


"Tenanglah Bisma serangan seperti itu tak ada apa-apanya bagiku",Kata Roland.


Dalam ledakan tadi ternyata Roland hanya menahan serangan Raimon agar tubuh Raimon tak hancur bersama ledakan itu.


"I...itu kepalah Raimon",Kata Bisma gemetar.


"Apa boleh buat aku sudah berusaha menyelamatkan tubuh nya dari ledakan itu tadi tapi yang bisa ku selamatkan hanya kepalanya saja",Kata Roland sambil membawa kepala Raimon dan melemparkannya ke depan Bisma.


Lalu keluarlah ibunda dari Raimon dari kerajaan karena melihat kepala anaknya yang tergeletak ia menangis tak karuan.


"Raimon anakku Raimon",Teriaknya sambil lari menuju ke kepala Raimon.


"Ada apa denganmu nak kenapa kau nekad begini maafkan ibunda mu ini nak,Huhuhukhuhuhu",Ujar ibunda Raimon.


"Maaf kan aku ratu tapi",Kata Roland belum selesai dan di potong oleh ibunda Raimon.


"Iya nak aku tahu semuanya,Dia memang sudah keterlaluan akupun sebagai ibundanya merasa gagal melihat sikapnya yang sombong dan seenaknya sendiri dalam berbuat",Kata ibunda Raimon.


"Apakah kau Roland pangeran POTOLIA?",Tanya ibunda Raimon.


"Iya ratu aku Roland pangeran POTOLIA",Jawab Roland.


"Nak terimakasih atas keberanian mu ini,Bila kau tak menghentikan Raimon entah perbuatan buruk apalagi yang ia lakukan",Kata ibunda Raimon.


"Mungkin aku sendiri yang akan memimpin di sini untuk sementara ini,Karena raja sedang sakit dan akupun hanya tinggal memiliki satu orang putri saja yang bisa ku andalkan untuk meneruskan tahta kerajaan DEMON ini",Kata ibunda Raimon.


"Kalau boleh tahu raja sakit apa ratu?",Tanya Roland.


"Badannya lemas tidak bisa apa-apa,banyak sekali tabib yang sudah aku undang untuk mengobati raja akan tetapi tetap saja tidak sembuh-sembuh",Kata ibunda Raimon.


"Itu pasti penyakit petra",Kata Bisma.


"Kau yakin,Aku tak pernah dengar dengan penyakit itu",Kata Roland.


"Dulu aku juga pernah menemukan kasus seperti ini di kampung dan itupun kakek ku sendiri yang terkena penyakit itu",Kata Bisma.


"Terus apa yang terjadi dengan kakek mu,Apa ada yang bisa di lakukan untuk menyembuhkannya?",Tanya ibunda Raimon.


"Saat itu ada suatu orang misterius yang mengatakan bahwa penyakit itu hanya bisa di sembuhkan dengan daun petra yang tumbuh di gunung petra sana,Karena dari kami tak ada yang mampu mencarikan daun itu untuk kakek ia pun meninggal,Itu saja yang ku tahu",Kata Bisma.


"Gunung petra ya hummm",Kata Roland.

__ADS_1


"Gunung itu bukanya berbahaya sekali ya,Saat ini cuma ada satu orang saja yang berhasil kembali dengan selamat dari gunung itu",Kata ibunda Raimon.


"Bisma muridku",Kata Roland.


"Iya guru ada apa?",Tanya Bisma.


"Aku akan pergi ke gunung petra itu,Apakah kau akan ikut dengan ku?",Tanya Roland.


"Gunung petra sangat berbahaya guru,Apa guru yakin untuk menuju ke sana",Kata Bisma.


"Aku yakin Bisma,Aku yakin aku bisa membawakan daun petra itu untuk raja DEMON yang sakit",Kata Roland.


"Bila guru ingin ke sana aku akan ikut ke sana karena aku adalah murid guru yang setia",Kata Bisma.


"Baiklah kita berangkat",Kata Roland.


"Pangeran POTOLIA",Panggil ibunda Raimon.


"Heeh iya ratu",Kata Roland.


"Terimakasih aku percaya padamu",Kata ibunda Raimon.


"Tak masalah ratu,Mohon maaf aku akan pergi dulu",Kata Roland.


"Baiklah berhati-hati lah",Kata ibunda Raimon.


Roland pun melanjutkan perjalanan nya ke gunung petra itu meski tak jauh tapi perjalanan itu membuat putri Vera yang menunggunya di istana semakin khawatir dengan tidak pulang-pulang nya Roland.


"Oh iya Bisma,Gunung petra ini jauh apa?",Tanya Roland.


"Letak nya tak jauh guru akan tetapi banyak sekali perampok dan binatang buas di sepanjang hutan jalan menuju ke gunung petra",Jawab Bisma.


"Kalau begitu kita harus cepat sebelum malam tiba",Kata Roland.


"Iya guru",Kata Bisma.


"Sini naiklah ke kuda bersama ku",Kata Roland sambil mengulurkan tangannya.


"Tapi guru",Kata Bisma ragu.


"Cepatlah kita tak punya banyak waktu",Kata Roland.

__ADS_1


"Baiklah",Kata Bisma mengulurkan tangannya dan langsung di tarik Roland naik ke kudanya.


__ADS_2