
Karena sudah merasa tidak capek lagi Roland dan putri Sinta berencana untuk melanjutkan perjalanan.
"Maaf telah banyak merepotkan kalian aku dan Sinta mau izin pamit untuk melanjutkan perjalanan", Kata Roland.
" Kalian mau berangkat sekarang ini, Kan sudah sore kenapa gak besok saja", Kata Bima.
"Kami tidak boleh berlama-lama karena sudah banyak yang menanti kepulangan kita, Lagi pula kami sudah pergi selama lima hari", Kata Roland.
" Yah kalau memang seperti itu kami hanya bisa mendoakan kalian agar semua yang kalian lakukan nanti berhasil", Kata Bima.
"Tidak apa-apa kami juga sudah banyak merepotkan kalian", Kata putri Sinta.
" Ya sudah kalau begitu saya mohon pamit bu dan Bima terimakasih atas semua kebaikan kalian", Kata Roland.
"Iya hati-hati ya", Kata Bima.
" Nak hati-hati lah semoga kau berhasil", Kata wanita itu.
"Iya, Kami pergi dulu", Kata Roland.
" Kalian jaga diri baik-baik ya", Teriak putri Sinta.
"Kamu juga Sinta", Teriak Bima.
Akhirnya Roland dan putri Sinta melanjutkan perjalanan nya lagi, Karena jalannya hutan mereka terus berhati-hati karena banyak binatang buas, Hari pun mulai gelap Roland pun menyalakan obor nya, Suara serigala yang melonglong membuat was was dan putri Sinta jadi takut.
" Roland, Aku takut", Kata putri Sinta merengek.
__ADS_1
"Kenapa harus takut kan ada aku yang menjagamu", Kata Roland.
" Iya tapi aku hanya merasa gak enak aja", Kata putri Sinta.
"Ya sudah, Peganglah obor ini", Kata Roland.
" Kenapa? ", Tanya putri Sinta.
" Sudah peganglah dulu", Jawab Roland.
"Iya... iya aku pegang", Kata putri Sinta.
" Sekarang lihatlah aku tatap mataku, Aku akan janji akan melindungimu kamu jangan takut ya", Kata Roland.
"Kamu janji? ", Tanya putri Sinta.
" Iya, Aku janji", Jawab Roland.
"Kamu ngapain Roland", Kata putri Sinta.
" Naiklah ke punggungku biar kamu gak takut lagi", Kata Roland.
"Kamu yakin kan perjalanan ini sangat melelahkan nanti kamu capek lagi", Kata putri Sinta.
" Sudah aku gak mau kamu banyak nanya naiklah", Kata Roland.
"Iya.. Iya", Kata putri Sinta.
__ADS_1
Dan putri Sinta pun naik ke pungguk Roland dan sudah tidak merasa takut lagi.
" Roland", Ujar putri Sinta.
"Kenapa tuan putri kamu masih merasa takut? ", Tanya putri Sinta.
" Tidak", Jawab putri Sinta.
"Lalu? ", Tanya Roland.
" Terimakasih ya Roland ", Kata putri Sinta.
" Untuk apa? ", Tanya Roland.
" Untuk semuanya, Aku merasa sangat bahagia sekali selama perjalanan ini", Kata putri Sinta.
"Ya biasa lah semua ini kan demi kebaikan rakyat", Kata Roland.
" Tapi aku merasa kamulah yang membuat aku tau bagaimana caranya hidup bahagia, Meski harus susah dan capek lapar tapi aku bisa untuk tetap sabar dan bahagia, Terima kasih untuk semuanya Roland ", Kata putri Sinta.
" Iya tuan putri, Sama-sama", Kata Roland.
"Eh Roland jika kamu nanti sudah menikah jangan lupakan aku ya", Kata putri Sinta.
" Bicara apasih kamu, Mana mungkin aku melupakanmu, Kau itu sudah aku anggap adikku sendiri meski umurmu lebih tua dariku", Kata Roland.
"Hmmm, Ya kali kamu lupa sama aku kalau kau sudah sama putri Vera", Kata putri Sinta.
__ADS_1
" Ya enggak lah", Kata Roland.
Tidak terasa akhirnya mereka sudah melewati hutan lebat yang penuh binatang buas itu dengan selamat.