Tuan Muda Bangsawan

Tuan Muda Bangsawan
next


__ADS_3

"Guru lihat di sana",Teriak Bisma kaget.


"Apa itu?",Kata Roland tenang.


"Apakah siluman kera itu nyata guru?",Tanya Bisma ketakutan.


"Entahlah,Tapi itu besar sekali dia tidak pantas untuk di sebut kera melainkan dia itu adalah monster",Kata Roland sedikit gemetar.


"Kita harus sembunyi guru,Bisa gawat bila monster itu melihat kita",Kata Bisma.


Roland hanya bengong terpaku menatap monster kera yang sangat besar dan menakutkan itu.


Tak di sangka kuda yang mereka tunggangi meloncat dan kabur membuat Roland dan Bisma terjatuh dari kuda itu.


"Dasar kuda tak berguna",Kata Roland kesal.


Karena suara kuda yang sangat keras monster kera itu pun mendengar suara nya dan langsung menoleh ke arah Roland dan Bisma dengan wajah yang menyeramkan.


"Harrrggggggg",Erang nya.


"Gimana ini guru?",Tanya Bisma gemetar ketakutan.


"Larilah Bisma,Aku akan coba menahan monster ini ,Aku takut tak bisa melindungi mu lari lah",Kata Roland.


"Tidak guru,Aku tidak bisa",Kata Bisma.


"Harrrrrgggh", Monster itu mengerang dengan keras sambil mengayun kan tangan nya ke arah Bisma.


"Cepat larilah dasar bodoh..",Teriak Roland sambil menyelamatkan Bisma dengan menendang Bisma hingga terpental jauh.


Bisma pun selamat dari pukulan monster kera itu.


"Guru......Tidakk, Kenapa kau harus berkorban untuk diriku guru",Teriak Bisma hingga tak terasa air mata Bisma seorang ketua perampok itu menetes kan air matanya.


Saat monster itu mengangkat tangan nya ternyata Roland masih selamat dengan menahan pukulan dari monster kera itu dengan kedua tangan nya,Karena pukulan dari monster kera sangat keras membuat tanah yang ia injah menjadi retak parah.


"Apa itu guru?, Syukurlah guru selamat",Kata Bisma.


Akan tetapi Roland nampak berbeda,Kedua matanya menjadi biru dan tubuhnya di kelilingi cahaya biru.


"Dasar mahkluk rendahan,Apakah kau mau mati",Kata Roland dengan suara yang berbeda.


"Diam kau anak kecil",Kata monster itu dengan suara yang menakutkan.


Monster itupun mengubah kedua tangan nya menjadi besi baja berwarna emas dan langsung mengayunkan nya ke arah Roland.


"Cihhh,Jurus yang sama tidak akan berguna dasar mahkluk rendahan",Kata Roland.


"Buk...jlaarrrr...",Suara yang di hasilkan oleh serangan tangan monster itu sehingga membuat batu dan pohon di sana rata dengan tanah.

__ADS_1


Akan tetapi Roland hanya menahan tangan monster itu dengan satu tangan dan lalu membanting monster itu hingga membuat tanah hancur.


"Sudahlah aku tak akan berlama-lama lagi aku akan mengakhiri hidup mu",Kata Roland.


Roland pun terbang ke atas dan mengarahkan pukulannya ke arah kepala si monster kera itu.


"Tidakkkk.....jangan lakukan itu...",Teriak monster.


"Bug,Jlarrr....".


Saking kerasnya pukulan Roland kepala dari monster itu pun pecah dan tidak bernyawa lagi, Setelah mati monster itu berubah menjadi cahaya dan cahaya itu masuk ke tubuh Roland.


Setelah cahaya itu masuk Roland pun terjatuh dan pingsan.


"Guru...",Teriak Bisma yang tengah lari menangis menuju ke arah Roland.


"Guru..apa kau baik-baik saja guru,Tolong bangunlah guru apa kau telah lupa tujuan kita kemari,Bangunlah guru",Teriak Bisma menangis.


Tak lama kemudian akhirnya Roland pun kembali bernafas dan membuat Bisma menjadi lega.


"Guru..guru belum mati,Di mana ya aku harus mencari tempat yang nyaman untuk merawat guru",Kata Bisma.


Tiba-tiba kuda Roland itupun kembali dan menghampiri mereka berdua.


"Hihihik",Bayangkan saja suara kuda ya guys.


"Kenapa kau kembali,Apa kau merasa bersalah hingga kau kembali kuda",Kata Bisma marah.


Kuda itupun terlihat sedih dan membungkuk di samping Bisma agar Bisma mau membawa Roland naik.


"Apa kau ingin aku naik ke punggung mu membawa Roland kuda?",Kata Bisma.


Dan kuda itupun mengangguk kepada Bisma.


"Baiklah kau cari tempat yang aman agar aku bisa merawat guru di sana",Kata Bisma.


Kemudian mereka berdua naik ke kuda dan kuda itupun lari entah menuju ke mana.


"Hei kuda,Kau tahu jalan ini kah",Kata Bisma.


"I..iihk",Jawab kuda.


"Sudahlah aku tak akan tahu bahasa mu",Kata Bisma.


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah sungai yang jernih dan tempat di sekitar sungai itupun sangatlah bersih dan pemandangan di sana juga sangat lah indah.


"Wahh..tempat apa ini kuda?,Baguslah aku bisa merawat guru di sini dulu",Kata Bisma.


Bisma pun memapah Roland dan membaringkan Roland di atas rumpun dan ia juga melepas baju nya untuk di jadikan bantal untuk Roland.

__ADS_1


"Kuda jagalah guru aku akan pergi sebentar untuk mencari barang yang bisa di makan",Kata Bisma.


Dan kuda itupun juga mengangguk kan kepalanya.


Bisma pun pergi untuk mencari makan.


Di hutan ia memetik beberapa buah apel dan juga membawa jamur liar untuk ia bakar nanti.


Saat ia kembali ia melihat kuda di sana juga mengumpulkan beberapa kayu kering.


"Kuda yang sangat pintar",Kata Bisma sambil mengelus-elus kepala kuda itu.


Lalu Bisma pun menurunkan buah apel dan jamur yang ia dapat tadi,Tapi kuda itupun mengendus beberapa jamur yang Bisma dapat lalu membuang jamu itu dengan mulutnya.


"Wahhh..kenapa kamu buang?",Apakah jamur yang kamu buang itu beracun?",Kata Bisma.


Dan kuda itupun mengangguk kan kepalanya.


"Yahh...sudahlah aku akan coba menangkap ikan kelihatannya sungai di sini banyak ikan",Kata Bisma sambil terjun ke sungai.


Akhirnya Bisma pun mendapat beberapa ikan untuk ia bakar,Ia pun mencoba menyalakan api dengan batu,Tak butuh waktu lama akhirnya api kayu itu terbakar dan Bisma pun membakar ikan dan jamur yang ia dapat tadi.


"Hei kuda,Apakah kau mau apel ini...ini makanlah habiskan kalau kau masih lapar aku bisa mencari lagi nanti di hutan",Kata Bisma.


Dan kuda itupun juga memakan beberapa buah apel itu dan juga menyisakan dua buah apel untuk Bisma dan Roland.


"Habiskan saja itu,Aku bisa mencari lagi nanti",Kata Bisma.


Tapi kuda itupun menggelengkan kepala nya.


"Apa kau sudah kenyang?",Tanya Bisma.


Dan kuda itupun mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah kuda yang sangat pintar",Kata Bisma.


Setelah selesai membakar ikan dan jamur ia mencari daun pisang sebagai piring untuk makanannya tak lupa ia juga membawa banyak pisang untuk di berikan kepada si kuda.


"Guru belum sadar juga ternyata,Ini pisang makanlah",Kata Bisma.


Lalu kuda itupun memakannya dan lalu kuda itupun membungkuk mau tidur.


"Hei kau kenapa kuda?, Keracunan kah?",Kata Bisma.


Kuda itu menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kau terlihat begitu?, Mengantuk kah?",Kata Bisma.


Lalu kuda itupun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah tidurlah aku akan menjaga guru ,Tidurlah aku akan melindungi mu bila ada bahaya tenanglah",Kata Bisma.


Kuda itupun tidur.


__ADS_2